Prabowo Kumpulkan 12 Pengusaha AS, Termasuk Pemilik Chelsea

Aa1wno43
Aa1wno43



Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan pertemuan dengan sejumlah tokoh bisnis ternama dari Amerika Serikat di Washington DC, pada Jumat (20/2). Pertemuan ini menjadi momen penting dalam memperkuat hubungan bilateral antara Indonesia dan AS. Salah satu tokoh yang hadir adalah Todd Boehly, CEO Eldridge Industries sekaligus pemilik klub sepak bola Liga Inggris, Chelsea.

Selain Boehly, beberapa nama besar lainnya turut hadir dalam pertemuan tersebut. Mereka antara lain Armen Panossian, CEO Oaktree dan pemilik Inter Milan; Matt Harris dari BlackRock Founding Partners serta Global Infrastructure Partners; dan Martin Escobari, Co-President sekaligus Head of Global Growth Equity General Atlantic.

Tokoh-tokoh lain yang hadir antara lain Al Rabil, CEO Kayne Anderson; Neil R Brown, Managing Director Global Institute Infrastructure KKR; serta Michael Weinberg, Chairperson of the Investment Committee Levine Leichtman Capital Partners (LLCP).

Masih ada lagi tokoh-tokoh bisnis ternama seperti Justin Metz, Managing Partner Related Fund Management (RFM); Luke Taylor, Co-President Stonepeak; Nabil Mallick, COO Thrive Capita; Jeffrey Perlman, CEO Warburg Pincus; dan Seth Bernstein dari Bernstein Equity Partners.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjelaskan bahwa para pengusaha tersebut sebelumnya telah bekerja sama dengan Danantara Indonesia. Akun Instagram Setkab juga pernah membagikan foto Presiden Jokowi bersama Todd Boehly yang sedang memegang jersey Chelsea bernomor 24 milik Reece James.

Teddy menyatakan bahwa para pengusaha tersebut sebelumnya telah bekerja sama dengan Danantara Indonesia sebagai pemilik aset terbesar BUMN. Ia menambahkan bahwa dalam pertemuan tersebut, Presiden Jokowi menegaskan komitmen pemerintah untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif. Iklim ini diperlukan untuk membangun rantai ekonomi yang lebih kuat.

“Serta lapangan pekerjaan yang menguntungkan kepentingan dalam negeri,” kata Teddy.

Pertemuan Presiden Jokowi di AS tidak hanya terbatas pada pertemuan dengan para pengusaha. Ia juga hadir dalam pertemuan Dewan Perdamaian atau Board of Peace pada Kamis (19/2). Selain itu, Presiden sempat menyaksikan penandatanganan 11 nota kesepahaman (MoU) senilai US$ 38,4 miliar atau sekitar Rp 643 triliun antara pelaku usaha Indonesia dan AS.

Beberapa proyek yang dijajaki dalam MoU ini meliputi kerja sama di bidang infrastruktur, teknologi, dan energi. Diharapkan, kerja sama ini akan memberikan dampak positif bagi perekonomian Indonesia dan meningkatkan keterlibatan investor asing dalam berbagai sektor.

Pertemuan ini juga menjadi langkah strategis untuk memperluas jaringan bisnis dan memperkuat hubungan diplomatik antara dua negara. Dengan adanya kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta, diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih berkelanjutan dan inklusif.

Selain itu, presiden juga menekankan pentingnya membangun sistem investasi yang transparan dan aman. Hal ini dilakukan agar para investor merasa nyaman untuk berinvestasi di Indonesia dan membantu meningkatkan daya saing ekonomi nasional.

Dengan pertemuan ini, diharapkan dapat menjadi awal dari kerja sama yang lebih luas dan berkelanjutan antara Indonesia dan AS, terutama dalam hal pembangunan infrastruktur dan pengembangan sumber daya manusia.

Pos terkait