Proyek Gas Mako Hashim Dapatkan Keputusan Investasi Akhir

Aa1xokuw 1
Aa1xokuw 1

Pengembangan Lapangan Gas Mako: Langkah Strategis untuk Ketahanan Energi Nasional

Pengembangan Lapangan Gas Mako di Wilayah Kerja (WK) Duyung, lepas pantai Kepulauan Anambas, Kepulauan Riau, kini resmi memasuki tahap implementasi setelah SKK Migas bersama Conrad Asia Energy mengambil langkah penting dalam proses final investment decision (FID). Proyek ini menjadi bagian dari investasi strategis yang dikembangkan melalui kerja sama pemerintah dan sektor swasta.

Lapangan gas ini akan dioperasikan oleh West Natuna Exploration Limited (WNEL), dengan PT Nations Natuna Barat, entitas di bawah Arsari Group, sebagai pemegang mayoritas hak partisipasi di Blok Duyung. Hal ini menunjukkan komitmen kuat dari berbagai pihak untuk mempercepat pengembangan sumber daya energi nasional.

Sinergi Pemerintah dan Swasta

Kepala SKK Migas Djoko Siswanto menjelaskan bahwa kehadiran pengusaha ternama Hashim Djojohadikusumo di bidang migas serta dukungan pendanaan dari Bank Negara Indonesia (BNI) memperkuat struktur pembiayaan dan tata kelola proyek. Dengan demikian, proyek ini diharapkan mampu berjalan secara efisien hingga mencapai fase produksi pertama.

Djoko menegaskan bahwa dimulainya tahap implementasi FID merupakan langkah strategis dalam menjaga kesinambungan pasokan gas nasional. Ia menyebutkan bahwa keputusan investasi ini menunjukkan komitmen pemerintah dan kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) untuk mempercepat pengembangan lapangan gas potensial. Lapangan Gas Mako diharapkan memberikan kontribusi signifikan terhadap produksi gas nasional serta mendukung kebutuhan energi dalam negeri.

Perjanjian Jual Beli Gas

Sebagai bagian dari upaya memastikan kepastian komersialisasi gas, WNEL telah menandatangani perjanjian jual beli gas (gas sales agreement/GSA) dengan PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) sebagai offtaker. Penandatanganan GSA ini menjadi fondasi penting dalam mendukung kelayakan proyek sekaligus menjamin penyerapan produksi gas Lapangan Mako untuk kebutuhan pembangkit listrik nasional.

Djoko menegaskan bahwa pihaknya akan terus mengawal pelaksanaan proyek agar berjalan sesuai rencana, tepat waktu, tepat biaya, serta mengedepankan aspek keselamatan kerja dan kepatuhan terhadap regulasi. Momentum ini menjadi tonggak penting dalam pengembangan Lapangan Gas Mako. Tahap implementasi pasca-FID mencerminkan sinergi antara pemerintah dan KKKS dalam mendukung peningkatan produksi gas nasional sekaligus memperkuat ketahanan energi Indonesia.

Rencana Pengembangan Proyek Mako

Pengembangan Proyek Mako memasuki rangkaian fase utama mulai dari Pre FID pada 2025 hingga mencapai first gas pada kuartal IV/2027. Kegiatan mencakup engineering, procurement, konstruksi, pengeboran, instalasi offshore, hingga commissioning dan start up. Proyek ini ditargetkan dapat beroperasi sesuai jadwal untuk mendukung kebutuhan energi nasional.

CEO Arsari Group Hashim Djojohadikusumo mengatakan bahwa keterlibatan pihaknya dalam pengembangan Lapangan Gas Mako merupakan bagian dari komitmen jangka panjang untuk mendukung ketahanan energi nasional. Dengan pengalaman panjang dan teruji di sektor migas serta dukungan pembiayaan yang solid, ia optimistis proyek ini dapat dijalankan secara profesional, tepat waktu, dan memberikan kontribusi nyata bagi penerimaan negara serta penguatan ketahanan energi Indonesia.

Pos terkait