
Presiden Prabowo mengungkapkan isi dari pertemuan yang diadakan antara dirinya dengan 12 pengusaha Amerika Serikat (AS) di Washington DC. Ia menyatakan bahwa para pengusaha tersebut menunjukkan ketertarikan yang sangat besar terhadap Indonesia.
“Ya, mereka menyampaikan bahwa mereka sangat-sangat tertarik dengan Indonesia,” ujar Prabowo saat berada di Washington DC, Amerika Serikat, pada Sabtu (21/2).
Prabowo menambahkan bahwa para pengusaha melihat bahwa iklim ekonomi di Indonesia terus meningkat.
“Mereka percaya diri, mereka melihat bahwa iklimnya terus membaik, dan mereka memiliki pandangan positif terhadap ekonomi kita,” katanya.

Sebelumnya, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menerima 12 pengusaha terbesar Amerika Serikat dalam sebuah pertemuan yang berlangsung di Washington DC pada 20 Februari 2026.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjelaskan bahwa para pengusaha tersebut sebelumnya telah bekerja sama dengan Danantara Indonesia.
“Pada siang hari ini, Presiden Prabowo menerima 12 pengusaha terbesar Amerika Serikat di Washington DC, 20 Februari 2026. Para pengusaha tersebut sebelumnya telah bekerja sama dengan Danantara Indonesia sebagai pemilik aset terbesar BUMN,” tulis Seskab Teddy dalam keterangan tertulisnya, Jumat (20/2).

Seskab Teddy menyebut bahwa pertemuan tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh investasi global ternama. Di antaranya adalah Todd L. Boehly, CEO Eldridge Industries yang juga merupakan pemilik klub Liga Inggris Chelsea dan klub basket LA Lakers, serta Armen Panossian, CEO Oaktree sekaligus pemilik klub Italia Inter Milan.
Selain itu, hadir pula Matt Harris dari BlackRock Founding Partners dan Global Infrastructure Partners; Martin Escobari, Co-President sekaligus Head of Global Growth Equity General Atlantic; Al Rabil, CEO Kayne Anderson; Neil R. Brown, Managing Director Global Institute Infrastructure KKR; Michael Weinberg, Chairperson of the Investment Committee Levine Leichtman Capital Partners (LLCP); Justin Metz, Managing Partner Related Fund Management (RFM); Luke Taylor, Co-President Stonepeak; Nabil Mallick, COO Thrive Capital; Jeffrey Perlman, CEO Warburg Pincus; serta Seth Bernstein dari Bernstein Equity Partners.
Daftar Tokoh Investasi Global yang Hadir
-
Todd L. Boehly
Sebagai CEO Eldridge Industries, ia juga dikenal sebagai pemilik klub Liga Inggris Chelsea dan klub basket LA Lakers.
Ia memiliki pengalaman luas dalam bidang investasi dan bisnis internasional. -
Armen Panossian
Sebagai CEO Oaktree, ia juga menjadi pemilik klub sepak bola Italia Inter Milan.
Kehadirannya menunjukkan minat yang kuat terhadap pasar Indonesia. -
Matt Harris
Dari BlackRock Founding Partners dan Global Infrastructure Partners.
Pengalaman dalam investasi infrastruktur membuatnya menjadi tokoh penting dalam pertemuan ini. -
Martin Escobari
Sebagai Co-President sekaligus Head of Global Growth Equity General Atlantic.
Dia memiliki peran penting dalam mengembangkan strategi investasi global. -
Al Rabil
CEO Kayne Anderson.
Memiliki reputasi kuat dalam manajemen aset dan investasi. -
Neil R. Brown
Managing Director Global Institute Infrastructure KKR.
Berpengalaman dalam proyek infrastruktur skala besar. -
Michael Weinberg
Chairperson of the Investment Committee Levine Leichtman Capital Partners (LLCP).
Berkontribusi dalam pengambilan keputusan investasi strategis. -
Justin Metz
Managing Partner Related Fund Management (RFM).
Memiliki latar belakang kuat dalam pengelolaan dana investasi. -
Luke Taylor
Co-President Stonepeak.
Mengembangkan strategi investasi di berbagai sektor ekonomi. -
Nabil Mallick
COO Thrive Capital.
Menjadi bagian dari tim pengelola dana investasi yang besar. -
Jeffrey Perlman
CEO Warburg Pincus.
Dikenal sebagai salah satu investor ternama di dunia. -
Seth Bernstein
Dari Bernstein Equity Partners.
Memiliki pengalaman luas dalam investasi modal ventura.
Tantangan dan Peluang di Pasar Indonesia
Pertemuan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga menjadi kesempatan untuk membahas tantangan dan peluang di pasar Indonesia. Para pengusaha tersebut menilai bahwa kondisi ekonomi Indonesia semakin stabil dan prospektif. Mereka melihat potensi besar dalam sektor infrastruktur, energi, teknologi, dan pariwisata.
Beberapa isu yang dibahas termasuk regulasi investasi, akses pasar, dan kebijakan pemerintah yang mendukung pengembangan ekonomi. Selain itu, mereka juga menyampaikan minat untuk bermitra dengan BUMN dan perusahaan lokal dalam berbagai proyek strategis.
Pertemuan ini menunjukkan bahwa Indonesia semakin diakui sebagai negara tujuan investasi yang menjanjikan. Dengan kebijakan yang transparan dan lingkungan bisnis yang semakin baik, peluang untuk kerja sama lintas batas semakin terbuka.





