Profil dan Biodata Lengkap Try Sutrisno, Wapres RI Ke-6

Aa1xl1bj
Aa1xl1bj

Profil dan Biodata Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno

Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno dikenal sebagai tokoh penting dalam sejarah politik dan militer Indonesia. Ia menjabat sebagai Wakil Presiden ke-6 RI pada masa pemerintahan Presiden Soeharto. Perjalanan kariernya yang mengesankan dimulai dari latar belakang keluarga sederhana hingga menjadi salah satu tokoh penting di negara ini.

Biodata Singkat

Nama Lengkap: Try Sutrisno

Tempat Lahir: Surabaya, Jawa Timur

Tanggal Lahir: 15 November 1935

Meninggal Dunia: Jakarta, 2 Maret 2026

Usia Saat Meninggal: 90 tahun

Nama Orangtua: Subandi (Ayah) dan Mardiyah (Ibu)

Nama Pasangan: Tuti Sutiawati

Nama Anak: Nora Tristyana, Taufik Dwi Cahyono, Firman Santyabudi, Nori Chandrawati, Isfan Fajar Satrio, Kunto Arief Wibowo, dan Natalia Indrasari

Almamater: SMA Bagian B (SMAN 2 Surabaya), Akademi Teknik Angkatan Darat

Profesi: Politikus, Perwira Militer

Afiliasi Politik: Partai Golkar (1993 – 1999), Partai Keadilan dan Persatuan

Kehidupan Sebelum Masuk Militer

Try lahir dari keluarga yang sederhana. Ayahnya, Subandi, adalah seorang sopir ambulans di Dinas Kesehatan Kota Surabaya, sedangkan ibunya, Mardiyah, adalah seorang ibu rumah tangga. Setelah proklamasi kemerdekaan, keluarganya pindah ke Mojokerto karena ayahnya menjadi petugas medis untuk Batalyon Angkatan Darat Poncowati. Hal ini menyebabkan Try harus meninggalkan sekolah.

Kemudian, ia membantu keluarganya dengan berjualan rokok dan koran. Pada usia muda, ia juga bekerja sebagai kurir di Batalyon Angkatan Darat Poncowati. Meski tidak menjadi prajurit, ia bertugas mencari informasi di daerah-daerah yang diduduki tentara Belanda pasca proklamasi serta mengambil obat-obatan untuk Angkatan Darat Indonesia.

Setelah Belanda mundur dan mengakui kemerdekaan Indonesia pada tahun 1949, keluarganya kembali ke Surabaya. Ia kemudian melanjutkan pendidikan dan menyelesaikan SMA Bagian B atau SMA Negeri 2 Surabaya pada tahun 1966.

Karier Militer yang Menjanjikan

Setelah lulus SMA, Try ingin masuk ke Akademi Teknik Angkatan Darat (ATEKAD). Meskipun sempat gagal dalam pemeriksaan fisik, ia akhirnya dipanggil oleh Mayor Jenderal GPH Djatikusumo yang tertarik dengan potensinya. Pengalaman militernya dimulai saat terlibat dalam operasi penumpasan PRRI di Sumatra pada tahun 1957. Ia akhirnya lulus dari ATEKAD pada tahun 1959.

Pada tahun 1972, ia dikirim ke Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat. Dua tahun setelahnya, Try terpilih menjadi ajudan Presiden Soeharto, yang membuat karier militernya semakin melejit.

Puncak Karier Militer

Pada tahun 1978, ia menjabat sebagai Kepala Staf Kodam XVI/Udayana. Setahun kemudian, ia diangkat sebagai Panglima Kodam XVI/Sriwijaya. Pada tahun 1982, ia menjadi Panglima Kodam VI/Jaya dan ditempatkan di Jakarta. Ia juga terlibat dalam Peristiwa Tanjung Priok 12 September 1984 dan memerintah pasukan untuk menghadang perusuh.

Karier militernya terus berkembang hingga ia ditetapkan sebagai Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) pada tahun 1985. Satu tahun setelahnya, ia naik menjadi Kepala KSAD. Ia juga menginisiasi Badan Tabungan Wajib Perumahan TNI-AD untuk mendukung kesejahteraan prajurit.

Puncak karier militernya terjadi pada tahun 1988 ketika ia ditunjuk sebagai Panglima ABRI. Di bawah kepemimpinannya, berbagai pemberontakan dan kerusuhan di Indonesia berhasil ditumpas, termasuk separatis Aceh, Insiden Talangsari, dan Insiden Dili yang menjadi perhatian dunia.

Menjadi Wakil Presiden

Setelah pensiun dari militer, Try Sutrisno terpilih menjadi Wakil Presiden ke-6 RI pada periode 1993–1998. Ia terpilih lewat Sidang Umum MPR 1993. Namun, posisi tersebut tidak selalu disukai oleh Soeharto. Bahkan, ia tidak dilibatkan dalam pembentukan kabinet. Posisinya semakin menjadi ancaman setelah semakin populer dan diduga akan menggantikan Soeharto sebagai Presiden Indonesia.

Pada tahun 1998, ia sempat diminta untuk mengisi posisi Wakil Presiden untuk periode berikutnya. Meski memiliki dukungan kuat, ia tidak berambisi dan jabatan tersebut diserahkan kepada B.J Habibie.

Meskipun tidak aktif di pemerintahan, ia tetap aktif di kalangan purnawirawan dengan memimpin Persatuan Purnawirawan ABRI (Pepabri) pada 1998–2003. Ia juga menjadi sesepuh Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI).

FAQ Seputar Try Sutrisno

Try Sutrisno wakil presiden siapa?

Try Sutrisno (15 November 1935 – 2 Maret 2026) adalah seorang purnawirawan jenderal TNI Angkatan Darat yang menjabat sebagai Wakil Presiden Indonesia keenam dari tahun 1993 hingga 1998.

Berapa orang anak jenderal Try Sutrisno?

Try Sutrisno memiliki tujuh anak, hasil pernikahannya dengan Tuti Sutiawati, yang terdiri dari empat putra dan tiga putri, beberapa di antaranya mengikuti jejaknya di dunia militer dan kepolisian.

Try Sutrisno meninggal karena apa?

Try Sutrisno dinyatakan meninggal dunia di usia 90 tahun setelah kondisi kesehatannya kian menurun.

Pos terkait