Presiden Iran ke-6 Ahmadinejad Tewas Dihancurkan Rudal Israel, Pernah Heboh dengan Jas Sobek

1de17020 804f 11ef B7ce 7bc24e72fab5.jpg 12
1de17020 804f 11ef B7ce 7bc24e72fab5.jpg 12

Profil Mahmoud Ahmadinejad

Mahmoud Ahmadinejad adalah tokoh penting dalam sejarah Iran. Ia lahir dengan nama asli Mahmoud Saborjhian pada 28 Oktober 1956 di desa Aradan, dekat Garmsar, Iran. Sebagai anak keempat dari tujuh bersaudara, ayahnya, Ahmad Saborjhian, adalah seorang pandai besi. Pada tahun 1957, keluarganya pindah ke Teheran dan mengganti nama keluarga menjadi Ahmadinejad.

Ahmadinejad menyelesaikan pendidikannya di Universitas Sains dan Teknologi Iran (IUST) pada 1976 dengan studi teknik sipil. Selama masa mahasiswa, ia aktif dalam organisasi dan bahkan menjadi bagian dari aksi demonstrasi selama Revolusi Iran pada 1978-1979. Ia juga bergabung dengan Korps Garda Revolusi Islam Iran dan turut dalam Perang Irak Iran (1980-1988).

Setelah menyelesaikan tugas militer, Ahmadinejad melanjutkan pendidikannya di IUST dan meraih gelar doktor dalam bidang teknik dan perencanaan transportasi. Pada 1989, ia kembali menjadi pengajar di kampus tersebut.

Terjun ke Politik

Ahmadinejad mulai terlibat dalam dunia politik setelah ditunjuk sebagai gubernur di kota Maku dan Khoy, Provinsi Azerbaijan Barat. Pada 1993, ia menjadi penasihat di kementerian kebudayaan dan pendidikan tinggi. Kemudian, pada 1997, ia kembali menjadi pengajar di IUST setelah menjabat sebagai gubernur Provinsi Ardabil.

Ahmadinejad membantu berdirinya partai Pengembang Islam Iran yang ingin menyatukan faksi konservatif. Partai ini memenangkan pemilihan dewan kota di Teheran pada Februari 2003. Selanjutnya, dewan kota menunjuk Ahmadinejad sebagai wali kota. Selama menjabat, ia dipuji karena berhasil mengatasi masalah lalu lintas dan menekan harga.

Beberapa kebijakan yang diambilnya termasuk menutup restoran cepat saji ala Barat, menutup papan reklame dengan referensi Barat, serta menganjurkan pemisahan lift untuk laki-laki dan perempuan. Ia juga memerintahkan para pegawai pemerintahan kota untuk memelihara jenggot dan mengenakan kemeja lengan panjang.

Menjadi Presiden Iran

Pada 2005, Ahmadinejad mencalonkan diri sebagai presiden dengan dukungan penuh dari para pemimpin konservatif. Ia menawarkan pendekatan yang merakyat dan berjanji mengatasi kemiskinan dan ketidakadilan sosial. Di mata internasional, ia dikenal atas sikap kerasnya terhadap program nuklir Iran.

Dalam pidatonya di hadapan PBB pada 2005, ia menyatakan keinginan Iran untuk mengembangkan teknologi nuklir yang diklaim bertujuan damai. Pada April 2007, Iran mengumumkan produksi bahan bakar nuklir dalam skala industri, yang berujung pada sanksi internasional.

Selama masa jabatannya, Ahmadinejad tetap menampilkan dirinya sebagai presiden yang merakyat. Ia ingin tinggal di rumah sendiri daripada di istana kepresidenan hingga akhirnya dibujuk oleh penasihat keamanan. Setelah menempati istana, ia mengganti perabotan dan karpet mahal dengan yang lebih murah.

Akhir Masa Jabatan

Pada 2011, terjadi konfrontasi antara Ahmadinejad dengan Ayatollah Ali Khamenei. Konflik ini berkembang menjadi perebutan dukungan publik. Pada Maret 2012, dia dipanggil Badan Legislatif Iran yang mempertanyakan kebijakan dan perselisihannya dengan pemimpin tertinggi.

Menurunnya dukungan terhadap Ahmadinejad juga terjadi dalam pemilihan legislatif hingga akhirnya masa jabatannya usai pada Agustus 2013 dan digantikan oleh Hassan Rouhani.

Tewas dalam Serangan Rudal Israel

Media Iran melaporkan bahwa Mahmoud Ahmadinejad (69) tewas dalam serangan udara gabungan Israel–AS pada Sabtu (28/2/2026) malam. Kediamannya di kawasan Narmak, timur laut Teheran, menjadi target serangan. Media pro-pemerintah Iran mengklaim Ahmadinejad meninggal bersama para pengawalnya.

Laporan internasional menyebutkan serangan terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dengan AS dan Israel. Pengawal Mahmoud Ahmadinejad yang tewas adalah Mehdi Mokhtari, Mostafa Azizi, dan Hassan Masjedi. Video yang beredar menunjukkan kerusakan di lokasi tersebut.




Pos terkait