Presiden Prabowo Subianto mengundang Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia ke Istana Merdeka Jakarta pada Senin (2/3). Pertemuan ini dilakukan untuk membahas perkembangan terkini terkait situasi geopolitik yang berkaitan dengan penutupan Selat Hormuz oleh Iran.
Bahlil menyebutkan bahwa langkah antisipatif sedang dibicarakan karena Selat Hormuz merupakan jalur strategis dalam distribusi minyak dunia. Ia menjelaskan bahwa setiap gangguan di kawasan tersebut berpotensi memicu lonjakan harga dan mengganggu stabilitas pasokan energi global.
“Karena ini kita antisipasi tentang pasokan minyak dunia, karena bagaimanapun kita masih melakukan impor sebesar 1 juta barel per hari,” ujar Bahlil kepada wartawan sebelum memasuki gerbang Istana.
Selain itu, Bahlil mengungkapkan bahwa Kementerian ESDM telah merencanakan rapat lanjutan dengan Dewan Energi Nasional pada Selasa (3/2). Mereka akan mendalami langkah strategis terkait potensi gangguan pasokan dan fluktuasi harga energi akibat dinamika geopolitik global.
Penutupan Selat Hormuz, BPS Paparkan Komoditas yang Kemungkinan Terdampak
Bahlil menyatakan bahwa stok nasional bahan bakar minyak (BBM) saat ini masih mencukupi untuk sekitar 20 hari ke depan. Ia menegaskan bahwa situasi geopolitik saat ini belum memicu dampak langsung terhadap rencana penyesuaian anggaran subsidi energi.
“Sampai hari ini tidak ada masalah. Tapi harga dunia akan terjadi koreksi ketika kondisi geopolitik terus memanas di Timur Tengah,” tambahnya.
Pemandangan udara dari pesisir Iran dan pulau Qeshm di Selat Hormuz (REUTERS/Stringer)
Bahlil juga menyebutkan bahwa tren kenaikan harga minyak global sudah terlihat saat ini. Berdasarkan data perdagangan berkala Bloomberg pada Senin (3/2), minyak mentah Brent melonjak sebesar 7,96% menjadi US$ 78,67 per barel. Sementara minyak West Texas Intermediate (WTI) naik 7,37% ke harga US$ 71,98 per barel.
“Perlahan-lahan sebagian sudah ada perubahan harga naik,” ujar Bahlil.
Sebelumnya, Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) dilaporkan mengerahkan pasukan untuk menutup Selat Hormuz di tengah memanasnya situasi kawasan Timur Tengah. Selat yang berada di selatan Iran itu merupakan jalur utama perdagangan minyak dunia.
Brigadir Jenderal IRGC Ibrahim Jabari mengatakan tidak ada kapal yang diizinkan melintas selama penutupan berlangsung. “Saat ini dilakukan penutupan Selat Hormuz oleh pasukan IRGC menyusul serangan terhadap Iran,” kata Jabari kepada media Lebanon Al-Mayadeen, Sabtu (28/2) waktu setempat.





