Profil Mahmoud Ahmadinejad, Mantan Presiden Iran yang Dilaporkan Tewas dalam Serangan Udara
Mahmoud Ahmadinejad, mantan Presiden Iran, dilaporkan meninggal dunia dalam serangan udara gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel di kawasan Narmak, Teheran, pada Sabtu (28/2/2026) malam. Ia tewas bersama para pengawalnya saat serangan tersebut terjadi. Sejumlah laporan menyebutkan bahwa serangan itu menargetkan kediamannya di kawasan Narmak, timur laut ibu kota Iran.
Ahmadinejad lahir pada 28 Oktober 1956 di Garmsar, Iran, dan dibesarkan di Teheran. Ia menempuh pendidikan teknik sipil di Iran University of Science and Technology (IUST). Selama Revolusi Iran 1978–1979, ia aktif sebagai aktivis mahasiswa dan ikut mengorganisir demonstrasi. Setelah revolusi, ia bergabung dengan Pasukan Pengawal Revolusioner Iran dan menempati berbagai posisi pemerintahan hingga diangkat sebagai Gubernur Provinsi Ardabil pada 1993.
Karier Politik Hingga Menjadi Presiden
Karier politik Ahmadinejad semakin dikenal setelah ia terpilih sebagai Wali Kota Teheran pada Mei 2003. Pada pemilihan presiden 2005, ia mengalahkan mantan Presiden Iran, Akbar Hashemi Rafsanjani, dan kemudian memimpin Iran selama dua periode, yakni 2005 hingga 2013. Selama masa jabatannya, Ahmadinejad menjadi wajah publik program nuklir Iran serta simbol perlawanan Teheran terhadap negara-negara Barat.
Ia juga sering menjadi sorotan internasional karena pernyataan-pernyataannya yang memicu polemik, termasuk sikap keras terhadap Israel. Selama masa pemerintahannya, ia dikenal sebagai tokoh paling vokal dalam menentang Israel dan negara-negara Barat.
Masa Pemerintahan yang Penuh Kontroversi
Masa jabatan keduanya diwarnai oleh beberapa kontroversi, termasuk penindasan demonstrasi pasca pemilihan presiden Iran. Hubungannya dengan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, sempat mengalami ketegangan politik. Ahmadinejad kerap melontarkan pernyataan keras terhadap Israel serta menyerukan aksi boikot terhadap produk Israel sebagai bentuk solidaritas terhadap Palestina.
Tetap Aktif Setelah Lengser
Setelah menyelesaikan dua masa kepemimpinannya, Ahmadinejad diangkat oleh Ali Khamenei menjadi anggota Dewan Penentu Kebijakan, badan penasihat beranggotakan 48 orang di bawah Kantor Pemimpin Tertinggi Iran. Meskipun telah lengser pada 2013, ia tetap aktif di dunia politik dan media sosial serta beberapa kali mencoba kembali maju dalam pemilihan presiden, meski pencalonannya ditolak oleh otoritas Iran.
Peran dalam Konflik Regional
Selama masa kepemimpinannya, Ahmadinejad dikenal sebagai tokoh yang sangat anti-Israel. Ia sering menyampaikan pernyataan yang menantang kebijakan Israel dan negara-negara Barat. Sikapnya ini membuat Iran semakin menjauh dari hubungan diplomatik dengan AS dan negara-negara Eropa. Selama masa pemerintahannya, konflik antara Iran dengan AS dan Israel semakin memanas, terutama terkait program nuklir Iran.
Status Terkini
Sebelum tewas dalam serangan udara, Ahmadinejad masih aktif dalam berbagai aktivitas politik dan media sosial. Ia sering memberikan komentar tentang isu-isu domestik maupun internasional. Namun, situasi politik di Iran semakin memanas akhir-akhir ini, terutama setelah meningkatnya ketegangan antara Iran dengan AS dan Israel. Serangan udara yang menewaskan Ahmadinejad dianggap sebagai salah satu peristiwa penting dalam dinamika regional.





