Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberikan sanksi denda sebesar Rp 5,3 miliar kepada Belvin Tannadi (BVN), seorang pegiat media sosial keuangan. Sanksi ini diberikan karena Belvin terbukti melakukan manipulasi harga saham melalui penyebaran informasi di media sosial antara tahun 2021 hingga 2022.
Menurut pejabat sementara Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa Belvin terbukti melakukan pelanggaran dalam perdagangan tiga saham. Berikut adalah saham-saham yang terlibat:
- Saham PT Agro Yasa Lestari Tbk (AYLS) pada periode 1–27 September 2021 dan 8 November–29 Desember 2021.
- Saham PT MD Pictures Tbk (FILM) pada periode 12 Januari–27 Desember 2021.
- Saham PT Bintang Samudera Mandiri Lines Tbk (BSML) pada periode 8 Maret–17 Juni 2022.
Hasan menjelaskan bahwa pemeriksaan dilakukan dengan menganalisis transaksi saham, aktivitas media sosial, pola transaksi, serta data pemeriksaan lainnya. Dalam proses tersebut, ditemukan bahwa salah satu pola yang dilakukan Belvin adalah menempatkan order beli dan jual menggunakan beberapa rekening efek. Hal ini menciptakan harga saham yang tidak mencerminkan kekuatan permintaan dan penawaran sebenarnya, sehingga menimbulkan gambaran semu atas aktivitas perdagangan yang berpotensi memengaruhi keputusan investor.
Selain itu, Belvin menyampaikan informasi, rencana transaksi, atau proyeksi pergerakan harga saham tertentu melalui media sosial. Namun, saat bersamaan, ia melakukan transaksi berlawanan dengan memanfaatkan reaksi pengikutnya. Berdasarkan temuan tersebut, OJK menyimpulkan bahwa Belvin terbukti melanggar Pasal 90, Pasal 91, dan Pasal 92 Undang-Undang Pasar Modal sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK) pada kasus perdagangan saham AYLS, FILM, dan BSML.
Bagaimana awal mula karir Belvin di dunia pasar saham Indonesia sehingga menjadi pemengaruh?
Profil Belvin Tannadi
Belvin Tannadi dikenal publik sebagai influencer saham melalui akun Instagram @belvinvvip yang memiliki sekitar 1,7 juta pengikut. Ia sering membagikan opini dan analisis terkait pergerakan saham di pasar modal Indonesia. Meskipun demikian, dalam bio Instagramnya, Belvin menyematkan narasi bahwa ia bukanlah seorang influencer.
Dalam siaran YouTube Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Belvin mengaku mulai aktif melakukan trading sejak 2014 dengan modal awal sekitar Rp 12 juta. Nama Belvin mulai melejit pada pandemi Covid-19 tahun 2021 setelah ia mengklaim mampu meraih profit hingga Rp 15 miliar dalam satu bulan.
Dalam menentukan saham untuk trading, Belvin mengatakan dirinya mengandalkan kombinasi analisis teknikal dan fundamental, dengan porsi analisis teknikal yang lebih dominan. Ia juga mengaku rutin melakukan pemantauan ratusan saham setiap hari untuk menyusun daftar pantauan (watchlist).
Selain melalui Instagram, Belvin mengembangkan komunitas edukasi pasar modal melalui layanan keanggotaan berbayar di Telegram bernama Belvinmology yang diikuti sekitar 25.000 anggota. Layanan tersebut digunakan sebagai sarana berbagi materi edukasi, analisis, dan informasi mengenai potensi pergerakan saham.





