Presiden Prabowo Subianto Hadiri Indonesia-US Business Summit
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, hadir dalam acara Indonesia-US Business Summit pada Rabu (18/2/2026), di U.S. Chamber of Commerce, Amerika Serikat. Dalam pidatonya, Prabowo menyampaikan undangan kepada Amerika Serikat untuk berinvestasi di sektor pendidikan dan kesehatan.
“Bagi saya, pendidikan sangat penting. Saya sedang mendirikan 10 universitas baru. Tahun ini kami mulai membangun 500 sekolah berkualitas tinggi baru dengan bekerja sama dan mengundang institusi pendidikan asing untuk datang ke Indonesia,” ujar Prabowo.
Prabowo menekankan bahwa sejumlah perguruan tinggi di Inggris juga tertarik untuk bekerja sama dengan Indonesia di sektor pendidikan. Oleh karena itu, ia juga mengajak institusi pendidikan di Amerika Serikat untuk ikut serta dalam kerja sama tersebut.
“Saya baru saja kembali dari Inggris dan berbicara dengan universitas-universitas besar di sana, seperti Oxford, Cambridge, Imperial College, King’s College, University College London, dan lain-lain. Mereka sangat tertarik untuk datang ke Indonesia. Saya juga mengundang institusi Amerika untuk bekerja sama dengan kami di Indonesia,” kata dia.
Selain itu, Prabowo juga mengajak Amerika Serikat untuk berinvestasi di bidang kesehatan. Menurutnya, Indonesia masih menghadapi kekurangan ribuan dokter.
“Di bidang kesehatan, kami kekurangan 140 ribu dokter, sementara kami hanya meluluskan sekitar 10 ribu dokter per tahun. Itu berarti butuh 14 tahun untuk menutup celah tersebut kecuali ada upaya baru yang nyata. Itulah alasan saya menciptakan 10 universitas baru ini yang akan berbasis pada STEM (sains, teknologi, teknik, matematika) dan kedokteran,” jelas Prabowo.
Ia menambahkan bahwa di sektor kesehatan, terdapat peluang bagi Amerika Serikat. Contohnya, General Electric juga telah membangun peralatan medis di Indonesia, dan pemerintah Indonesia berharap perusahaan tersebut akan meningkatkan produksi mereka.
“Kami akan mendukungnya. Sempat ada kendala birokrasi, namun kami menyelesaikannya dengan sangat cepat,” ucap Prabowo.
Investasi di Pendidikan dan Kesehatan
Prabowo menjelaskan bahwa pihaknya sedang fokus pada pengembangan sistem pendidikan dan kesehatan nasional. Dengan membangun 500 sekolah berkualitas tinggi dan 10 universitas baru, pemerintah berharap dapat meningkatkan akses pendidikan dan kualitas sumber daya manusia di Indonesia.
Pendirian universitas-universitas baru ini tidak hanya bertujuan untuk memenuhi kebutuhan pendidikan masyarakat, tetapi juga untuk menciptakan pusat-pusat penelitian dan inovasi di berbagai bidang, termasuk sains, teknologi, teknik, dan matematika. Selain itu, fokus pada kedokteran juga merupakan langkah strategis untuk mengatasi kekurangan tenaga medis.
Peluang Kerja Sama dengan Negara Asing
Dalam pidatonya, Prabowo menegaskan bahwa pemerintah Indonesia siap menjadi tuan rumah yang baik bagi para investor asing. Ia menilai bahwa kerja sama dengan negara-negara maju seperti Amerika Serikat dan Inggris sangat penting dalam mempercepat pembangunan infrastruktur dan meningkatkan kualitas layanan publik.
Dengan adanya kerja sama ini, diharapkan dapat memberikan manfaat bagi rakyat Indonesia, terutama dalam hal akses pendidikan dan layanan kesehatan. Prabowo juga menekankan bahwa pemerintah akan terus memastikan lingkungan investasi yang stabil dan ramah bagi para pemangku kepentingan.
Kesimpulan
Melalui Indonesia-US Business Summit, Prabowo Subianto menunjukkan komitmen pemerintah Indonesia untuk terus membangun hubungan kerja sama dengan negara-negara mitra, terutama dalam sektor pendidikan dan kesehatan. Dengan visi yang jelas dan langkah-langkah konkret, Indonesia berkomitmen untuk menjadi negara yang lebih maju dan sejahtera.





