Proyeksi Pasar Properti 2026: Dampak Whoosh Mulai Dirasakan, Tol Getaci Dorong Pertumbuhan Bandung Timur

1745373660483 14 Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Imf 2013 2026 1
1745373660483 14 Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Imf 2013 2026 1

Tren Pertumbuhan Pasar Properti di Bandung Timur

Pada tahun 2026, pasar properti di Indonesia diproyeksikan mengalami akselerasi yang signifikan. Hal ini didukung oleh target pertumbuhan ekonomi yang optimistis sebesar 6 persen dari pemerintah, serta proyeksi pertumbuhan ekonomi sebesar 5 persen menurut Bank Indonesia (BI). Kondisi fiskal yang semakin kokoh juga menjadi faktor pendukung, dengan alokasi belanja negara mencapai Rp 3.842 triliun, meningkat 8,9 persen dibandingkan tahun 2025.

Pemerintah berupaya memperkuat pasar properti dengan memperhatikan sisi permintaan dan inventori secara bersamaan. Dari sisi permintaan, perpanjangan insentif PPN DPT 100 persen hingga Desember 2027 memberikan kepastian jangka panjang bagi calon pembeli rumah pertama maupun investor. Sementara itu, dari sisi inventori, kendala modal kerja yang dialami pengembang skala kecil dan menengah pada 2025 mulai teratasi melalui skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan.

Secara historis, tahun kedua masa jabatan presiden di Indonesia sering kali menjadi periode yang lebih stabil. Hal ini karena proses konsolidasi kekuasaan dan penyusunan kabinet telah selesai. Oleh karena itu, kondisi ini memberikan ruang untuk pengembangan sektor properti yang lebih baik.

Pengaruh Infrastruktur Terhadap Permintaan Hunian

Pinhome Indonesia Residential Market Report menunjukkan bahwa dampak kereca cepat Whoosh telah memasuki fase maturitas. Infrastruktur ini tidak lagi dianggap sebagai sentimen spekulatif, tetapi menjadi faktor fundamental yang menjaga stabilitas permintaan hunian. Pertumbuhan pencarian properti di wilayah timur Bandung saat ini terkonsentrasi di Kecamatan Cileunyi dan Rancaekek, Kabupaten Bandung.

Berdasarkan data internal Pinhome, sepanjang semester II 2025, Cileunyi mencatatkan pertumbuhan pencarian sebesar 12 persen dibandingkan semester I, dan tumbuh 18 persen dibandingkan semester II 2024. Lonjakan minat ini didorong oleh kejelasan progres konstruksi Tol Getaci (Gedebage-Tasikmalaya-Ciacap) pada seksi awal. Kehadiran rencana jalan tol tersebut memberikan nilai tambah strategis bagi Cileunyi, yang diposisikan sebagai gerbang transportasi yang menghubungkan Bandung dan jalur selatan Jawa sekaligus akses cepat menuju Stasiun Whoosh Tegalluar.

Pergerakan Permintaan di Rancaekek

Sementara itu, Rancaekek mencatatkan pertumbuhan pencarian lebih progresif pada semester II 2025 sebesar 11 persen jika dibandingkan semester I, dan 31 persen dibandingkan semester II 2024. Tingginya angka pertumbuhan tahunan di Rancaekek mengonfirmasi adanya fenomena pergeseran permintaan dari kawasan Gedebage.

Dengan harga properti di titik premium seperti Gedebage (perumahan Summarecon) yang sudah menyentuh titik jenuh bagi segmen menengah, konsumen secara logis melirik Rancaekek sebagai alternatif yang lebih terjangkau. Hal ini menunjukkan bahwa Rancaekek memiliki potensi besar dalam menarik minat pembeli properti.

Proyeksi Pertumbuhan Tahun 2026

Sepanjang tahun 2026, Cileunyi dan Rancaekek diproyeksikan menjadi motor penggerak pasar properti di Bandung Timur. Pertumbuhan tahunan yang mencapai 31 persen di Rancaekek menandakan besarnya potensi kenaikan nilai aset seiring dengan berlanjutnya progres fisik Tol Getaci. Dengan infrastruktur yang semakin berkembang, kawasan-kawasan ini akan menjadi pusat perhatian bagi para pengembang dan pembeli properti.


Pos terkait