Prancis, Jerman, dan Inggris Siap Bertindak Defensif terhadap Iran

Aa1xl4nu
Aa1xl4nu



JAKARTA – Tiga pemimpin negara Prancis, Jerman, dan Inggris menyatakan siap mengambil tindakan “defensif” terhadap Iran untuk melindungi kepentingan mereka serta sekutu. Pernyataan ini disampaikan setelah Iran melakukan serangan rudal yang dianggap tidak proporsional terhadap beberapa negara di kawasan.

Serangan tersebut mengejutkan pihak ketiga negara karena menargetkan negara-negara yang tidak terlibat langsung dalam operasi militer awal AS dan Israel. Mereka menilai serangan tanpa pertimbangan ini mengancam personel militer dan warga sipil di seluruh wilayah.

Dalam pernyataannya, ketiga negara mengecam tindakan Iran dan meminta agar serangan segera dihentikan. Mereka juga menyatakan akan mengambil langkah-langkah untuk membela kepentingan mereka dan sekutu. Tindakan defensif yang diperlukan dan proporsional bisa menjadi opsi yang diambil, termasuk menghancurkan kemampuan Iran dalam menembakkan rudal dan drone.

Selain itu, ketiga negara sepakat bekerja sama dengan AS dan sekutu di kawasan untuk menghentikan situasi yang semakin memburuk. Diketahui bahwa Iran telah melakukan rangkaian serangan rudal dan drone terhadap beberapa negara Teluk. Mereka menyatakan bahwa tujuan serangan adalah pangkalan militer AS.

Serangan balasan dari Iran dilakukan setelah negara tersebut dihantam oleh serangan rudal AS-Israel sejak Sabtu lalu. Beberapa lokasi seperti pangkalan militer multinasional di dekat Arbil, Irak utara, serta kamp tentara Jerman di timur Yordania, dilaporkan terkena dampak serangan tersebut.

Juru bicara tentara Jerman mengonfirmasi laporan media tentang serangan tersebut. Sementara itu, Garda Revolusi Iran mengumumkan serangan “skala besar” pada Minggu, di mana ledakan terdengar di berbagai kota seperti Riyadh, Dubai, Abu Dhabi, Doha, Manama, Yerusalem, dan Tel Aviv.

Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan bahwa pembunuhan Khamenei merupakan “deklarasi perang terhadap Muslim”. Ia juga memperingatkan hak sah untuk membalas dendam terhadap para pelaku dan dalang kejahatan bersejarah tersebut.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan kepada saluran berita AS ABC News bahwa negaranya akan membela diri dengan cara apa pun. Ia menekankan bahwa tidak ada batasan bagi Iran dalam melindungi rakyatnya dan memastikan keamanan mereka.

Pos terkait