Profil Ayatollah Ali Khamenei di Tengah Puing-Puing

101277842 Ayatollah 5
101277842 Ayatollah 5

Profil Ayatollah Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran yang Dilaporkan Tewas dalam Serangan Militer

Ayatollah Ali Khamenei, yang dikenal sebagai Pemimpin Tertinggi Iran selama lebih dari tiga dekade, dilaporkan meninggal dunia setelah kompleks kediamannya di Teheran menjadi sasaran pengeboman dalam operasi militer Israel dan Amerika Serikat. Serangan ini disebut sebagai bagian dari operasi bertajuk Operation Epic Fury yang berlangsung pada Sabtu (28/2/2026).

Khamenei lahir pada 19 April 1939 di Mashhad, Iran timur, dari keluarga religius sederhana. Ia menempuh pendidikan Islam di seminari Mashhad sebelum melanjutkan studi teologi tingkat lanjut di Qom. Selain sebagai ulama, Khamenei juga dikenal memiliki minat pada puisi dan sastra.

Aktif Melawan Rezim Shah

Pada awal 1960-an, Khamenei bergabung dengan gerakan yang dipimpin Ruhollah Khomeini untuk menentang pemerintahan Shah Mohammad Reza Pahlavi. Sejak 1963, ia beberapa kali ditangkap oleh SAVAK karena mengorganisir aksi protes dan menyebarkan literatur anti-rezim serta menjalani masa pengasingan.

Ketika gelombang demonstrasi besar menggulingkan monarki Iran pada 1978–1979, Khamenei kembali aktif dan membantu memobilisasi dukungan bagi revolusi Islam.

Karier Politik Pasca Revolusi

Setelah Revolusi Islam 1979, Khamenei bergabung dengan Dewan Revolusioner dan cepat naik dalam struktur kekuasaan Iran. Ia pernah menjabat sebagai wakil menteri pertahanan, imam salat Jumat Teheran, serta anggota parlemen.

Pada 1981, setelah Presiden Mohammad Ali Rajai terbunuh, Khamenei terpilih sebagai Presiden Iran dan menjabat selama dua periode hingga 1989. Pada tahun yang sama, ia selamat dari upaya pembunuhan ketika bom yang disembunyikan dalam perekam kaset meledak saat ia berpidato di sebuah masjid, menyebabkan lengan kanannya cacat permanen.

Menjadi Pemimpin Tertinggi Iran

Setelah wafatnya Ayatollah Ruhollah Khomeini pada 1989, Khamenei diangkat sebagai Pemimpin Tertinggi Iran. Dalam posisi tersebut, ia menjadi otoritas tertinggi negara, mengendalikan arah kebijakan politik, militer, dan keagamaan Iran selama lebih dari tiga dekade.

Tewas dalam Operasi Militer Besar

Serangan yang menewaskan Khamenei disebut merupakan bagian dari operasi militer bertajuk Operation Epic Fury. Amerika Serikat dan Israel dilaporkan melancarkan sekitar 900 serangan dalam waktu 12 jam yang menyasar berbagai target strategis di Iran, termasuk pangkalan militer, fasilitas nuklir, sistem pertahanan udara, hingga gedung pemerintahan.

Kompleks tempat Khamenei berada menjadi salah satu target utama dalam serangan awal. Tubuhnya ditemukan mengalami luka akibat pecahan proyektil di antara puing-puing bangunan. Jenazah Khamenei disebut ditemukan di bawah reruntuhan bangunan yang hancur akibat serangan tersebut.

Televisi pemerintah Iran mengonfirmasi kematiannya pada Minggu dini hari, beberapa jam setelah media Israel lebih dulu melaporkan kabar tersebut. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan kematian tersebut melalui media sosial Truth Social. Sementara itu, Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, menyebut operasi tersebut sebagai operasi udara paling kompleks dan presisi dalam sejarah.


Pos terkait