Profesor Statistik Peta Gempa Kuat dan Lemah di Maluku

Aa1axfao
Aa1axfao

Wilayah di Maluku dengan Potensi Gempa Kuat

Kepulauan Kei di Maluku Tenggara, Sermata di Maluku Barat Daya, dan Kepulauan Tanimbar di Kabupaten Kepulauan Tanimbar adalah tiga wilayah di Maluku yang memiliki potensi relatif lebih besar untuk mengalami gempa bumi berkekuatan kuat. Ketiga wilayah ini memiliki karakteristik berbeda dibandingkan Pulau Ambon atau Kepulauan Aru yang memiliki frekuensi gempa lemah yang lebih tinggi.

Pemetaan wilayah-wilayah tersebut dilakukan melalui analisis data sebanyak 23.994 kejadian gempa tektonik selama periode 1970–2024 di wilayah Maluku dan sekitarnya. Data yang digunakan mencakup gempa dengan magnitudo di atas 3 pada koordinat 2,60 derajat LS – 8,59 derajat LU dan 124,80 derajat BT – 135,19 derajat BT.

Analisis Laju Gempa dan Peluang Terjadinya Gempa

Selain laju gempa tahunan yang berbeda di setiap wilayah, hasil analisis menunjukkan bahwa peluang terjadinya minimal satu gempa dalam lima tahun cenderung meningkat seiring lamanya periode pengamatan. Hal ini khususnya terjadi di zona Laut Banda, Kepulauan Kei, dan Maluku Barat Daya.

Henry Junus Wattimanela, Guru Besar Bidang Statistika Spasial Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon, menjelaskan hal ini saat pengukuhan dirinya sebagai Guru Besar pada Rabu, 18 Februari 2026. Menurut dia, temuan ini penting sebagai dasar kuantitatif bagi pemerintah daerah dalam revisi RTRW, penyusunan zonasi prioritas mitigasi, serta pembaruan peta bahaya gempa di Maluku. “Pendekatan matematis melalui proses Poisson dan Maximum Likelihood Estimation memberi gambaran objektif tentang risiko spasial gempa, sehingga kebijakan mitigasi bisa lebih tepat sasaran,” ujarnya.

Distribusi Magnitudo Gempa di Wilayah Maluku

Dari data yang dianalisisnya, gempa dengan kekuatan Magnitudo 4,0 – 5,0 paling banyak terjadi di wilayah Maluku, yakni sebanyak 15.687 kejadian. Disusul oleh gempa M3,0 – M4,0 sebanyak 5.072 kejadian. Lalu gempa 5,0 ≤ M < 6,0 sebanyak 3.069 kejadian, 6,0 ≤ M < 7,0 sebanyak 161 kejadian, dan 7,0 ≤ M < 8,0 sebanyak lima kejadian.

Distribusi Kedalaman Gempa di Wilayah Maluku

Dari sisi kedalaman, gempa menengah (60–300 kilometer) paling dominan dengan 12.560 kejadian. Gempa dangkal (kurang dari 60 km) tercatat 8.664 kejadian, sedangkan gempa dalam (lebih dari 300 km) sebanyak 2.780 kejadian. Henry menyebutkan, sebagian besar gempa di Maluku terjadi pada kedalaman menengah dengan magnitudo rata-rata 4,37.

Pembagian Wilayah dalam Penelitian

Dalam penelitian tersebut, wilayah Maluku dibagi menjadi 12 subwilayah (A1–A12). Masing-masing zona memiliki ukuran 2,59 x 1,99 derajat. Pembagian ini mencakup:

  • Pulau Buru dan Ambalau (A1)
  • Pulau Ambon dan Lease termasuk Seram bagian barat (A2)
  • Sebagian Papua Barat dan Fakfak-Kaimana (A3–A4)
  • Laut Banda (A5–A6)
  • Kepulauan Kei (A7–A8)
  • Pulau Wetar dan Kisar (A9)
  • Maluku Barat Daya termasuk Romang, Damar, Teun, Nila, Leti, Babar, dan Sermata (A10)
  • Kepulauan Tanimbar (A11)
  • Kepulauan Aru (A12)

Dengan pembagian ini, para ahli dapat memperoleh wawasan lebih jelas mengenai pola distribusi gempa di wilayah Maluku dan sekitarnya. Hasil penelitian ini juga menjadi dasar penting dalam merencanakan mitigasi bencana dan pengambilan kebijakan yang lebih efektif.

Pos terkait