JAKARTA – Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) telah menetapkan Provinsi Jawa Barat sebagai pilot project nasional dalam program percepatan pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) kepelatihan. Inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelatih sepak bola di berbagai tingkatan, terutama dari akar rumput.
Dalam proyek ini, sebanyak 2.500 pelatih akan mengikuti pelatihan lisensi D secara serentak di 27 Kabupaten/Kota se-Jawa Barat pada awal Mei 2026. Pelatihan ini diproyeksikan akan memecahkan rekor MURI, yang menunjukkan skala besar dan komitmen PSSI dalam mengembangkan sepak bola Indonesia.
Ketua Umum PSSI Erick Thohir menegaskan bahwa langkah ini merupakan fondasi vital bagi masa depan sepak bola Indonesia. “Kami ingin membangun sepak bola berkualitas dari akar rumput. Jawa Barat adalah titik awal, dan saya berharap PSSI di provinsi lain segera mengikuti langkah serupa guna memastikan standar kepelatihan yang mumpuni di seluruh pelosok daerah,” ujarnya dalam keterangan resminya, Selasa (3/3/2026).
Minat peserta terhadap pelatihan ini sangat tinggi. Hanya dalam waktu satu minggu sejak pengumuman dalam pertemuan anggota PSSI Jawa Barat, tercatat sebanyak 1.260 peserta telah resmi mendaftar dari 16 wilayah awal. Pendaftaran masih terus dibuka hingga kuota terpenuhi atau selambat-lambatnya pada 31 Maret 2026.
Tingginya minat peserta menunjukkan kesadaran kolektif bahwa kualitas kepelatihan adalah kunci, bukan sekadar kuantitas. Hal ini direspons positif oleh Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) di tingkat Kabupaten/Kota yang memberikan dukungan penuh berupa fasilitas lapangan dan ruang kelas secara gratis.
Selain mendapatkan kurikulum resmi PSSI dan perlengkapan standar pelatihan, setiap peserta juga akan dibekali kaus serta bola Adidas ukuran 4 dari PSSI. Peralatan ini diberikan untuk mendukung para pelatih saat mereka kembali ke daerah masing-masing untuk membina bibit-bibit muda.
Sinergitas antara Pemerintah Daerah, semangat PSSI tingkat Kabupaten/Kota, serta antusiasme para pegiat sepak bola di Jawa Barat diharapkan menjadi pemicu kebangkitan kualitas sepak bola nasional yang dimulai dari pinggir lapangan.
Berikut rincian pendaftar sementara pelatihan lisensi D pelatih sepak bola di Jabar:
- Kabupaten Tasikmalaya = 120
- Kota Bandung = 120
- Kota Cimahi = 90
- Kab Bandung = 60
- Kab. Bandung Barat = 60
- Kab. Sukabumi = 90
- Kab. Subang = 90
- Kab. Sumedang = 90
- Kab. Majalengka = 90
- Kota Tasikmalaya = 60
- Kab. Karawang = 60
- Kab. Bekasi = 60
- Kab. Bogor = 60
- Kota Depok = 90
- Kota Cirebon = 60
- Kota Cianjur = 60
Program ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan jumlah pelatih, tetapi juga memperkuat sistem pendidikan kepelatihan yang lebih terstruktur dan berkelanjutan. Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan akan lahir pelatih-pelatih berkualitas yang mampu membimbing pemain muda dengan metode yang lebih modern dan efektif.
Selain itu, pelatihan lisensi D juga menjadi langkah strategis untuk menciptakan jaringan pelatih yang tersebar di berbagai daerah, sehingga bisa saling mendukung dan berbagi ilmu pengetahuan. Hal ini akan mempercepat proses pengembangan sepak bola di seluruh Indonesia, terutama di daerah-daerah yang sebelumnya kurang mendapat perhatian.
Dengan kolaborasi antara PSSI, pemerintah daerah, dan komunitas sepak bola, diharapkan program ini dapat menjadi model sukses yang bisa diadopsi oleh provinsi lain. Dengan demikian, sepak bola Indonesia akan memiliki fondasi yang lebih kuat dan berkelanjutan, baik dari segi kualitas maupun jumlah pelatih.





