Pria Depok Kena Macet di Ritsleting, Minta Bantuan Damkar

Aa1xku9h
Aa1xku9h



Seorang pria berusia 43 tahun berhasil diselamatkan oleh petugas Damkar setelah alat kelaminnya terjepit ritsleting celana. Peristiwa ini terjadi di Kecamatan Cimanggis, Depok, Jawa Barat. Korban mengalami kejadian tersebut saat baru bangun tidur dan ingin buang air kecil. Namun, tanpa menyadari, alat vitalnya tersangkut dalam ritsleting celana yang dipakainya.

Peristiwa ini terjadi pada pukul 08.30 WIB, Sabtu (28/2). Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Depok menerima laporan tentang kondisi darurat yang dialami korban. Proses penyelamatan berlangsung dengan aman, meskipun korban sempat mengalami rasa sakit yang cukup hebat hingga terdengar jeritan selama penanganan.

Menurut Plt Kabid Pengendalian Operasional Kebakaran dan Penyelamatan Damkar Depok, Tesy Haryati, korban meminta bantuan karena alat kelaminnya terjepit setelah buang air kecil. “Korban seorang bapak berusia 43 tahun. Kelamin pria tersebut terjepit sehabis buang air kecil sehingga meminta bantuan petugas Damkar untuk melepaskannya,” ujarnya.

Petugas Damkar menggunakan alat seperti helm, sarung tangan lateks, dan gunting untuk membantu proses penyelamatan. Lima personel Damkar Depok terlibat dalam operasi ini. Selama proses berlangsung, korban merasa kesakitan dan panik. Beruntung, tidak ada luka serius yang dialami korban.

Faktor Celana Sempit dan Perut Buncit

Tesy Haryati menjelaskan bahwa korban dalam kondisi mengantuk saat kejadian. “Baru bangun tidur masih dalam keadaan mengantuk. Setelah buang air kecil, pelapor memakai celana dalam dan tidak sadar menaikkan ritsleting hingga alat kelaminnya ikut terjepit. Diduga karena faktor celana yang sempit dan kondisi perut yang buncit,” ujar Tesy.

Dari pengamatan petugas, celana yang digunakan korban sangat ketat dan tidak nyaman. Hal ini memperparah situasi, sehingga membuat alat kelaminnya tersangkut dalam ritsleting. Selain itu, kondisi perut yang buncit juga menjadi faktor yang memperkuat kemungkinan terjepitnya alat vital korban.

Langkah Pencegahan dan Imbauan

Tesy Haryati memberikan imbauan kepada masyarakat agar lebih waspada dalam mengenakan pakaian, terutama celana yang terlalu ketat. “Diimbau kepada masyarakat, segera hubungi 112 untuk kejadian kegawatdaruratan,” tambahnya.

Proses penyelamatan ini menunjukkan pentingnya kesadaran masyarakat akan bahaya yang bisa terjadi akibat kesalahan dalam penggunaan pakaian. Terlebih lagi, situasi seperti ini bisa terjadi kapan saja, terutama bagi mereka yang kurang memperhatikan kebersihan dan kenyamanan pakaian.

Kesimpulan

Kejadian ini menjadi peringatan bagi semua orang untuk lebih memperhatikan cara mengenakan pakaian, terutama celana yang terlalu ketat atau tidak nyaman. Selain itu, pentingnya respons cepat dari petugas darurat juga menjadi hal yang patut diperhatikan.

Masyarakat diimbau untuk selalu siap dan tanggap dalam menghadapi keadaan darurat. Dengan demikian, risiko cedera atau kecelakaan dapat diminimalisir.

Pos terkait