Puluhan Petugas Satpol PP-WH Banda Aceh Dikirim ke Kecamatan, Ini Tujuannya

Muhammad Rizal Pp Dan Wh Banda Aceh
Muhammad Rizal Pp Dan Wh Banda Aceh

Penempatan Personel Satpol PP-WH di Enam Kecamatan Banda Aceh

Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, secara resmi melepas dan menyerahkan personel Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP-WH) ke sejumlah kecamatan di Kota Banda Aceh. Penyerahan personel dilakukan oleh Kepala Satpol PP dan WH Kota Banda Aceh, M Rizal kepada para camat dari lima kecamatan, yakni Baiturrahman, Kuta Alam, Syiah Kuala, Banda Raya, Lueng Bata, dan Meuraxa, serta disaksikan langsung oleh Wakil Wali Kota Afdhal Khalilullah.

Puluhan personel yang terbagi dalam beberapa regu mengikuti apel dan menerima arahan langsung dari wali kota. Setiap kecamatan akan ditempatkan satu regu yang terdiri dari 10 personel, dilengkapi satu unit kendaraan patroli untuk mendukung operasional di lapangan.

Dalam sambutannya, Illiza menyebut apel pelepasan ini memiliki makna strategis dalam memperkuat penyelenggaraan ketertiban umum, ketentraman masyarakat, serta penegakan qanun dan peraturan daerah di seluruh wilayah kota. Menurutnya, penempatan personel di kecamatan merupakan langkah nyata untuk menghadirkan pelayanan yang lebih dekat, cepat, dan responsif kepada masyarakat, sekaligus mendukung terwujudnya Banda Aceh sebagai Kota Kolaborasi.

“Kehadiran personel di kecamatan harus menjadi jembatan kolaborasi antara pemerintah, aparatur gampong, tokoh agama, tokoh adat, dan seluruh lapisan masyarakat,” ujar Illiza saat apel di Halaman Balai Kota, Jumat (27/2/2026).

Wali Kota Banda Aceh itu menegaskan, tugas Satpol PP-WH memiliki dasar hukum yang kuat, termasuk dalam membantu kepala daerah menegakkan peraturan daerah serta menjaga ketertiban umum dan ketentraman masyarakat. Dalam konteks kekhususan Aceh, Wilayatul Hisbah juga berperan penting dalam mengawal pelaksanaan syariat Islam sesuai qanun yang berlaku. Meski demikian, ia menekankan penegakan aturan harus dilakukan dengan pendekatan yang humanis dan menyejukkan.

Ia berpesan agar seluruh personel menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, integritas, dan keikhlasan, serta mengedepankan koordinasi dengan camat, unsur muspika, keuchik, tokoh agama, dan masyarakat. Selain itu, wali kota juga meminta personel mengutamakan pendekatan persuasif, edukatif, dan preventif dalam menjaga ketertiban serta membangun kesadaran masyarakat terhadap aturan.

“Kehadiran aparat harus benar-benar dirasakan sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat,” kata Illiza.

Wali Kota Banda Aceh itu berharap, dengan penempatan satu regu di setiap kecamatan, penanganan persoalan ketertiban umum, pelanggaran qanun, dan gangguan ketentraman dapat dilakukan lebih cepat, tepat, dan terukur. “Semoga Allah SWT senantiasa memberikan perlindungan, kekuatan, serta kemudahan dalam setiap langkah pengabdian,” pungkasnya.

Tujuan Penempatan Personel Satpol PP-WH di Kecamatan

Penempatan personel Satpol PP-WH di enam kecamatan memiliki beberapa tujuan utama:

  • Meningkatkan ketertiban umum: Dengan kehadiran personel di tingkat kecamatan, penegakan aturan dan pengawasan bisa dilakukan lebih efektif.
  • Mempercepat respons terhadap masalah: Setiap regu dapat merespons isu atau masalah yang muncul lebih cepat karena lokasinya berada di tengah masyarakat.
  • Meningkatkan kerja sama dengan masyarakat: Pendekatan yang humanis dan edukatif memastikan bahwa masyarakat tidak hanya taat pada aturan, tetapi juga memahami pentingnya kepatuhan.
  • Mendukung program Kota Kolaborasi: Kehadiran personel di kecamatan menjadi bagian dari upaya membangun kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan elemen lainnya.

Peran Wilayatul Hisbah dalam Penegakan Qanun

Wilayatul Hisbah memiliki peran penting dalam menjaga pelaksanaan syariat Islam sesuai dengan qanun yang berlaku di Aceh. Tugas ini melibatkan pengawasan terhadap pelaksanaan ajaran agama, termasuk dalam hal pakaian, shalat, dan larangan-larangan tertentu. Namun, penegakan aturan harus dilakukan dengan cara yang tidak menimbulkan konflik, tetapi justru menciptakan harmoni dalam masyarakat.

Pendekatan yang Harus Dilakukan oleh Personel

Personel Satpol PP-WH diminta untuk menjalankan tugas dengan pendekatan yang persuasif dan edukatif. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan aturan tanpa memicu resistensi. Selain itu, pendekatan preventif juga ditekankan agar masalah bisa diatasi sejak dini.

Kesiapan dan Komitmen Personel

Seluruh personel yang ditugaskan di enam kecamatan telah siap menjalankan tugasnya. Mereka dilengkapi dengan kendaraan patroli dan alat komunikasi yang memadai. Selain itu, mereka juga telah menerima arahan dan pembekalan dari pihak terkait, termasuk wali kota dan Kepala Satpol PP-WH.

Kesimpulan

Penempatan personel Satpol PP-WH di enam kecamatan Banda Aceh merupakan langkah strategis dalam meningkatkan penegakan qanun, ketertiban umum, dan pelayanan publik. Dengan pendekatan yang humanis dan kolaboratif, diharapkan kehadiran aparat bisa benar-benar dirasakan oleh masyarakat sebagai pelindung dan pelayan.

Pos terkait