Kecelakaan Maut di Kali Bayongbong, Seorang Pria Tenggelam dan Ditemukan dalam Keadaan Meninggal Dunia
Seorang pria bernama Wisnu Oktavia (27), warga Kampung Grojog RT 02 RW 06, Desa Pasir Kupa, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Lebak, ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam di Kali Bayongbong, Jalan Ciptayasa, Kecamatan Pontang, Kabupaten Serang, Banten, pada Minggu (1/3/2026) malam.
Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Banten menerima laporan adanya satu orang dalam kondisi membahayakan manusia (KMM) yang diduga tenggelam di Kali Bayongbong. Menindaklanjuti laporan tersebut, pada pukul 20.45 WIB Tim Rescue dari KPP Banten diberangkatkan menuju lokasi kejadian. Jarak tempuh dari Kantor SAR Banten ke lokasi sekitar 18,29 kilometer dengan waktu tempuh kurang lebih 45 menit.
Tim SAR tiba di lokasi pada pukul 21.50 WIB dan langsung berkoordinasi dengan unsur SAR gabungan untuk melaksanakan operasi pencarian. Kasubsie Siaga dan Operasi KPP Banten, Rizky Dwianto, menjelaskan bahwa pencarian dilakukan di sekitar lokasi kejadian perkara (LKP) menggunakan metode ESAR.
“Pencarian dilakukan di sekitar lokasi kejadian perkara (LKP) dengan menggunakan metode ESAR. Pada pukul 22.10 WIB, tim SAR gabungan berhasil menemukan korban sejauh kurang lebih 20 meter dari LKP. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia,” ujar Rizky Dwianto dalam keterangannya, Senin (2/3/2026).
Selanjutnya, korban dievakuasi dan dibawa ke rumah duka menggunakan ambulans Puskesmas Pontang untuk kemudian diserahterimakan kepada pihak keluarga. “Setelah korban ditemukan, pada pukul 22.30 WIB dilaksanakan debriefing bersama seluruh unsur yang terlibat. Dengan ditemukannya korban, operasi SAR diusulkan untuk ditutup dan seluruh unsur SAR gabungan dikembalikan ke kesatuannya masing-masing. Kami mengucapkan terima kasih atas sinergi dan kerja sama yang telah dilakukan,” katanya.
Unsur SAR yang terlibat dalam operasi ini antara lain Kantor SAR Banten, Polres Kabupaten Serang, Polsek Pontang, MDMC Kabupaten Serang, Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Serang, serta masyarakat setempat. Adapun kondisi cuaca saat pelaksanaan operasi dilaporkan berawan dan relatif mendukung proses pencarian hingga korban berhasil ditemukan.
Proses Penyelamatan yang Dilakukan
Operasi penyelamatan yang dilakukan oleh tim SAR membutuhkan koordinasi yang sangat baik antara berbagai instansi dan komunitas lokal. Berikut adalah beberapa langkah utama yang dilakukan:
- Penerimaan laporan: KPP Banten menerima informasi tentang kejadian tenggelam dan segera merespons.
- Pengiriman tim rescue: Tim SAR diberangkatkan ke lokasi kejadian setelah menerima laporan.
- Penyisiran area: Pencarian dilakukan di sekitar lokasi kejadian menggunakan metode ESAR.
- Pengenalan lokasi korban: Korban ditemukan sejauh 20 meter dari lokasi kejadian.
- Evakuasi korban: Korban dievakuasi ke rumah duka menggunakan ambulans.
- Debriefing: Setelah korban ditemukan, dilakukan debriefing untuk mengevaluasi proses operasi.
Peran Berbagai Instansi dalam Operasi SAR
Banyak instansi dan organisasi yang turut serta dalam operasi penyelamatan ini, termasuk:
- Kantor SAR Banten: Bertanggung jawab atas koordinasi dan pengambilan keputusan selama operasi.
- Polres Kabupaten Serang: Bantu dalam pengamanan dan koordinasi lapangan.
- Polsek Pontang: Terlibat dalam proses pencarian dan pemantauan situasi.
- MDMC Kabupaten Serang: Memberikan bantuan logistik dan sumber daya.
- Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Serang: Menyediakan alat dan tenaga untuk evakuasi.
- Masyarakat setempat: Bekerja sama dalam mencari dan memberikan informasi penting.
Kondisi Cuaca Selama Operasi
Kondisi cuaca saat operasi berlangsung tercatat sebagai berawan, yang cukup mendukung proses pencarian. Hal ini memungkinkan tim SAR bekerja secara efektif tanpa terganggu oleh cuaca buruk.





