Korban Pencurian Modus Hipnotis oleh Pria yang Mengaku Polisi
Seorang tukang ojek pangkalan menjadi korban aksi pencurian dengan modus hipnotis yang dilakukan oleh seorang pria mengaku sebagai anggota polisi di wilayah Kecamatan Makasar, Jakarta Timur. Kejadian ini terjadi pada Jumat (27/2/2026) sekitar pukul 20.30 WIB.
Korban kehilangan sepeda motor jenis matic berpelat B 5449 TBS setelah ditipu oleh pelaku yang mengaku sebagai anggota Polda Metro Jaya. Menurut keterangan dari petugas keamanan SPBU, Agus, kejadian bermula ketika pelaku berpura-pura menggunakan jasa korban dari depan Asrama Haji Pondok Gede.
“Infonya naik dari depan terminal asrama haji, terus menurut keterangan korban dia sempat diminta antar pelaku ke Polsek Makasar,” kata Agus di Makasar, Jakarta Timur, Senin (2/3/2026).
Merujuk pada keterangan korban, saat kejadian pelaku sempat berpura-pura masuk ke dalam Polsek Makasar untuk membuat korban percaya bahwa dia merupakan anggota Polri. Dari Polsek Makasar, pelaku kemudian meminta korban untuk mengantarkannya ke SPBU di Jalan Pusdiklat Depnaker. Saat itu, pelaku mengaku sebagai Kepala Satuan (Kasat) Narkoba.
“Pada saat kejadian pelaku datang ke SPBU mengaku dari Kasat Narkoba Polda Metro Jaya. Kemudian saya langsung koordinasi dengan komandan (keamanan SPBU) saya,” ujarnya.
Namun, saat Agus sedang menemui pimpinannya tersebut, pelaku bersama korban meninggalkan lokasi menuju wilayah Kramat Jati. Dalam perjalanan, pelaku menggasak motor korban.
Berdasarkan keterangan korban, pelaku berdalih meminjam sepeda motor untuk digunakan mengejar pelaku penyalahguna narkotika, lalu meninggalkan korban di tepi Jalan Langgar, Kramat Jati. Butuh beberapa saat bagi korban hingga akhirnya memperoleh kesadaran kembali saat ditinggalkan pelaku di tepi jalan, hingga akhirnya sadar bahwa sepeda motornya raib digasak pelaku.
“Korban besok harinya Sabtu (28/2) ke sini, menanyakan ke saya kenal dengan pelaku atau tidak. Saya bilang tidak kenal, saya baru lihat. Dia cerita dihipnotis, motornya dibawa kabur pelaku,” tuturnya.
Atas kejadian yang dialami korban, kasus ini sudah dilaporkan ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polsek Kramat Jati. Saat ini, kasusnya sedang dalam penyelidikan oleh jajaran Unit Reskrim.
Kanit Reskrim Polsek Kramat Jati, AKP Fadholi, mengatakan berdasarkan penyelidikan sementara, pelaku beraksi dengan modus menggunakan jasa korban dan bersedia membayar tinggi. “Mengaku sebagai Kasat Narkoba Polda Metro Jaya sedang menangkap pelaku narkoba. Saat pelaku dijanjikan pelaku membayar ongkos ojek kepada korban sebesar Rp300 ribu,” kata Fadholi.
Hingga kini, jajaran Unit Reskrim Polsek Kramat Jati masih berupaya mengidentifikasi identitas dan keberadaan pelaku berdasarkan keterangan korban, serta bukti rekaman CCTV. “Masih dilakukan pencarian, sudah dua saksi diperiksa,” lanjut Fadholi.





