Pengalaman Karier Letkol Cepi Kartiwa dari Aceh Hingga Sulawesi Tengah
Letkol Cepi Kartiwa, Komandan Kodim 1308 Luwuk Banggai, memiliki riwayat karier yang sangat beragam dan kaya pengalaman. Dari awalnya menjadi prajurit TNI-AD hingga kini menjabat sebagai Dandim, ia telah menjalani penugasan di berbagai wilayah Indonesia, mulai dari Aceh hingga Sulawesi Tengah.
Letkol Cepi memulai karier militernya pada tahun 2004 setelah menyelesaikan pendidikan sarjana di Jurusan Olahraga, Universitas Pendidikan Indonesia. Awal penugasan pertamanya adalah di Kodam Iskandar Muda, yang berada di bagian barat Indonesia, yaitu Aceh. Ia menghabiskan sekitar sepuluh tahun di sana, dengan posisi awal sebagai Komandan Peleton dalam Batalyon, kemudian naik pangkat menjadi Komandan Kompi.
Selama bertugas di Aceh, Letkol Cepi pernah melintasi berbagai daerah seperti Aceh Utara, Aceh Barat, Aceh Timur, Aceh Tengah, dan bahkan Pulau We. Bahkan, ia menyebut bahwa dirinya telah menjelajahi ujung paling barat Indonesia, yaitu Sabang.
Setelah masa penugasan di Aceh, Letkol Cepi melanjutkan karier di Bandung. Ia ditugaskan ke Sesko TNI AD selama enam tahun. Setelah itu, ia dipindahkan ke Kalimantan, tepatnya ke Kodam XII/Tanjungpura, selama dua tahun. Kembali lagi ke Bandung, ia sempat menjalani tugas di Sesko TNI AD sebelum akhirnya kembali ke Sulawesi Tengah.
Kini, Letkol Cepi diberikan amanah untuk memimpin Kodim 1308 Luwuk Banggai. Di bawah komandonya, terdapat 412 anggota yang tersebar di tiga kabupaten, yaitu Kabupaten Banggai, Banggai Kepulauan, dan Banggai Laut. Ia juga memimpin 14 Koramil yang berada di bawah jajarannya.
Tanggung Jawab dan Kepemimpinan Letkol Cepi
Sebagai Dandim, Letkol Cepi memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah yang ia pimpin. Ia menjelaskan bahwa jumlah personel yang dibawanya cukup besar, sehingga perlu adanya koordinasi yang baik antara Kodim dan Koramil di masing-masing daerah.
Ia juga menekankan pentingnya kerja sama dengan pemerintah setempat dan masyarakat dalam menjalankan tugas-tugas operasional dan pembinaan. Menurutnya, kolaborasi ini sangat penting agar bisa menciptakan suasana yang damai dan stabil di wilayah Sulawesi Tengah.
Letkol Cepi menyadari bahwa jabatan yang ia emban saat ini bukan hanya sekadar tanggung jawab militer, tetapi juga berkaitan dengan kepentingan sosial dan ekonomi masyarakat. Oleh karena itu, ia berkomitmen untuk menjalankan tugasnya dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab.
Dalam wawancara singkatnya, Letkol Cepi mengungkapkan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan oleh atasan dan masyarakat. Ia berharap dapat memberikan kontribusi positif bagi wilayah yang ia pimpin, serta menjaga semangat persatuan dan kesatuan bangsa.





