Raker PSSI Kabupaten Tasikmalaya Fokus pada Pembinaan Sepak Bola Daerah
Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Kabupaten Tasikmalaya menggelar rapat kerja dan workshop kompetisi tahun 2026 di sekretariat PSSI, Jalan SL Tobing, Senin (2/3/2026) sore. Acara ini menjadi langkah awal untuk memantapkan program pembinaan sepak bola daerah. Raker ini dihadiri oleh jajaran pengurus dan perwakilan klub sepak bola PSSI Kabupaten Tasikmalaya.
Dalam rapat tersebut, beberapa topik dibahas, termasuk peningkatan sumber daya manusia (SDM) pelatih, pelaksanaan kompetisi usia dini dan remaja, serta persiapan menghadapi ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2026. Ketua PSSI Kabupaten Tasikmalaya, Juandi, menjelaskan bahwa raker ini lebih fokus terhadap kepengurusan sebagai hal utama dalam pembenahan tata kelola kompetisi dan peningkatan kualitas pelatih.
Saat ini, PSSI Kabupaten Tasikmalaya berkomitmen untuk memastikan kompetisi yang tertib administrasi, disiplin regulasi, serta menjunjung tinggi prinsip fair play. Seluruh pelaksanaan kompetisi akan tetap mengacu dan bersinergi dengan kebijakan PSSI Jawa Barat.
“Kompetisi adalah jantung pembinaan sepak bola. Tanpa kompetisi yang terstruktur, berjenjang, dan konsisten, proses pembinaan tidak akan menghasilkan kualitas permainan yang optimal,” ujar Juandi.
Kursus Lisensi D untuk Peningkatan Kualitas Pelatih
Sebagai langkah awal sebelum kompetisi bergulir, PSSI Kabupaten Tasikmalaya akan menggelar Kursus Lisensi D dengan biaya terjangkau, yakni Rp 500 ribu per peserta. Program ini akan dilaksanakan berkat dukungan penuh PSSI Jawa Barat.
Kursus Lisensi D ini menjadi prioritas awal. Dengan biaya yang lebih murah dan dukungan luar biasa dari PSSI Jawa Barat, diharapkan kualitas pelatih, khususnya di kelompok usia muda, semakin meningkat.
“Targetnya melahirkan pemain-pemain potensial yang terdidik sesuai kurikulum sepak bola nasional,” tambah Juandi.
Persiapan Menghadapi Porprov 2026
Ditanyai mengenai kesiapan cabang olahraga sepak bola di Porprov 2026, Juandi menegaskan bahwa PSSI Kabupaten Tasikmalaya juga menargetkan kesiapan maksimal menghadapi ajang tersebut. Salah satu langkahnya adalah dengan menggelar kompetisi sebagai kebangkitan sepak bola Kabupaten Tasikmalaya.
Dengan fokus pada pembinaan sepak bola daerah, PSSI Kabupaten Tasikmalaya berupaya memperkuat fondasi sepak bola lokal agar bisa bersaing secara nasional. Hal ini tidak hanya membantu pengembangan atlet, tetapi juga memberikan wadah bagi para pelatih dan pengurus untuk berkembang secara profesional.
Strategi Jangka Panjang untuk Pengembangan Sepak Bola
Selain Kursus Lisensi D, PSSI Kabupaten Tasikmalaya juga merancang strategi jangka panjang untuk pengembangan sepak bola. Beberapa inisiatif yang direncanakan antara lain:
- Penyelenggaraan kompetisi usia dini yang terstruktur dan berkelanjutan.
- Pelatihan dan pendidikan pelatih berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas teknik dan taktik.
- Kolaborasi dengan lembaga pendidikan dan organisasi olahraga setempat untuk memperluas jangkauan pembinaan.
Dengan adanya rencana-rencana ini, PSSI Kabupaten Tasikmalaya berharap dapat menciptakan lingkungan sepak bola yang sehat dan kompetitif. Hal ini juga bertujuan untuk memastikan bahwa atlet-atlet muda memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan menembus level nasional.





