Laga Kritis PSM Makassar vs Persita Tangerang
Pertandingan pekan ke-24 Super League 2025/2026 akan menjadi laga yang penuh tekanan ketika PSM Makassar menjamu Persita Tangerang. Laga ini dijadwalkan berlangsung di Stadion Gelora BJ Habibie, Parepare, pada Senin (2/3/2026) pukul 20.30 WIB dan akan disiarkan langsung oleh Indosiar serta Vidio.
Baik PSM maupun Persita datang dalam kondisi yang kurang ideal. Kedua tim tengah menghadapi tren negatif dan kesulitan untuk menemukan konsistensi dalam performa mereka. Namun, tekanan lebih besar dirasakan oleh PSM Makassar karena posisinya di klasemen belum sepenuhnya aman.
PSM Makassar saat ini menempati peringkat ke-13 dengan 23 poin dari 23 laga. Jarak antara PSM dan zona degradasi hanya lima poin. Jika tidak mampu meraih hasil maksimal, ancaman untuk terjebak di papan bawah semakin nyata. Penurunan performa Juku Eja terlihat jelas dalam sembilan pertandingan terakhir. Mereka hanya mampu meraih satu kemenangan, sementara sisanya diwarnai hasil imbang dan kekalahan.
Produktivitas gol menjadi masalah utama bagi PSM. Dalam sembilan pertandingan terakhir, mereka hanya mencetak empat gol. Catatan ini tentu menjadi tugas berat bagi pelatih Tomas Trucha. Masalah lain yang tak kalah krusial adalah performa kandang. Dari 11 laga di Parepare musim ini, PSM hanya dua kali menang. Lima hasil imbang dan empat kekalahan menunjukkan bahwa Stadion Gelora BJ Habibie belum sepenuhnya menjadi benteng kokoh.
Di sisi lain, Persita Tangerang juga mengalami penurunan signifikan. Sempat bersaing di papan atas, Pendekar Cisadane kini turun ke posisi ketujuh dengan 35 poin. Performa mereka menurun drastis pada putaran kedua. Dari enam laga terakhir, Persita hanya meraih satu kemenangan. Empat kekalahan dan satu hasil imbang membuat mereka kehilangan momentum.
Sama seperti PSM, lini depan Persita menjadi sumber masalah. Mereka hanya mampu mencetak tiga gol dalam enam pertandingan terakhir. Bahkan, mereka sempat mengalami empat laga beruntun tanpa gol. Hal ini menunjukkan bahwa efektivitas di lini depan masih menjadi tantangan besar bagi Persita.
Secara taktik, PSM diperkirakan tetap mengandalkan formasi 4-3-3 dengan trio lini depan Rizky Eka Pratama, Luka Cumic, dan Sheriddin Boboev. Sementara Persita kemungkinan turun dengan skema 4-2-3-1 yang bertumpu pada kreativitas Rayco Rodriguez dan ketajaman Matheus Alves di lini depan.
Melihat kondisi kedua tim, laga ini berpotensi berjalan ketat dan minim gol. PSM akan mencoba tampil lebih agresif demi menjauh dari zona merah, sementara Persita tentu tak ingin kembali kehilangan poin. Dengan produktivitas yang sama-sama belum stabil, hasil imbang tampaknya menjadi skenario paling realistis.
Skor 1-1 bisa menjadi gambaran akhir pertandingan jika kedua tim tak mampu meningkatkan efektivitas penyelesaian akhir. Pertandingan ini akan menjadi ujian berat bagi kedua kubu, terutama bagi PSM yang membutuhkan kemenangan untuk mengamankan posisinya di klasemen.





