Pria yang Antar Lansia Sebelum Ditemukan Tewas di Bandar Lampung

Pria Lansia Di Bali Ditemukan Tewas Di Sungai 2
Pria Lansia Di Bali Ditemukan Tewas Di Sungai 2

Identifikasi Sosok Pria yang Mengantar Korban Sebelum Meninggal

Pada suatu peristiwa yang mengejutkan, seorang pria lansia bernama Hindrajaja (61) ditemukan meninggal dalam kondisi kepala terbungkus plastik di sebuah indekos Jalan Untung Suropati, Bandar Lampung. Kasus ini memicu penelitian mendalam oleh pihak kepolisian, termasuk penggunaan tim Laboratorium Forensik (Labfor) Mabes Polri untuk mengungkap penyebab kematian yang tidak wajar tersebut.

Sosok pria yang mengantar korban sebelum ditemukan meninggal akhirnya terungkap. Ia adalah Amin Ade Saputra (44), warga Sindang Liwa, Sidosari, Kecamatan Natar, Lampung Selatan. Amin menjelaskan bahwa ia bertemu dengan Hindrajaja di depan TK Amarta Tani atau di samping Kantor Kecamatan Labuhan Ratu. Saat itu, Amin memberi tahu bahwa ia menawarkan jasa ojek kepada korban, tetapi Hindrajaja menolak.

Amin mengatakan bahwa korban kehilangan handphone dan kemudian meminta bantuan untuk pergi ke minimarket. Ia mengantarkan korban menggunakan motor Jupiter. Setelah itu, korban meminta dicarikan penginapan yang murah. Amin menunjukkan tempat penginapan di Jalan Untung Suropati, lalu mengantarkan korban ke sana.

Di penginapan tersebut, korban bertemu dengan ibu yang menjaga tempat tersebut. Amin menyebutkan bahwa korban berada dalam kondisi biasa saja. Penjaga penginapan menawarkan harga sewa kamar Rp 250 ribu dan Rp 150 ribu per malam, tetapi korban hanya membayar Rp 200 ribu. Penjaga penginapan memperbolehkan korban menginap selama satu hari.

Setelah diberikan tempat menginap, korban meminta uang jasa antarnya. Akhirnya, korban memberikan uang sebesar Rp 15 ribu dan langsung pergi. Amin kemudian kembali ke tempatnya mengais rezeki.

Beberapa hari setelah kejadian, Amin kaget ketika mendengar kabar bahwa korban meninggal dengan kondisi mengenaskan. Hal ini memicu investigasi lebih lanjut oleh pihak kepolisian.

Proses Investigasi oleh Tim Labfor Mabes Polri

Polresta Bandar Lampung masih melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi terkait kematian Hindrajaja. Kasatreskrim Polresta Bandar Lampung, Kompol Gigih Andri Putranto, menyatakan bahwa pihaknya masih menunggu hasil laboratorium forensik (labfor) Mabes Polri serta pendalaman terhadap saksi-saksi lainnya.

Tim Labfor Mabes Polri telah melakukan penyelidikan di lokasi kejadian. Mereka datang pada Rabu (12/2/2026) dengan jumlah petugas sekitar 12 orang, menggunakan seragam lengkap bertuliskan Labfor Forensik Mabes Polri. Petugas tiba sekitar pukul 09.40 WIB dan langsung menuju kamar nomor 1 di indekos tersebut.

Petugas Labfor menggunakan alat seperti Terestrial (TLS) Faro Focus 3D dan teknologi LiDAR (light detection and ranging) untuk mengukur jarak dan menangkap data spasial dari lingkungan sekitar. Alat ini mampu menghasilkan jutaan titik koordinat 3D (awan titik) dari obyek atau lingkungan dengan akurasi tinggi.

Selain itu, petugas juga melakukan pengecekan satu demi satu sisi kamar hingga tempat lainnya. Petugas dari Satreskrim, Sabhara hingga Polantas turut serta dalam penyelidikan yang dilakukan oleh tim Labfor Mabes Polri tersebut.

Proses identifikasi selesai pada pukul 11.49 WIB, atau sekitar 2 jam lamanya. Para petugas juga membawa barang bukti seperti gagang pintu kamar korban yang ditempati korban.

Kombes Indra dari tim Labfor Mabes Polri enggan memberi komentar terkait penyelidikan sementara yang dilakukan. Ia hanya menyarankan agar para awak media menghubungi Polresta Bandar Lampung untuk informasi lebih lanjut.


Pos terkait