Program Prioritas Wamen Atip: Amanah Rakyat dan Pembelajaran Menyenangkan

Simbol Listrik 169
Simbol Listrik 169

Peran Pendidikan dalam Membentuk Masa Depan Bangsa

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Atip Latipulhayat, menekankan pentingnya metode pembelajaran yang mendalam (deep learning), humanis, kontekstual, dan menyenangkan bagi para siswa. Ia menegaskan bahwa pendidikan bukan hanya sekadar proses transfer ilmu, tetapi juga bagian dari pengembangan karakter dan keterampilan yang akan membentuk masa depan bangsa.

Selain itu, Wamen Atip menekankan bahwa program revitalisasi satuan pendidikan bukan sekadar proyek fisik, melainkan amanah besar dari rakyat untuk masa depan anak bangsa. Hal ini disampaikannya saat melakukan kunjungan kerja di Sumatra Selatan, guna meninjau implementasi program prioritas pendidikan di beberapa sekolah, seperti SD Negeri 06 Indralaya, SMP Olahraga Negeri Sriwijaya (SONS), dan SMA Negeri 21 Palembang.

Pada kesempatan tersebut, saat memberikan arahan di SMA Negeri 21 Palembang, Wamen Atip mengungkapkan bahwa revitalisasi ini merupakan perintah langsung Presiden Prabowo Subianto yang disampaikan segera setelah pelantikan. Tujuannya adalah untuk memastikan adanya pendidikan bermutu yang dapat diakses oleh seluruh masyarakat.

Tanggung Jawab Bersama dalam Pengelolaan Anggaran

Mengingat besarnya tanggung jawab ini, ia meminta seluruh pihak, mulai dari kepala daerah hingga masyarakat, untuk memperketat pengawasan. “Ini adalah amanah titipan dari masyarakat, dari rakyat kita. Uang ini harus kita awasi bersama karena ini berasal dari pajak rakyat,” tegas Wamen Atip di hadapan jajaran pejabat daerah. Ia juga menekankan pentingnya integritas dalam pengelolaan anggaran yang sudah dialokasikan secara presisi.

“Semua sudah dihitung agar hasilnya optimal. Tidak perlu lagi ada praktik-praktik yang tidak benar dalam perencanaan maupun pengawasan fee,” tambahnya.

Skema Swakelola untuk Meningkatkan Rasa Tanggung Jawab

Pemerintah memilih skema swakelola dalam revitalisasi ini untuk menumbuhkan rasa memiliki (sense of responsibility) dari pihak sekolah. Wamen Atip menjelaskan bahwa langkah ini terbukti efisien. Dari anggaran sekitar Rp16,9 triliun, pemerintah berhasil meningkatkan jangkauan dari 13.400 menjadi sekitar 16.150 satuan pendidikan di seluruh Indonesia dalam waktu singkat, yakni sekitar 4-5 bulan.

Namun, ia memberikan catatan agar sumber daya lokal dan perguruan tinggi dilibatkan lebih optimal guna menghidupkan ekonomi daerah. “Kita ingin melihat berapa banyak tenaga kerja lokal yang bisa terserap melalui program swakelola ini. Ini yang akan terus kami evaluasi,” ujarnya.

Pentingnya Akurasi Data dalam Pendidikan

Selain infrastruktur, Wamen Atip menyoroti pentingnya akurasi Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Ia menegaskan pentingnya kejujuran dalam pengisian data yang tidak sesuai fakta. “Data yang akurat adalah fondasi dari kebijakan yang tepat. Kita harus memastikan bahwa semua informasi yang masuk mencerminkan realitas di lapangan,” katanya.

Pembelajaran Matematika yang Kontekstual

Mengawali kunjungan di SD Negeri 06 Indralaya, Wamen Atip meninjau Kelas Matematika dan berdialog langsung dengan guru. Ia menyarankan agar pengajaran Matematika tidak lagi sekadar angka, namun melalui narasi yang relevan dengan kehidupan sehari-hari. “Saya berpesan kepada guru agar mulai memberikan soal matematika yang kontekstual. Buatlah pembelajaran itu mendalam namun tetap menyenangkan,” ujar Wamen Atip di hadapan para pendidik.


Pos terkait