YOGYAKARTA – PSIM Yogyakarta berhasil meraih kemenangan penuh setelah mengalahkan PSBS Biak dalam pertandingan lanjutan BRI Super League yang digelar di Stadion Maguwoharjo, Jumat (27/2). Meski sukses mencuri tiga poin, pelatih Jean-Paul Van Gastel memberikan evaluasi terhadap performa timnya.
Pertandingan berlangsung sangat sengit dengan saling serang dari kedua tim. Dua pemain asing PSIM, Ze Valente dan Ramos Mingo, menjadi bintang lapangan dengan masing-masing mencetak dua gol. Di sisi lain, PSBS Biak memberikan perlawanan sengit, tetapi hanya mampu mencetak dua gol ke gawang yang dikawal oleh Cahya Supriadi.
Laga ini berjalan terbuka dan seimbang. PSBS Biak mencatatkan 18 tembakan, dengan delapan di antaranya mengarah ke gawang. Sementara itu, PSIM Yogyakarta tampil lebih agresif dengan menciptakan 20 tembakan, tujuh di antaranya tepat sasaran.
Meski menang, pelatih asal Belanda, Jean-Paul Van Gastel, tidak sepenuhnya puas. Ia menyoroti lini belakang yang dianggap mudah ditembus oleh penyerang lawan.
“Kami harus melakukan lebih baik agar bisa memenangkan pertandingan dengan lebih mudah,” ujar Van Gastel.
Ia menilai lini pertahanan Laskar Mataram masih rapuh dalam menghadapi serangan balik. Selain masalah pertahanan, Van Gastel juga mengkritik penampilan tim pada babak pertama. Menurutnya, Ze Valente dkk tidak bermain dengan identitas asli mereka yang biasanya dominan dalam penguasaan bola.
Ia merasa tim sempat kehilangan kendali permainan sebelum bangkit pada babak kedua setelah mendapatkan motivasi tambahan di ruang ganti.
Klasemen Sementara
Kemenangan ini memberikan dampak positif bagi posisi PSIM Yogyakarta di tabel klasemen sementara BRI Super League. Sebagai tim promosi, Laskar Mataram kini naik ke peringkat enam dengan koleksi 36 poin dari 23 pertandingan yang telah dimainkan.
Hasil ini menjadi modal berharga bagi PSIM untuk terus bersaing di papan atas. Namun, ini juga menjadi pekerjaan rumah besar bagi staf pelatih untuk membenahi koordinasi pertahanan sebelum menghadapi laga selanjutnya.





