Perdamaian Antara Iran dan Amerika Serikat, Harapan dari Presiden RI
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyampaikan harapan besar terhadap perdamaian antara Iran dan Amerika Serikat. Pernyataan tersebut disampaikan setelah terjadinya serangan masif yang dilakukan oleh Amerika Serikat bersama Israel terhadap Iran. Prabowo menekankan pentingnya dialog dan diplomasi sebagai solusi untuk menghindari konflik yang lebih besar.
Dalam pernyataannya, Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Indonesia mengimbau semua pihak untuk menjunjung jalur diplomasi dan menahan diri. “Indonesia menyerukan kepada semua pihak untuk menahan diri dan memprioritaskan dialog dan diplomasi,” demikian pernyataan resmi yang dikeluarkan melalui akun media sosial X.
Selain itu, pemerintah Indonesia menawarkan bantuan dalam memfasilitasi dialog antara Iran dan Amerika Serikat. “Pemerintah Indonesia menyatakan kesediaannya untuk memfasilitasi dialog guna memulihkan kondisi keamanan yang kondusif. Jika disetujui oleh kedua belah pihak, Presiden Indonesia siap untuk melakukan perjalanan ke Teheran untuk melaksanakan mediasi,” tambah pernyataan tersebut.
Namun, tawaran ini direspons dengan nada pesimis oleh Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi. Ia mengucapkan terima kasih atas inisiatif Indonesia dan mengapresiasi komitmen pemerintah dalam memfasilitasi usai serangan yang terjadi.
Meski begitu, Iran tetap berpandangan bahwa hingga saat ini belum ada mediasi atau perundingan yang benar-benar berdampak signifikan. “Kami meyakini bahwa saat ini tidak ada negosiasi dan perundingan apa pun dengan pemerintah Amerika yang akan berguna, karena mereka tidak terikat dan tidak patuh pada hasil apa pun,” ujar Boroujerdi dalam jumpa pers di Menteng, Jakarta Pusat, Senin (2/3/2026).
Boroujerdi juga berharap negara-negara Islam dapat menilai serangan AS dan Israel terhadap Iran sebagai tindakan ilegal dan memberikan dukungan keras kepada Iran. Ia menyarankan agar negara-negara tersebut mendukung Iran melalui mekanisme organisasi internasional seperti Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Selain itu, ia menekankan pentingnya menjalankan kampanye “Katakan Tidak pada Perang” dan menolak segala bentuk peperangan di seluruh dunia. “Kita harus menunjukkan penentangan kita terhadap segala jenis peperangan,” tegas dia.
Tawaran Mediasi dan Reaksi dari Iran
Tawaran mediasi dari Presiden Prabowo Subianto menjadi langkah penting dalam upaya menciptakan perdamaian antara Iran dan Amerika Serikat. Namun, reaksi dari pihak Iran menunjukkan keraguan terhadap efektivitas mediasi yang ditawarkan.
Beberapa hal yang menjadi fokus dalam diskusi ini adalah:
- Peran Indonesia sebagai mediator: Indonesia menawarkan bantuan dalam memfasilitasi dialog antara dua negara yang sedang berselisih. Ini menunjukkan posisi netral dan ingin menjaga stabilitas regional.
- Kepercayaan terhadap proses diplomatik: Meskipun Iran mengungkapkan ketidakpercayaan terhadap kemungkinan adanya perundingan yang efektif, mereka tetap menghargai inisiatif dari Indonesia.
- Dukungan dari negara-negara Islam: Iran berharap negara-negara Islam dapat membantu dengan cara-cara tertentu, baik melalui organisasi internasional maupun kampanye anti-perang.
Langkah Selanjutnya
Pemimpin Iran menegaskan bahwa mereka masih percaya pada upaya-upaya lain untuk menyelesaikan konflik. Mereka berharap agar dunia lebih proaktif dalam mengambil sikap terhadap tindakan-tindakan yang dianggap ilegal.





