Prabowo Tawarkan Jadi Juru Damai, Dubes Iran Keragukan Kepastian

Aa1w63gi 3
Aa1w63gi 3

Penawaran Indonesia sebagai Juru Damai di Konflik Timur Tengah

Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, menyampaikan apresiasi terhadap niatan Presiden Prabowo Subianto untuk menjadi juru damai dalam konflik yang sedang berlangsung. Namun, ia tidak yakin bahwa langkah tersebut akan dapat segera terwujud. Hal ini dikarenakan adanya serangan yang dilakukan oleh Israel dan Amerika Serikat (AS) saat negosiasi masih berlangsung.

”Kami menghargai niat baik yang disampaikan oleh Pemerintah Republik Indonesia, tetapi sampai saat ini belum ada tindakan nyata terkait hal tersebut. Kami juga belum mengetahui apakah langkah seperti itu akan memiliki dampak atau pengaruh,” ujarnya saat menjawab pertanyaan dari awak media di Jakarta pada Senin (2/3).

Boroujerdi menekankan bahwa Iran akan sangat terbuka jika Pemerintah Indonesia ingin berkomunikasi lebih lanjut. Namun, ia tidak bisa memastikan apakah niatan Pemerintah Indonesia untuk memediasi konflik antara Iran, Israel, dan AS akan berhasil.

”Saya tidak bisa memberikan jawaban pasti dan tidak tahu apakah mediasi dapat mencapai hasil atau tidak. Saya juga tidak bisa menjawab apakah dalam situasi seperti ini mediasi bisa membuahkan hasil,” katanya.

Jika terjadi komunikasi antara pejabat Indonesia dengan Iran, Boroujerdi menjelaskan bahwa hal tersebut bukan berarti menunjukkan tanda-tanda akan adanya mediasi. Yang paling mungkin terjadi adalah pertukaran informasi antara Indonesia dan Iran, khususnya mengenai situasi terkini di Iran.

”Jadi, apabila dua pihak Iran dan Indonesia ingin melakukan interaksi dan komunikasi lebih lanjut untuk mengetahui update dan situasi terkini di Iran, hal tersebut sangat mungkin dilakukan dan dapat dilakukan. Tetapi, apakah mediasi dapat mencapai hasil atau tidak, saya tidak bisa berkomentar,” ujarnya.

Tanggapan Pemerintah Indonesia atas Gagalnya Perundingan AS dan Iran

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menawarkan diri untuk menjadi juru damai di tengah konflik antara Iran dengan Israel dan AS. Melalui akun media sosial @Kemlu_RI, Pemerintah Indonesia menyampaikan penyesalan atas gagalnya perundingan antara AS dan Iran. Kegagalan ini berdampak pada eskalasi militer di kawasan Timur Tengah.

”Indonesia sangat menyesalkan gagalnya perundingan antara AS dan Iran, yang telah berdampak pada eskalasi militer di kawasan Timur Tengah. Indonesia menyerukan seluruh pihak untuk menahan diri dan mengedepankan dialog serta diplomasi,” tulis Kemlu dalam unggahan di akun media sosial tersebut.

Masih dalam unggahan yang sama, Indonesia menekankan pentingnya menghormati kedaulatan dan integritas wilayah setiap negara. Pemerintah juga mendorong penyelesaian masalah secara damai. Presiden Prabowo menyatakan siap memfasilitasi dialog demi terciptanya kondisi keamanan yang lebih baik.

”Pemerintah Indonesia, dalam hal ini presiden Republik Indonesia, menyampaikan kesiapan untuk memfasilitasi dialog bagi terciptanya kembali kondisi keamanan yang kondusif. Apabila disetujui kedua belah pihak, presiden Indonesia bersedia bertolak ke Teheran untuk melakukan mediasi,” lanjut Kemlu.

Dampak Ketegangan di Timur Tengah

Lebih lanjut, Kemlu menyampaikan bahwa peningkatan ketegangan di Timur Tengah berpotensi mengganggu stabilitas kawasan serta perdamaian dan keamanan dunia. Karena itu, WNI di wilayah terdampak diimbau untuk tetap tenang, waspada, mengikuti arahan otoritas setempat, dan menjaga komunikasi dengan perwakilan Indonesia.

Pos terkait