Memasuki 12 Ramadhan 2026, Fokus pada Ibadah di 10 Malam Terakhir
Tak terasa sudah memasuki 12 Ramadhan 2026. Di tengah perjalanan menuju 10 malam terakhir, umat Islam dianjurkan untuk meningkatkan ibadahnya, terutama dalam mengingat malam Lailatul Qadar. Malam ini memiliki keistimewaan yang sangat penting bagi umat Muslim, karena merupakan malam yang penuh berkah dan keberkahan.
Di 10 malam terakhir Ramadhan, umat Islam biasanya semakin giat dalam beribadah. Terlebih lagi di malam-malam ganjil, seperti 21, 23, 25, 27, dan 29. Namun, Buya Yahya menekankan bahwa malam Lailatul Qadar pada Ramadhan 2026 (1447 H) dirahasiakan oleh Allah. Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan untuk fokus pada ibadah penuh tanpa terlalu sibuk mencari tanda-tandanya.
Buya Yahya menekankan agar tidak mengkhususkan satu malam saja, melainkan menghidupkan seluruh 10 malam terakhir dengan i’tikaf dan amal ibadah. Dengan begitu, setiap malam bisa menjadi kesempatan untuk mendapatkan keberkahan dari Allah.
Pendapat Ulama tentang Waktu Turunnya Lailatul Qadar
Ustadz Abdul Somad atau UAS dalam ceramahnya menjelaskan bahwa terdapat banyak pendapat ulama tentang prediksi turunnya malam Lailatul Qadar. Beberapa pendapat tersebut didasarkan pada dalil-dalil, antara lain:
-
Pada 17 Ramadan: Ada yang mengatakan malam Lailatul Qadar jatuh pada malam ke-17 Ramadan, berdasarkan firman Allah SWT:
“Al Qur’an diturunkan kepada hamba Kami pada malam Furqon.”
Hal ini disampaikan oleh UAS dalam ceramahnya. -
Pada 10 hari terakhir Ramadan: Sebagian ulama berpendapat bahwa malam Lailatul Qadar terjadi di 10 hari terakhir bulan Ramadhan. Hal ini didasarkan pada hadis:
“Carilah malam Lailatul Qadar di malam ganjil dari sepuluh terakhir bulan Ramadhan.” (HR. Imam Bukhari).
Selain itu, hadis lain menyebutkan bahwa Nabi Muhammad SAW bersungguh-sungguh dalam beribadah di 10 hari terakhir bulan Ramadhan. Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata:
“Dahulu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersungguh-sungguh di 10 terakhir di bulan Ramadhan lebih dari pada bersungguh-sungguhnya beliau di hari-hari lainnya.” (HR. Muslim dan Ahmad).
Doa dan Amalan untuk Mendapatkan Keberkahan Lailatul Qadar
Rasulullah SAW pernah mengajarkan doa yang dibaca untuk dapat merasakan keberkahan malam Lailatul Qadar. Doa tersebut adalah:
“Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu anna” (Ya Allah, sesungguhnya Engkau maha pemaaf mencintai kemaafan, maka maafkanlah aku). Doa ini diriwayatkan oleh Ibnu Majah dan dishahihkan oleh Al Albani.
Amalan sunah yang dilakukan oleh Nabi SAW di 10 hari terakhir bulan Ramadhan adalah shalat malam, terutama shalat Tahajud. Shalat Tahajud merupakan salah satu shalat yang paling utama setelah shalat lima waktu. Niat salat Tahajud adalah:
“Ushollii sunnatat tahajjudi rak’ataini lillaahi ta’aalaa” (Aku niat shalat sunat tahajud dua rakaat karena Allah Ta’ala).
Tata Cara dan Doa Salat Tahajud
Salat Tahajud dikerjakan sedikitnya dua rakaat satu salam. Setelah salam, disunnahkan membaca wirid, tasbih, tahmid, takbir, sholawat, istigfar, dan doa salat tahajud. Doa iftitah yang sering dibaca adalah:
“Allahumma lakal hamdu…”. Doa ini merujuk pada riwayat Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu dan diriwayatkan oleh Muslim, Ibnu Majah, dan Ahmad.
Kesimpulan
Malam Lailatul Qadar merupakan momen yang sangat istimewa dalam bulan Ramadhan. Meskipun waktu pastinya dirahasiakan oleh Allah, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amalan, khususnya di 10 malam terakhir. Dengan menjalankan ibadah secara konsisten dan penuh keyakinan, umat Islam akan mendapatkan keberkahan dan kemuliaan dari Allah SWT.





