Presiden Prabowo Subianto Membahas Permasalahan Struktural di Indonesia
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyampaikan berbagai permasalahan struktural yang masih ada di Indonesia. Hal ini termasuk korupsi, efisiensi pemanfaatan sumber daya alam, serta aktivitas ekonomi ilegal seperti penyelundupan, pertambangan ilegal, dan penangkapan ikan ilegal. Ia juga menyebutkan adanya perusahaan yang beroperasi di kawasan hutan lindung.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Prabowo saat menjadi pembicara dalam acara Business Summit yang diselenggarakan oleh US Chamber of Commerce di Washington DC, Amerika Serikat, pada Rabu (18/2). Dalam kesempatan itu, ia menekankan bahwa pemerintah akan fokus pada keberlanjutan pertumbuhan sambil tetap mengendalikan penggunaan sumber daya alam.
Prabowo mengakui bahwa masih terdapat kelemahan struktural, khususnya dalam tata kelola pemerintahan, praktik korupsi, serta aktivitas ekonomi ilegal. Ia menegaskan bahwa pihaknya akan menghadapi masalah ini secara langsung, bukan hanya dengan menyerahkan kedaulatan pemerintah kepada kartel-kartel ilegal yang terus merugikan negara.
“Saya memilih untuk menghadapi masalah ini secara langsung. Saya tidak ingin menyerahkan kedaulatan pemerintah Indonesia kepada kartel-kartel ilegal yang terus menyebabkan hilangnya pendapatan negara,” ujar Prabowo, seperti dikutip dari saluran YouTube Sekretariat Presiden.
Kepemimpinan dalam Politik Luar Negeri
Dalam hal politik luar negeri, Prabowo menyatakan bahwa Indonesia akan terus menjalankan prinsip non-blok dan menjaga hubungan baik dengan semua kekuatan besar dunia. Ia juga menegaskan komitmen terhadap kebijakan ‘Good Neighbor Policy’ untuk memperkuat kerja sama dengan negara-negara di kawasan Asia Timur dan Indo-Pasifik.
“Tidak ada yang ingin berinvestasi dalam situasi atau atmosfer ketidakpastian, instabilitas, apalagi kekacauan,” ujarnya. Dengan demikian, Prabowo menekankan pentingnya stabilitas sebagai dasar untuk menarik minat investor asing.
Minat Investasi Asing ke Indonesia
Prabowo menyampaikan optimisme terhadap minat pelaku usaha AS untuk menanamkan modal di Indonesia. Ia menyebutkan telah bertemu dengan banyak pemimpin bisnis AS. Menurutnya, Indonesia memandang perusahaan-perusahaan Amerika sebagai mitra strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. Pemerintah berkomitmen memberikan perlindungan bagi investor serta menciptakan iklim usaha yang kondusif.
“Kami ingin melihat perusahaan Amerika sebagai mitra strategis,” kata Prabowo. Ia menekankan bahwa Indonesia memiliki komitmen kuat dalam menjaga stabilitas ekonomi dan kepastian hukum sebagai fondasi utama untuk menarik investasi asing.
Angka Investasi Asing Tahun Lalu
Di hadapan para pengusaha AS, Prabowo menyebutkan realisasi investasi asing ke Indonesia pada tahun lalu mencapai US$ 53 miliar, atau sekitar Rp 897,45 triliun dengan asumsi nilai tukar Rp 16.933 per dolar AS. Ia menilai angka ini mencerminkan kepercayaan nyata terhadap ekonomi Indonesia, potensinya, stabilitas politik, serta arah kebijakan pemerintah.
Kondisi Ekonomi Indonesia
Prabowo juga menyampaikan bahwa kondisi fundamental ekonomi Indonesia berada dalam kondisi kuat dengan menjaga disiplin fiskal dan capaian tingkat inflasi yang terkendali. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi modal penting dalam memperkuat keyakinan investor.
Selain itu, ia menyebutkan bahwa pertumbuhan ekonomi nasional stabil di atas 5%. Ia optimistis laju pertumbuhan tersebut dapat dipertahankan, bahkan ditingkatkan pada tahun ini seiring penguatan ekonomi dari tingkat akar rumput.
“Dalam situasi seperti ini, saya yakin bahwa iklim stabilitas dan kepercayaan akan mendorong investasi,” ujar Prabowo.





