Puluhan driver online di Batam tertipu buat akun jalur belakang

A06b93ec0f407b9c7403795545f2e91e
A06b93ec0f407b9c7403795545f2e91e

Penipuan “Akun Tembak” di Batam, Puluhan Calon Driver Kehilangan Uang

Puluhan driver online yang tergabung dalam Organisasi Keluarga Komunitas Driver Online (Komando) Batam menggelar aksi protes di salah satu kantor aplikator transportasi online pada Senin (2/3) malam. Aksi ini dipicu oleh laporan sejumlah calon driver yang merasa tertipu akibat dugaan praktik penipuan yang melibatkan pembuatan akun driver secara ilegal.

Menurut Wakil Ketua Satgas Komando Batam, Okka, kasus ini pertama kali terungkap setelah ada anggota komunitas yang melaporkan pengalaman buruknya. Mereka mengaku diminta menyerahkan uang kepada oknum tertentu dengan janji bisa membantu mempercepat pendaftaran driver saat proses resmi sedang ditutup.

Biaya Pembuatan Akun yang Tidak Wajar

Okka menjelaskan bahwa para calon driver diminta biaya berkisar antara Rp1 juta hingga Rp3 juta per akun. Hal ini sangat tidak wajar karena pendaftaran resmi untuk mobil roda empat seharusnya gratis.

“Calon driver ini diminta biaya berkisar antara Rp1 juta hingga Rp3 juta per akun, padahal pendaftaran resmi untuk mobil (roda empat) seharusnya gratis,” tambahnya.

Berdasarkan pendataan sementara, jumlah korban mencapai lebih dari 30 orang. Namun, sebagian dari akun yang dijanjikan tidak dapat digunakan karena berasal dari luar Batam.

Kerugian yang Terus Bertambah

Ketua Komando Batam, Feryandi Tarigan, membenarkan adanya dugaan penipuan tersebut setelah melakukan pendalaman terhadap para terduga pelaku. Awalnya, total kerugian diperkirakan sekitar Rp20 juta. Namun, setelah dilakukan interogasi dan pendataan, jumlah korban terus bertambah, sehingga nilai kerugian meningkat menjadi sekitar Rp50 juta.

“Kerugian sementara ini baru dari anggota Komando saja, belum dari anggota komunitas yang lain,” ujar Feryandi.

Laporan ke Polisi

Kasus ini telah dilaporkan ke Satreskrim Polresta Barelang pada akhir Februari 2026. Feryandi berharap agar kasus ini diusut tuntas hingga ke akar-akarnya. Ia juga menekankan pentingnya memproses hukum oknum karyawan internal aplikasi driver online, bukan hanya kaki tangannya saja.

Dugaan Pelaku

Okka menyebutkan bahwa para pelaku diduga adalah oknum yang bekerja di dalam perusahaan aplikator transportasi online. Mereka menawarkan layanan pembuatan akun secara ilegal dengan imbalan uang. Meskipun pendaftaran resmi sudah ditutup, mereka tetap menerima pembayaran dari calon driver.

Rekomendasi dan Tindakan Lanjutan

Feryandi menyarankan agar pihak aplikator segera melakukan tindakan tegas terhadap oknum yang terlibat. Selain itu, ia juga menyarankan agar pihak berwajib segera menindaklanjuti laporan yang telah diajukan.





Pos terkait