Proyeksi Rupiah Hari Ini (3/3): Tekanan dari Eskalasi Timur Tengah

Aa1uepvm 3
Aa1uepvm 3

Proyeksi Pelemahan Rupiah terhadap Dolar AS

Nilai tukar rupiah kembali diproyeksikan melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan hari ini. Sebelumnya, rupiah di pasar spot ditutup melemah sebesar 0,48% secara harian ke Rp 16.868 per dolar AS pada Senin (2/3/2026). Sementara itu, berdasarkan Jisdor Bank Indonesia (BI), rupiah juga melemah 0,41% menjadi Rp 16.848 per dolar AS.

Chief Analyst Doo Financial Futures, Lukman Leong menyatakan bahwa rupiah dan mata uang regional maupun global diperkirakan masih tertekan oleh sentimen risk off akibat eskalasi di wilayah Timur Tengah. BI diharapkan dapat kembali melakukan intervensi untuk menjaga stabilitas nilai tukar.

“Tidak ada data ekonomi penting dari dalam maupun luar negeri yang akan dirilis besok. Meskipun ada data penting dari AS yaitu manufaktur ISM, namun diperkirakan tidak akan banyak mempengaruhi dolar AS,” kata Lukman kepada media, Senin (2/3/2026).

Lukman memperkirakan bahwa rupiah pada hari ini (3/3/2026) akan bergerak dalam kisaran antara Rp 16.800 hingga Rp 17.000 per dolar AS. Ia menilai pelemahan rupiah kemungkinan besar akan terus berlanjut karena tekanan dari situasi geopolitik dan ketidakpastian pasar global.

Data PMI Manufaktur Indonesia Tidak Mampu Menghentikan Pelemahan Rupiah

Sementara itu, Analis Mata Uang Ibrahim Assuaibi mengungkapkan bahwa rilis data Purchasing Manager Index (PMI) manufaktur Indonesia tidak mampu meredam pelemahan rupiah. Meski PMI manufaktur melanjutkan penguatan ke level 53,8 pada Februari 2026 dari bulan sebelumnya yang berada di angka 52,6, peningkatan tersebut tidak cukup untuk memperkuat rupiah.

Peningkatan PMI manufaktur utamanya didorong oleh percepatan pertumbuhan permintaan terhadap produk manufaktur Indonesia. “Permintaan baru naik selama 7 bulan berturut-turut, dengan tingkat pertumbuhan di posisi paling kuat sejak November 2025,” ujar Ibrahim.

Berdasarkan laporan peserta survei, jumlah pelanggan naik dan kepercayaan diri membaik. Data menunjukkan bahwa pertumbuhan total permintaan baru terjadi secara luas, seiring produsen manufaktur Indonesia mencatat kembali peningkatan pesanan ekspor baru untuk pertama kali dalam 6 bulan. Kenaikan pada permintaan ekspor baru merupakan yang paling tajam sejak Mei 2022.

Proyeksi Pergerakan Rupiah Hari Ini

Ibrahim memproyeksikan rupiah pada Selasa (3/3/2026) akan bergerak fluktuatif, namun pada akhirnya akan ditutup melemah di rentang Rp 16.860 hingga Rp 16.910 per dolar AS. Ia menilai bahwa meskipun ada indikasi positif dari sektor manufaktur, faktor eksternal seperti volatilitas pasar global tetap menjadi pengaruh utama terhadap pergerakan rupiah.

Beberapa faktor yang turut memengaruhi antara lain situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah, sentimen pasar terhadap risiko, serta kebijakan moneter Bank Indonesia. Dengan kondisi ini, rupiah diperkirakan akan terus menghadapi tekanan dalam beberapa hari mendatang.

Pos terkait