Prabowo Undang Menteri Bahas Perang Iran vs Israel-AS

Aa1whjlp 1
Aa1whjlp 1



Presiden Prabowo Subianto mengundang sejumlah menteri untuk menghadiri pertemuan di Istana Kepresidenan Jakarta. Pertemuan ini bertujuan untuk membahas dampak dari konflik yang sedang berlangsung antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat. Beberapa anggota kabinet yang hadir dalam pertemuan tersebut termasuk Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia serta Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan.

Saat tiba di Istana, Bahlil menyampaikan tujuan dari rapat tersebut. “Kemungkinan berkaitan dengan situasi terkini dan geopolitik,” ujarnya kepada para jurnalis. Ia menekankan pentingnya memantau situasi yang terjadi akibat konflik antara Iran dan negara-negara lain.

Bahlil secara khusus menyebutkan penutupan Selat Hormuz oleh Iran sebagai salah satu isu utama. Menurutnya, penutupan jalur distribusi minyak dunia tersebut perlu menjadi perhatian pemerintah Indonesia. “Karena bagaimanapun kita masih melakukan impor bahan bakar minyak sebelum Lebaran,” katanya.

Ia juga menyampaikan rencananya untuk menggelar rapat bersama Dewan Energi Nasional (DEN) guna membahas mitigasi terkait penutupan Selat Hormuz. “Besok saya akan menggelar rapat dengan DEN, setelah itu baru saya akan menyampaikan hasil analisis dan kajian dari DEN,” ujarnya.

Di sisi lain, Zulkifli Hasan, Menteri Koordinator Bidang Pangan, menjelaskan bahwa pertemuan ini membahas antisipasi terhadap potensi perang di Teluk Persia. “Antisipasi sektor pangan pasca-perang Timur Tengah,” ujarnya saat tiba di Istana.

Harga minyak dunia kembali melonjak pada perdagangan Senin, 2 Maret 2026, karena memanasnya konflik antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran. Lonjakan harga juga dipengaruhi oleh penutupan salah satu jalur vital perdagangan minyak global, yaitu Selat Hormuz, oleh Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC).

Mengutip data dari Trading Economics, harga minyak mentah Brent sempat melonjak hingga 12 persen pada pagi hari atau pembukaan perdagangan. Harga minyak mentah Brent menembus US$ 78,2 per barel, naik dibandingkan penutupan perdagangan 28 Februari yang tercatat US$ 72,8 per barel.

Sementara itu, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) meningkat menjadi sekitar US$ 71,9 per barel. Angka ini lebih tinggi dibanding penutupan perdagangan 28 Februari 2026 yang tercatat US$ 67,2 per barel.

Ketegangan di Timur Tengah memuncak setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan agresi gabungan terhadap Iran pada Sabtu, 28 Februari 2026. Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa serangan tersebut menewaskan pimpinan tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

Iran merespons dengan meluncurkan gelombang rudal dan drone ke Israel serta beberapa pangkalan militer di Timur Tengah tempat pasukan AS beroperasi. Situasi konflik belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Dilaporkan oleh Daily Mail, 2 Maret 2026, Donald Trump menyatakan kemungkinan perang dengan Iran bisa berlangsung selama empat minggu ke depan.

Ilona Estherina berkontribusi dalam penulisan artikel ini.

Pos terkait