Qatar Mengutuk Serangan Iran dan Minta Hentikan Eskalasi
Qatar telah mengirimkan surat resmi kepada Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres serta Presiden Dewan Keamanan PBB, yang saat ini dipimpin oleh Amerika Serikat. Dalam surat tersebut, Qatar menyatakan kecaman terhadap serangan Iran terhadap wilayahnya dan negara-negara Teluk lainnya. Mereka menilai serangan tersebut sebagai tindakan yang tidak dapat diterima dan berpotensi mengancam keamanan serta stabilitas kawasan.
1. Qatar dihujani Puluh Rudal dan Drone
Duta Besar Qatar untuk PBB, Sheikha Alia Ahmed bin Saif Al Thani, dalam surat resmi menyatakan bahwa Qatar memiliki hak untuk merespons serangan yang dilakukan oleh Iran. Menurutnya, pada Sabtu (28/2/2026), setelah serangan AS dan Israel menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, Iran menembakkan 83 rudal dan 12 drone ke Qatar.
Meskipun sebagian besar rudal dan drone berhasil dicegat, dua rudal berhasil menembus pertahanan dan mengenai Pangkalan Udara Al Udeid. Serangan ini juga menimbulkan kerusakan di beberapa wilayah sipil, termasuk zona komersial dan perumahan seperti kawasan West Bay dan kota perumahan Barwa.
2. Qatar Minta Hentikan Eskalasi
Sheikha Alia Ahmed bin Saif Al Thani dalam surat resmi kepada PBB menekankan pentingnya menghentikan tindakan eskalasi yang terus meningkat. Ia menyoroti bahwa serangan yang terjadi pada Minggu pagi mencatat 92 rudal balistik dan 17 drone yang terdeteksi di wilayah Qatar. Meski sebagian besar berhasil dicegat, insiden ini menunjukkan peningkatan ketegangan di kawasan Teluk.
“Negara Qatar memperbarui seruannya untuk segera menghentikan tindakan eskalasi apa pun, kembali ke meja dialog, memprioritaskan bahasa akal sehat dan kebijaksanaan, dan upaya untuk mengatasi krisis dengan cara yang menjaga keamanan kawasan, melindungi kepentingan rakyatnya, dan mencegah terjadinya konfrontasi yang lebih luas,” ujarnya dalam surat tersebut.

3. Trump Kaget Iran Serang Negara Tetangganya
Presiden Donald Trump menilai perang ini kemungkinan akan berlangsung selama 4-5 minggu. Ia mengaku terkejut dengan serangan Iran ke negara tetangganya. Namun, Mohammad Boroujerdi menegaskan bahwa Iran tidak bermaksud menyerang negara tetangga, tetapi hanya menargetkan pangkalan militer AS yang menggunakan wilayah-wilayah negara tetangga.
“Kami menyerang pangkalan-pangkalan militer musuh (AS) yang menggunakan wilayah-wilayah negara tetangga kami. Pangkalan-pangkalan militer itu merupakan wilayah milik musuh tersebut. Jadi kami sama sekali tidak bermaksud menyerang negara tetangga kami, tapi musuh yang memanfaatkan wilayah dari negara tetangga kami,” ucapnya.

Serangan Iran terhadap Qatar dan negara-negara Teluk lainnya memicu kekhawatiran akan meningkatnya konflik di kawasan. Qatar meminta agar semua pihak segera menghentikan tindakan yang bisa memicu eskalasi lebih lanjut dan kembali ke proses dialog untuk mencari solusi damai.





