PT Indospring Tbk (INDS) memulai pemanenan potensi pertumbuhan baru dari lini bisnis fastener, yang telah diproduksi secara komersial sejak tahun 2025. Direktur INDS, Bob Budiono, menjelaskan bahwa pada tahap awal, perusahaan fokus pada pemasaran fastener ke segmen aftermarket otomotif. Selain itu, INDS juga membuka peluang investasi lanjutan untuk pengembangan fastener non-otomotif.
Tujuan utama dari ekspansi ini adalah agar INDS dapat masuk tiga besar pemain fastener di pasar domestik dan menjadikan lini ini sebagai motor pertumbuhan jangka panjang. Dalam keterangan resmi yang dikeluarkan pada hari Kamis (29/2), Bob mengungkapkan bahwa pabrik fastener yang kini beroperasi penuh mampu melengkapi portofolio bisnis INDS yang sebelumnya didominasi oleh pegas daun, pegas keong, serta komponen sistem pengereman.
Dengan kapasitas produksi yang stabil, INDS mulai menata strategi untuk memperkuat pasar ekspor. Pada tahun 2026, perusahaan membidik ekspor ke kawasan Timur Tengah, khususnya Eropa, Uzbekistan, dan Amerika Serikat. Bob menyebutkan bahwa wilayah-wilayah tersebut dipilih karena kesamaan spesifikasi kendaraan dengan Indonesia, terutama dominasi truk merek Jepang yang menggunakan model dan standar teknis serupa.
“Karakteristik pasar Timur Tengah dan Asia Tengah memberikan peluang pertumbuhan yang menarik, sejalan dengan strategi INDS dalam memperluas basis pendapatan dan mengurangi ketergantungan pada pasar domestik,” katanya.
Dengan ekspansi ini, manajemen INDS optimistis bahwa lini fastener akan berkontribusi signifikan terhadap kinerja keuangan perseroan dalam jangka menengah hingga panjang. Hingga kuartal III-2025, INDS mencatat penjualan bersih sebesar Rp 2,46 triliun, yang mencerminkan permintaan yang solid baik dari pasar dalam negeri maupun luar negeri.
“Dengan fokus ekspansi ke Timur Tengah, pengembangan produk domestik, serta diversifikasi portofolio, kami optimistis dapat mempertahankan momentum pertumbuhan,” ujar Bob.
Strategi Ekspansi dan Pasar Baru
Berikut beberapa strategi utama yang dilakukan INDS dalam memperluas pasar fastener:
-
Fokus pada Segmen Aftermarket Otomotif
Pada tahap awal, INDS memprioritaskan pemasaran fastener ke segmen aftermarket otomotif. Hal ini dilakukan untuk membangun fondasi pasar yang kuat sebelum melakukan ekspansi ke sektor lain. -
Pengembangan Fastener Non-Otomotif
Selain fokus pada pasar otomotif, INDS juga membuka peluang investasi untuk pengembangan fastener non-otomotif. Ini bertujuan untuk memperluas portofolio bisnis dan mengurangi risiko ketergantungan pada satu sektor. -
Ekspansi ke Kawasan Timur Tengah dan Eropa
Pada 2026, INDS membidik ekspor ke kawasan Timur Tengah, termasuk Eropa, Uzbekistan, dan Amerika Serikat. Wilayah ini dipilih karena kesamaan spesifikasi kendaraan dengan Indonesia. -
Mengurangi Ketergantungan pada Pasar Domestik
Dengan memperluas pasar ekspor, INDS berharap dapat mengurangi ketergantungan pada pasar domestik dan meningkatkan stabilitas pendapatan.
Kontribusi Lini Fastener terhadap Kinerja Keuangan
Lini fastener diharapkan menjadi salah satu kontributor utama dalam kinerja keuangan INDS. Hingga kuartal III-2025, perusahaan mencatat penjualan bersih sebesar Rp 2,46 triliun. Angka ini menunjukkan permintaan yang kuat dari pasar dalam dan luar negeri.
Bob Budiono menyatakan bahwa dengan fokus pada ekspansi ke Timur Tengah, pengembangan produk domestik, serta diversifikasi portofolio, INDS yakin dapat mempertahankan momentum pertumbuhan. Hal ini juga didukung oleh kapasitas produksi yang stabil dan strategi pemasaran yang matang.
Masa Depan Lini Fastener INDS
Tidak hanya fokus pada ekspansi pasar, INDS juga berkomitmen untuk terus mengembangkan inovasi dalam lini fastener. Dengan mengadopsi teknologi terkini dan memperhatikan kebutuhan pasar, INDS berharap dapat menjadi salah satu pemain utama di industri fastener nasional dan internasional.
Dengan semua langkah strategis ini, INDS siap menghadapi tantangan dan peluang di masa depan, sambil tetap menjaga kualitas dan kepuasan pelanggan.





