Pramono Anung Waspadai Dampak Konflik AS-Iran, Harga Jakarta Memburuk

110424629 Mediaitem110424145 14
110424629 Mediaitem110424145 14

Gubernur DKI Jakarta Mengingatkan Dampak Konflik Global terhadap Harga Barang dan Jasa

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengingatkan masyarakat tentang potensi dampak konflik antara Amerika Serikat-Israel dan Iran terhadap harga barang dan jasa di Jakarta. Ia menekankan bahwa jika perang berlangsung lama, efeknya bisa merambat ke rantai pasok dan memengaruhi harga kebutuhan pokok.

“Karena supply chain-nya ini kan melalui Selat Hormuz yang di situ hampir 30 persen lebih minyak dunia itu selalu melewati selat ini, termasuk juga barang-barang yang lain,” ujarnya saat ditemui di Sarinah, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (2/3/2026).

“Maka kalau kemudian ini ditutup, pasti dampaknya supply chain-nya menjadi semakin panjang, ongkos perjalanan untuk barang tersebut menjadi lebih mahal, dan dampaknya kepada harga pasti akan terdampak,” tambahnya.

Dampak Jalur Strategis Selat Hormuz

Pramono secara khusus menyebutkan jalur strategis energi dunia, yaitu Selat Hormuz yang kini ditutup oleh Iran. Menurutnya, jalur tersebut menjadi kunci distribusi minyak dan barang global. Jika distribusi terganggu, biaya logistik akan meningkat dan harga barang berpotensi naik, termasuk di Jakarta.

“Sehingga dengan demikian saya berharap bahwa perang ini tidak berlangsung lama,” ujarnya.

Jakarta Siapkan Skenario Krisis

Untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk, Pramono mengaku telah memberi arahan kepada jajaran BUMD agar selalu siap menghadapi situasi krisis. Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) pun bakal menjadi andalan Pemprov DKI untuk menuntaskan masalah tersebut.

“Untuk Jakarta sendiri karena kita mempunyai infrastruktur dan kemudian BUMD yang ada, saya menyampaikan kepada jajaran BUMD untuk kita selalu berpikir tentang krisis,” tuturnya.

“Sehingga dengan demikian kalau ada kekurangan misalnya produk-produk tertentu, maka kita harus mempersiapkan untuk itu,” tambahnya menjelaskan.

Ia mencontohkan langkah konkret yang sudah dilakukan Pemprov saat menghadapi Ramadan dan Idul Fitri. “Seperti ketika kita menghadapi Lebaran kali ini, kemarin kita mendatangkan sapi dalam kuota untuk tahun ini 7.500, 2.000 kita datangkan di saat menghadapi Ramadhan dan juga Idul Fitri. Ini cara kita untuk supaya harga daging tidak mengalami kenaikan, dan alhamdulillah sampai hari ini tidak mengalami kenaikan,” tuturnya.

Harapan Konflik Tak Berlarut

Pramono menegaskan, stabilitas harga sangat bergantung pada situasi global. Karena itu, ia berharap konflik tidak berkepanjangan agar efek ekonomi tidak meluas.

“Saya sebagai Gubernur Jakarta berharap agar perang ini tidak berlangsung lama,” kata Pramono.

Dengan kondisi geopolitik yang dinamis, Pemprov DKI memilih bersiap lebih awal agar gejolak global tidak langsung menghantam daya beli masyarakat ibu kota.




Pos terkait