Putin: Pembunuhan Khamenei Melanggar Norma Kemanusiaan

Aa1xizzf 1
Aa1xizzf 1

Putin Menyampaikan Belasungkawa atas Kematian Pemimpin Tertinggi Iran

Presiden Rusia Vladimir Putin menyampaikan belasungkawa atas kematian Ayatollah Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran, yang tewas dalam serangan udara oleh AS dan Israel. Dalam sebuah nota yang dikirimkan kepada Presiden Iran Masoud Pezeshkian, Putin menyebut pembunuhan tersebut sebagai pelanggaran keji terhadap norma moralitas manusia.

“Mohon terima belasungkawa saya yang mendalam sehubungan dengan pembunuhan Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran, Seyed Ali Khamenei, dan anggota keluarganya, yang dilakukan dengan pelanggaran keji terhadap semua norma moralitas manusia dan hukum internasional,” ujarnya.

Putin juga menekankan bahwa Ayatollah Khamenei akan diingat sebagai negarawan terkemuka yang memberikan kontribusi besar bagi pengembangan hubungan persahabatan antara Rusia dan Iran. Ia meminta Pezeshkian menyampaikan simpati dan dukungan kepada keluarga serta rakyat Iran.

Rusia merupakan mitra dagang utama sekaligus pemasok senjata dan teknologi bagi Iran. Namun, kematian Khamenei telah menciptakan ketidakpastian besar terkait suksesi kepemimpinan di Iran. Korps Garda Revolusi Islam berpotensi mengambil alih kekuasaan jika transisi tidak jelas.

Masa Depan Pemerintahan Iran Setelah Kematian Khamenei

Kematian Ayatollah Ali Khamenei dapat menjadi ancaman eksistensial terbesar bagi rezim Islam Iran dalam hampir 50 tahun keberadaannya. Meski demikian, menurut laporan media internasional, hal tersebut tidak serta-merta berarti berakhirnya teokrasi yang mengendalikan negara itu dalam waktu dekat.

Meskipun Iran memiliki presiden terpilih, Masoud Pezeshkian, kekuasaan sesungguhnya tetap berada di tangan pemimpin tertinggi. Pemimpin seperti Khamenei selama ini memegang peran sentral dalam pengambilan keputusan politik dan militer.

Transisi kekuasaan terakhir terjadi setelah wafatnya pendiri Republik Islam Iran, Ayatollah Ruhollah Khomeini, pada 1989. Sejak saat itu, mantan Presiden Ebrahim Raisi sempat difavoritkan untuk menggantikan Khamenei, namun ia tewas dalam kecelakaan helikopter pada 2024.

Putra Khamenei, Mojtaba Khamenei, disebut-sebut sebagai salah satu calon pengganti. Meskipun sosoknya relatif misterius, ia diyakini memiliki pengaruh di balik layar, termasuk dalam mengelola kekayaan ayahnya.

Namun, Mojtaba bukan satu-satunya nama yang dipertimbangkan. Khamenei dilaporkan telah memilih tiga kandidat yang dapat menggantikannya saat perang 12 hari pada Juni 2025 lalu. Nama-nama mereka belum diumumkan ke publik.

Ketidakpastian terkait suksesi ini dapat membuka peluang bagi lawan-lawan Iran. Dalam pernyataan video yang mengumumkan serangan AS di Iran, Presiden Donald Trump mendesak warga Iran untuk memanfaatkan momen tersebut guna menggulingkan rezim.

“Setelah kami selesai, ambil alih pemerintahan Anda. Itu akan menjadi milik Anda,” ujarnya. “Ini mungkin satu-satunya kesempatan Anda untuk beberapa generasi.”

Serangan Gabungan AS-Israel Terhadap Iran

Berikut poin-poin penting mengenai rangkuman kejadian setelah serangan AS-Israel terhadap Iran:

  • Iran melancarkan serangan rudal dan drone baru yang menargetkan Israel serta sejumlah kota di kawasan Teluk, setelah bersumpah akan membalas pembunuhan pemimpin tertinggi Ali Khamenei.
  • Sirene terdengar beberapa kali di wilayah Israel tengah dan sebagian Tepi Barat yang diduduki pada Minggu pagi. Ledakan juga dilaporkan terjadi di Doha, Dubai, dan Manama.
  • Ketua parlemen Iran memperingatkan bahwa Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah melanggar garis merah dan akan menanggung konsekuensinya.
  • Media pemerintah Iran mengumumkan kematian sejumlah pejabat militer tingkat tinggi, termasuk Kepala Staf Angkatan Bersenjata Abdolrahim Mousavi, Menteri Pertahanan Aziz Nasirzadeh, Kepala Garda Revolusi Mohammad Pakpour, serta Kepala Dewan Pertahanan Ali Shamkhani.
  • Sedikitnya 133 warga sipil tewas dan 200 lainnya terluka dalam serangan AS-Israel di Iran pada Sabtu, menurut organisasi berbasis di AS, HRANA.
  • Ali Larijani, penasihat keamanan nasional utama Iran, memperingatkan “kelompok separatis” bahwa mereka akan menghadapi tanggapan keras jika mencoba melakukan tindakan apa pun.
  • Ribuan orang berkumpul di pusat Teheran untuk berduka atas kematian Khamenei. Para pelayat meneriakkan “matilah Amerika” dan “matilah Israel”.
  • Pengunjuk rasa juga menggelar aksi mendukung Iran di sejumlah kota. Mereka mencoba menyerbu konsulat AS di Karachi dan memasuki Zona Hijau di Baghdad.
  • Badan nuklir PBB mengatakan akan mengadakan pertemuan luar biasa pada Senin (2/3/2026) atas permintaan Rusia.

Pos terkait