Profil Try Sutrisno, Wakil Presiden RI ke-6 yang Meninggal

Wakil Presiden Ri Ke 6 Try Sutrisno 1
Wakil Presiden Ri Ke 6 Try Sutrisno 1

Rekam Jejak Try Sutrisno, Wakil Presiden ke-6 Republik Indonesia

Try Sutrisno, mantan Wakil Presiden Republik Indonesia yang ke-6, meninggal dunia pada Senin (2/3/2026) di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta. Kabar duka ini dikonfirmasi oleh mantan Kepala RSPAD Letjen TNI (Purn) Albertus Budi Sulistya. Ia mengatakan bahwa informasi tersebut benar.

Menurut laporan yang beredar, Try Sutrisno wafat sekitar pukul 06.58 WIB. Ia meninggal pada usia 91 tahun. Jenazahnya rencananya akan dimandikan di rumah duka RSPADI dan kemudian dibawa ke rumah duka di Jalan Purwakarta Nomor 6, Menteng, Jakarta Pusat, untuk disemayamkan.

Profil dan Rekam Jejak

Try Sutrisno lahir di Surabaya pada 15 November 1935. Ia adalah lulusan Akademi Teknik Angkatan Darat pada tahun 1959. Sebagai purnawirawan jenderal TNI Angkatan Darat, ia memiliki peran penting dalam sejarah militer Indonesia.

Selama kariernya, Try Sutrisno pernah menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Darat dari tahun 1986 hingga 1988 dan Panglima Angkatan Bersenjata Republik Indonesia dari tahun 1988 hingga 1993. Selain itu, ia juga menjadi Wakil Presiden ke-6 Republik Indonesia selama periode 1993 hingga 1998, mendampingi Presiden Soeharto.

Perjalanan Karier Militer

Pengalaman pertama Try Sutrisno di militer terjadi pada tahun 1957 ketika ia berperang melawan Pemberontakan PRRI di Sumatera. PRRI merupakan kelompok separatis yang ingin membentuk pemerintahan alternatif selain Presiden Soekarno.

Sejak awal karier, Try Sutrisno menjalankan tugas di beberapa wilayah seperti Sumatra, Jakarta, dan Jawa Timur. Pada tahun 1972, ia dikirim ke Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad). Tahun berikutnya, pada 1974, ia terpilih menjadi ajudan Presiden Soeharto. Dari sana, karier militer Try Sutrisno mulai meroket.

Pada tahun 1978, ia diangkat menjadi Kepala Staf di KODAM XVI/Udayana. Setahun kemudian, ia menjadi Panglima KODAM IV/Sriwijaya, tempat ia memulai kariernya. Sebagai Pangdam, ia fokus pada penanganan tingkat kejahatan dan penyelundupan timah. Bahkan, ia turut serta dalam kampanye lingkungan untuk mengembalikan gajah Sumatera ke habitat alami mereka.

Tahun 1982, Try Sutrisno dipindahkan ke Jakarta dan diangkat menjadi Panglima KODAM V/Jaya. Karier militernya terus berkembang hingga pada 1985, ia diangkat menjadi Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD). Hanya setahun kemudian, pada 1986, ia menjabat sebagai KSAD selama dua tahun.

Setelah lengser, pada 1988, ia diangkat menjadi Panglima ABRI, jabatan tertinggi dalam kariernya di militer. Masa jabatannya sebagai Panglima ABRI berakhir pada 1993.

Diangkat sebagai Wakil Presiden Soeharto

Pada tahun 1993, Try Sutrisno diangkat menjadi Wakil Presiden Republik Indonesia, mendampingi Presiden Soeharto. Ia menjabat hingga 1998, sebelum posisinya digantikan oleh B. J. Habibie menjelang reformasi.

Meskipun masa jabatannya sebagai Wakil Presiden berlangsung cukup lama, diketahui bahwa Soeharto tidak terlalu dekat dengan wakil presidennya. Bahkan, Soeharto jarang berkonsultasi dengan Try Sutrisno dalam proses pembentukan kabinet.

Pada tahun 1998, Try Sutrisno terpilih menjadi Ketua Persatuan Purnawirawan ABRI (Pepabri), dan berhasil menyatukan organisasi tersebut di bawah kepemimpinannya. Pada saat itu, setiap cabang dari Angkatan Bersenjata memiliki persatuan purnawirawan sendiri-sendiri.

Masa jabatannya sebagai Ketua Pepabri berakhir pada tahun 2003.

Pos terkait