Prof Deby Vinski Hadirkan Terapi Sel Punca Berbasis C-Arm di RSPPN Panglima Besar Soedirman

Aa1xj5ee 1
Aa1xj5ee 1



JAKARTA — Dunia kedokteran Indonesia kembali mencatatkan pencapaian penting dalam pengembangan terapi regeneratif. Kolaborasi antara Celltech Stem Cell Centre dan RSPPN Panglima Besar Soedirman membawa inovasi baru dalam terapi stem cell presisi yang didukung oleh teknologi C-Arm.

Terapi ini dijalankan langsung oleh Prof. dr. Deby Vinski, seorang ahli stem cell ternama dari Indonesia, bekerja sama dengan dr. Sunaryo Kusumo, M.Kes, Sp.OT, seorang pakar ortopedi. Salah satu tindakan terbaru dilakukan pada tokoh nasional Guruh Sukarno Putra, menggunakan pendekatan Knee Rejuvenation dan program Men Vitality & Wellness berbasis regenerative medicine.

Tanpa Operasi Terbuka

Teknologi C-Arm fluoroscopy memungkinkan prosedur dilakukan secara minimal invasif tanpa perlu pembedahan terbuka. Teknologi ini memberikan gambar real-time sehingga dokter dapat memantau pergerakan jarum serta distribusi sel punca secara langsung melalui layar monitor selama prosedur berlangsung.

Keunggulan utama dari terapi ini antara lain:

  • Akurasi tinggi dalam penempatan sel punca
  • Trauma jaringan minimal
  • Risiko komplikasi lebih rendah
  • Waktu pemulihan lebih cepat
  • Prosedur lebih aman dengan teknologi pulsed fluoroscopy

Prof. Deby Vinski menegaskan bahwa presisi menjadi kunci keberhasilan terapi regeneratif modern. Ia menjelaskan, “Stem cell therapy bukan sekadar injeksi, melainkan intervensi biologis presisi. Dengan C-Arm, kita memastikan sel punca atau stem cell benar-benar mencapai area yang membutuhkan regenerasi.”

Dalam kesempatan tersebut, ia didampingi oleh dr. Sunaryo Kusumo, Sp.OT, yang juga Karumkit RSPPN. Bapak Guruh Sukarno Putra tampak semakin bugar dan sehat pasca terapi yang diakui cukup nyaman dan hampir tanpa rasa sakit.

Menuju Pusat Regenerative Medicine Dunia

Kolaborasi antara Celltech Stem Cell Vinski Tower ini memperkuat posisi Indonesia sebagai pemimpin muncul dalam bidang stem cell dan regenerative medicine di kawasan Asia. Integrasi antara keahlian biologis dan teknologi intervensi ortopedi modern menjadi model baru dalam pelayanan kesehatan berbasis inovasi.

RSPPN sebagai rumah sakit rujukan nasional hadir dengan pendekatan medis yang lebih modern, presisi, dan berorientasi pada keselamatan pasien. Langkah yang diambil oleh “The Queen of Stem Cell & Anti Aging” ini juga mendukung transformasi sistem kesehatan nasional menuju layanan berbasis teknologi tinggi dan precision medicine Kelas Dunia.



Pengembangan terapi ini tidak hanya memberikan manfaat bagi pasien, tetapi juga menjadi contoh bagaimana kolaborasi lintas sektor dapat menghasilkan inovasi yang luar biasa. Dengan teknologi yang semakin canggih dan profesionalisme para ahli, Indonesia semakin dekat dengan posisi sebagai pusat pengembangan medis internasional.

Selain itu, terapi ini juga menunjukkan potensi besar dari regenerative medicine dalam menghadapi berbagai penyakit degeneratif. Dengan pendekatan yang lebih presisi dan minim risiko, pasien bisa mendapatkan perawatan yang lebih efektif dan aman.

Kehadiran teknologi C-Arm dalam prosedur ini juga membuka peluang untuk pengembangan terapi serupa di berbagai bidang medis lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa Indonesia tidak hanya mampu mengikuti perkembangan dunia, tetapi juga mampu berkontribusi dalam inovasi global.

Kolaborasi ini juga menjadi inspirasi bagi generasi muda Indonesia yang tertarik berkarier di bidang medis dan teknologi. Dengan adanya contoh sukses seperti ini, diharapkan semakin banyak muncul ahli-ahli yang mampu menghadirkan solusi inovatif untuk kesehatan masyarakat.



Seiring berkembangnya teknologi dan peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan, penggunaan terapi regeneratif akan semakin diminati. Dengan dukungan pemerintah dan institusi pendidikan, Indonesia siap menjadi pusat pengembangan ilmu kedokteran yang berkelas dunia.

Pos terkait