Pernyataan Keras Putin terhadap Tewasnya Khamenei
Presiden Rusia, Vladimir Putin, akhirnya angkat bicara untuk pertama kalinya mengenai tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Peristiwa ini terjadi setelah serangan militer gabungan antara Amerika Serikat dan Israel yang menargetkan Iran. Dalam pernyataannya, Putin menyampaikan kecaman tajam terhadap aksi tersebut, yang ia sebut sebagai “pembunuhan sinis” yang melanggar norma moral dan hukum internasional.
Kekecewaan terhadap Aksi AS-Israel
Dalam pernyataan resmi yang dirilis oleh kantor berita TASS, Putin menegaskan bahwa tindakan tersebut tidak hanya mengguncang stabilitas kawasan, tetapi juga mencederai prinsip dasar hubungan antarnegara. Ia menyebut tewasnya Khamenei sebagai pelanggaran terhadap etika kemanusiaan dan hukum internasional.
Putin juga menegaskan bahwa Khamenei akan dikenang di Rusia sebagai “negarawan yang luar biasa.” Pernyataan ini memperkuat posisi Rusia sebagai sekutu strategis Iran. Hubungan kedua negara semakin kuat dalam beberapa tahun terakhir, termasuk kerja sama pertahanan di tengah konflik Rusia dengan Ukraina.
Kementerian Luar Negeri Rusia juga mengecam serangan AS-Israel terhadap Iran. Moskow menyebutnya sebagai “langkah sembrono” dan “tindakan agresi bersenjata tanpa provokasi.”
Dampak pada Dinamika Global
Eskalasi ini dinilai berpotensi memperluas ketegangan geopolitik global. Dukungan militer Iran kepada Rusia, termasuk suplai drone dan rudal balistik serta pembangunan fasilitas manufaktur drone, menjadi faktor penting dalam dinamika aliansi kedua negara.
Dengan pernyataan terbuka ini, Kremlin memperlihatkan sikap konfrontatif terhadap blok Barat dan mempertegas garis politiknya di tengah meningkatnya ketegangan global.
Rincian Serangan yang Mengakhiri Kehidupan Khamenei
Sebelumnya, media Iran telah mengonfirmasi bahwa Ayatollah Ali Khamenei tewas akibat serangan udara masif yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari 2026. Khamenei tewas bersama putri, cucu, menantu perempuan, dan menantu laki-lakinya.
Operasi yang diberi sandi “Epic Fury” oleh Pentagon dan “Raungan Singa” oleh militer Israel tidak hanya menargetkan infrastruktur militer, tetapi juga meruntuhkan struktur kepemimpinan tertinggi Republik Islam Iran. Sejumlah jenderal dan pejabat tinggi Iran juga turut tewas dalam serangan tersebut.
Runtuhnya Piramida Kepemimpinan Teheran
Laporan media pemerintah Iran, Tasnim, memberikan rincian yang mengerikan: serangan tersebut menyapu bersih lingkaran dalam Khamenei. Tidak hanya sang pemimpin tertinggi, putri, cucu, hingga menantu laki-lakinya dan perempuannya turut tewas dalam gempuran tersebut.
Di barisan militer, kehilangan Iran hampir tidak terukur. Tokoh-tokoh kunci yang terkonfirmasi tewas meliputi:
- Letjen Abdolrahim Mousavi: Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran.
- Aziz Nasirzadeh: Menteri Pertahanan Iran.
- Mayjen Mohammad Pakpour: Komandan elit Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).
- Ali Shamkhani: Penasihat utama pertahanan dan mantan sekretaris keamanan.
Respons Iran terhadap Serangan
Iran tidak tinggal diam. Sejak Minggu pagi (1/3/2026), IRGC meluncurkan “Gelombang Keenam” serangan rudal balistik dan ribuan drone ke berbagai titik di kawasan. Suasana Ramadan yang syahdu berubah mencekam saat ledakan dan sirene serangan udara terdengar bersahutan dengan suara azan di kota-kota besar.
Dampak serangan balasan ini dilaporkan sangat luas:
- Dubai: Puing-puing rudal yang dicegat menyebabkan kebakaran hebat di pelabuhan Jebel Ali. Asap hitam tebal menyelimuti cakrawala Business Bay.
- Qatar & Bahrain: Ledakan keras mengguncang Doha dan Manama, menyebabkan belasan orang terluka dan kerusakan material di sekitar area komersial.
- Irak: Bandara Erbil dilaporkan mengalami kebakaran hebat akibat serangan rudal.
Ali Larijani, tokoh senior Iran, bersumpah akan “menikam Amerika di jantungnya” dan menegaskan pembalasan akan jauh lebih kuat. Larijani memastikan struktur kepemimpinan sementara tengah dibentuk untuk mengisi kekosongan kekuasaan.





