Profil Pengusaha AS yang Bertemu Prabowo, Terkait Israel (Bagian 1)

Aa1wpqkz
Aa1wpqkz

Pertemuan Presiden Prabowo dengan 12 Pengusaha AS

Presiden Joko Widodo, yang sebelumnya dikenal sebagai Prabowo Subianto, diketahui sempat bertemu dengan 12 pengusaha asal Amerika Serikat (AS) di Washington DC. Pertemuan ini berlangsung selama kunjungan resmi ke Negeri Paman Sam pada Jumat (20/2/2026). Informasi ini diungkapkan oleh Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya melalui akun Instagram resmi Sekretariat Kabinet.

Teddy menyebut bahwa para pengusaha tersebut telah bekerja sama dengan Danantara Indonesia, yang merupakan pemilik aset terbesar dari BUMN. Berikut adalah daftar lengkap 12 pengusaha AS yang hadir dalam pertemuan tersebut:

1. Matt Harris



Matt Harris adalah salah satu dari lima Mitra Pendiri Global Infrastructure Partners (GIP) dan Direktur Pelaksana Senior di BlackRock. Ia telah terlibat secara mendalam dalam investasi, manajemen, dan aktivitas strategis GIP sejak pembentukannya pada 2006.

Selain itu, ia menjabat sebagai anggota Komite Investasi GIP di seluruh kompleks pendanaannya dan anggota Komite Portofolio dan Valuasi GIP. Matt juga menjadi Ketua Dana Transisi GIP dan Komite Investasi yang menyertainya.

Ia juga berstatus anggota Dewan Direksi dan Komite Investasi Decarbonization Partners, sebuah usaha patungan antara BlackRock dan Temasek. Matt tercatat juga menjadi anggota Dewan Direksi GE Vernova.

Menurut laporan PBB, BlackRock tercatat sebagai perusahaan investasi yang menyalurkan miliaran dolar AS ke obligasi Israel dan saham perusahaan terlibat genosida.

2. Armen Panossian



Armen Panossian adalah CEO Oaktree, yang memiliki fokus pada pengawasan organisasi dan kinerja tim investasi Oaktree. Armen juga menjabat sebagai Head of Performing Credit Oaktree yang tanggung jawabnya meliputi pengawasan strategi kredit likuid dan swasta perusahaan, serta sebagai manajer portofolio dalam strategi Utang Swasta Global (Global Private Debt) dan Kredit Global (Global Credit).

Pada situs resminya, Oaktree pernah mengakuisisi perusahaan asal Israel bernama Veridis Environment. Perusahaan itu awalnya dikenal sebagai Veolia Israel dan aktif di sektor pengelolaan limbah, air, dan energi di Israel. Meski begitu, Veridis Environment masuk dalam portofolio perusahaan masa lalu yang artinya saat ini sudah didivestasi oleh Oaktree.

3. Martin Escobari



Martín Escobari adalah Co-President dan Kepala Global Growth Equity General Atlantic. Dia juga Ketua Komite Investasi Global Growth Equity General Atlantic dan juga menjabat di Komite Eksekutif dan Portofolio.

General Atlantic merupakan sebuah perusahaan venture capital dan dianggap sebagai salah satu yang terbesar di dunia. Pada 2022, General Atlantic diketahui telah berinvestasi senilai 750 juta dolar di sejumlah perusahaan Israel seperti Fireblocks, AppsFlyer, HiBob, Transmit, VAST and Riskified.

4. Al Rabil



Albert ‘Al’ Rabil adalah CEO Kayne Anderson yang bertugas mengawasi inisiatif strategis, operasional, dan manajemen aset di seluruh platform investasi Kayne.

Pada 2007, Rabil ikut mendirikan platform ekuitas swasta real estat Kayne Anderson dan terus menjabat sebagai CEO untuk menetapkan arah strategis, mengawasi aktivitas investasi, dan memimpin penggalangan dana untuk semua investasi real estat.

5. Neil R Brown



Neil R Brown bergabung dengan Kohlberg Kravis Roberts & Co (KKR) pada 2014 dan kini menjabat sebagai Direktur Pelaksana di KKR Global Institute dan tim Infrastruktur.

Bekerja di persimpangan keuangan dan geopolitik, Brown menavigasi kompleksitas global untuk memimpin penetrasi pasar KKR di berbagai wilayah dan berinvestasi dalam infrastruktur penting, terutama energi, digital, dan iklim.

KKR diketahui memiliki hubungan keuangan yang signifikan dan terus berkembang dengan Israel, termasuk investasi di industri pertahanan, sektor teknologi, dan real estat, yang telah menyebabkan kontroversi dan kampanye boikot.

KKR telah berinvestasi di perusahaan-perusahaan yang memasok angkatan bersenjata Israel, seperti Controp, sebuah perusahaan Israel yang mengkhususkan diri dalam sistem teknologi canggih.

KKR juga menjadi investor utama di Axel Springer SE, sebuah perusahaan media Jerman yang mengoperasikan situs iklan baris Yad2 di Israel, yang mencakup daftar properti di Tepi Barat yang diduduki. Pada 2021, anak perusahaan KKR, Global Technical Realty, membangun pusat data bawah tanah berkapasitas 10,5 megawatt di Petah Tikva, Israel.

KKR memiliki atau bermitra dengan perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Israel, termasuk platform manajemen properti Guesty dan perusahaan keamanan siber IntSights.

6. Michael Weinberg



Michael Weinberg bergabung dengan Levine Leichtman Capital Partners (LLCP) pada 2008 dan saat ini menjabat sebagai Managing Partner LLCP dan Ketua Komite Investasi LLCP.

Dalam kapasitasnya, Michael bertanggung jawab atas aktivitas investasi global LLCP yang meliputi pencaran dan penataan kesepakatan, strategi sektor, dan aktivitas pasar modal.

Selain itu, Michael mengawasi Tim Hubungan Investor LLCP dan aktivitas penggalangan modal.

Pos terkait