Profil Lengkap Anak Agung Gde Agung Bharata
Anak Agung Gde Agung Bharata adalah sosok yang sangat dikenal di Bali, terutama karena peran dan kontribusinya dalam dunia politik. Ia dikenal dengan nama Anak Agung Gde Agung, yang sempat menjabat sebagai pemimpin kota Gianyar selama dua periode, yaitu 2003–2008 dan 2013–2018. Di akhir karier politiknya, ia memilih jalan spiritual dan menjalani upacara madwijati untuk menjadi sulinggih bergelar Ida Bhagawan Blebar Gianyar.
Riwayat Pendidikan
Berikut riwayat pendidikan lengkap Anak Agung Gde Agung Bharata:
- Sekolah Rakyat Negeri No. 1 Gianyar (Tamat 1962)
- SMP Negeri Gianyar (Tamat 1965)
- SMA Negeri 2 Denpasar (Tamat Tahun 1968)
- Fakultas Hukum – Universitas Ngurah Rai, Denpasar Bali (Tamat 2012)
Karier
Anak Agung Gde Agung Bharata memiliki berbagai pengalaman karier yang beragam, antara lain:
- PNS di Sekretariat Negara Republik Indonesia di Jakarta (1977–1986)
- Koordinator multimedia Sekretariat Negara RI, Urusan Dokumentasi dan Media Massa (1986–1995)
- Pembantu Pelaksana Harian kepala Istana Tampaksiring Gianyar
- Kepala Istana Tampaksiring Gianyar (1997–2003)
- Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Bali (2010 – 2012)
- Sulinggih bergelar Ida Bhagawan Blebar Gianyar. (2019 – sekarang)
Meninggal Dunia
Anak Agung Gde Agung Bharata dikenal sebagai sosok yang tenang dan berwibawa, baik sebagai pemimpin maupun sebagai abdi spiritual. Prosesi adat telah disiapkan, dengan rencana pelebon pada 7 Maret 2026 di Setra Beng.
Masyarakat Gianyar mengenang almarhum sebagai pemimpin yang meninggalkan jejak kebijakan dan kenangan tentang ketegasan yang dibalut kesantunan. Adik mendiang, Anak Agung Gede Mayun yang juga Wakil Bupati Gianyar mengatakan hampir sebulan terakhir, kondisi kesehatan mendiang menurun. Yakni, nafsu makan hilang, tubuh melemah, hingga harus menjalani perawatan intensif di RSUD Sanjiwani Gianyar.
Sempat membaik dan kembali ke puri, memberi secercah harapan bagi keluarga. Tetapi kondisi kembali drop. Hari-hari terakhirnya lebih banyak dilalui dengan selang infus yang setia menetes pelan.
“Beliau selama ini memiliki riwayat penyakit jantung. Beliau sempat membaik dan pulang, tetapi kondisi kembali menurun,” ucapnya.
Bupati Gianyar, I Made Mahayastra juga merasa kehilangan atas meninggalnya mendiang Agung Bharata yang di masa akhir hidupnya bernama Ida Bhagawan Blebar Gianyar itu.
“Turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya Ida Bhagawan Blebar Gianyar, yang pernah mengemban amanah sebagai Bupati Gianyar periode 2003–2008 dan 2013–2018. Semasa pengabdian beliau, berbagai karya dan dedikasi telah ditorehkan bagi kemajuan Gianyar. Pengabdian tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan pembangunan Gianyar saat ini. Amor ing acintya, dumogi nyujur sunia loka,” ujarnya.
“Ini sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat dan alam, melalui lantunan doa, karena mengabdi secara fisik saya sudah tidak mampu,” ungkap beliau.





