Pro dan kontra posisi Indonesia di Dewan Perdamaian pasca serangan Israel ke Iran

Aa1xp8z0 2
Aa1xp8z0 2

Komentar dan Tuntutan MUI Terkait Serangan AS-Israel ke Iran

Serangan yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran telah memicu reaksi dari berbagai pihak di Indonesia, termasuk Majelis Ulama Indonesia (MUI). Sebagai negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia, Indonesia memiliki perhatian khusus terhadap isu-isu yang berkaitan dengan konflik di kawasan Timur Tengah. MUI menilai bahwa serangan tersebut tidak hanya melanggar prinsip perdamaian, tetapi juga bertentangan dengan nilai-nilai dasar yang tercantum dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945.

Penolakan terhadap Keanggotaan Board of Peace (BoP)

MUI menyatakan penolakan terhadap keanggotaan Indonesia dalam Board of Peace (BoP), sebuah wadah yang dianggap tidak sejalan dengan tujuan perdamaian yang sebenarnya. Menurut MUI, tindakan AS sebagai pencetus Dewan Perdamaian untuk Palestina justru memperparah ketegangan di kawasan. Oleh karena itu, MUI menyerukan agar pemerintah Indonesia mencabut keanggotaannya dari BoP, karena dinilai tidak efektif dalam mewujudkan kemerdekaan sejati bagi rakyat Palestina.

Bacaan Lainnya

Tausiyah yang dikeluarkan oleh MUI pada Minggu (1/3/2026) menyebutkan bahwa serangan dua negara tersebut bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan dan prinsip keadilan sosial. Dalam surat Nomor: Kep-28/DP-MUI/III/2026, tausiyah ini ditandatangani oleh Ketua Umum MUI KH Anwar Iskandar dan Sekretaris Jenderal MUI Buya Amirsyah Tambunan.

Duka atas Wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran

Selain itu, MUI juga menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, yang dikabarkan terkena dampak serangan AS dan Israel. MUI menduga bahwa motif di balik serangan tersebut adalah upaya sistematis melemahkan posisi strategis Iran di kawasan, sekaligus membatasi dukungan Iran terhadap perjuangan kemerdekaan Palestina.

Permintaan kepada PBB

MUI juga mengajak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk mengambil sikap tegas dalam menghentikan perang sesuai dengan hukum internasional. Mereka percaya bahwa perdamaian akan menjadi kunci untuk menciptakan stabilitas global.

Duta Besar Iran Minta Dukungan Negara Islam

Dalam kesempatan terpisah, Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerd, menyerukan kepada negara-negara Islam untuk bersikap tegas terkait serangan Israel dan AS terhadap Iran. Ia menegaskan bahwa Iran selama ini mematuhi berbagai kesepakatan internasional, dan serangan yang terjadi dinilai ilegal serta melanggar hukum internasional.

Boroujerd menyampaikan tiga harapan utama dari pemerintah Iran kepada negara-negara Islam:

  • Pertama, mengecam secara terbuka dan tegas serangan yang dianggap melanggar hukum internasional.
  • Kedua, meminta negara-negara Islam menggunakan seluruh kapasitas diplomatiknya di forum multilateral, termasuk di Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) dan PBB, untuk memberikan dukungan kepada Iran.
  • Ketiga, mendorong adanya kampanye kolektif dari negara-negara Islam untuk menolak perang dan mencegah eskalasi konflik lebih luas.

Boroujerd menekankan bahwa negara-negara Islam harus bersikap keras terhadap serangan ilegal yang terjadi. Ia berharap dapat tercipta kesadaran kolektif untuk menjaga perdamaian dan keamanan global.

Pos terkait