Qurma Ramadan: 6.700 Perceraian di Sulteng, Momentum Perbaikan Keluarga

F Ismail018 E1679842046942 1
F Ismail018 E1679842046942 1

Perkara Keluarga di Sulawesi Tengah Meningkat pada Tahun 2025

Dalam sebuah acara yang diselenggarakan, Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Agama Palu, Abdul Ghofur, menyampaikan perhatian terhadap tingginya angka perkara keluarga di Sulawesi Tengah sepanjang tahun 2025. Acara ini dilaksanakan dalam rangka program Qurma (Quotes Ramadhan) pada hari Kamis, tanggal 26 Februari 2026.

Menurut data yang dirujuk, terdapat sekitar 6.700 kasus perceraian di wilayah Sulawesi Tengah selama tahun tersebut. Selain itu, ada 257 perkara dispensasi nikah dan 1.415 perkara isbat nikah. Angka-angka ini menunjukkan bahwa masalah ketahanan keluarga masih menjadi tantangan serius di daerah ini.

Abdul Ghofur mengatakan bahwa Ramadan bukan hanya bulan ibadah ritual, tetapi juga momen penting untuk memperbaiki hubungan keluarga. Ia menekankan bahwa jika ada konflik dalam rumah tangga, masyarakat harus lebih memilih musyawarah dan perdamaian daripada langsung memilih perceraian.

“Ramadan adalah bulan penuh rahmat dan ampunan. Jika ada persoalan dalam rumah tangga, mari kita kedepankan musyawarah dan perdamaian. Jangan langsung memilih jalan perceraian sebelum berupaya memperbaiki,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa peradilan agama memang menangani perkara sengketa, tetapi dalam ajaran Islam sangat dianjurkan penyelesaian melalui perdamaian. Prinsip as-sulhu (perdamaian) menjadi solusi terbaik dalam menyelesaikan konflik.

Berbagai Perkara yang Ditangani Peradilan Agama

Dalam konteks kewenangan, peradilan agama tidak hanya mengurus perceraian, tetapi juga perkara izin poligami, hak asuh anak, perwalian, waris, hibah, zakat hingga sengketa ekonomi syariah. Semua itu bertujuan memberikan kepastian hukum sekaligus perlindungan bagi umat.

Peradilan agama memiliki peran penting dalam memastikan bahwa setiap perkara keluarga diselesaikan dengan adil dan sesuai dengan prinsip-prinsip agama. Dengan demikian, masyarakat dapat merasa aman dan yakin bahwa tuntutan mereka akan ditangani secara profesional dan bermartabat.

Pentingnya Kesadaran dan Komunikasi dalam Menjaga Ketahanan Keluarga

Di akhir ceramahnya, Abdul Ghofur mengajak masyarakat menjadikan Ramadan sebagai sarana introspeksi diri dan memperkuat ketahanan keluarga. Ia berharap angka sengketa keluarga di Sulawesi Tengah dapat ditekan melalui kesadaran, komunikasi, dan semangat perdamaian.

“Semoga Ramadan ini menjadi momentum memperbaiki diri, memperkuat keluarga, dan membangun masyarakat yang harmonis,” tutupnya.

Tips untuk Meningkatkan Hubungan Keluarga

Berikut beberapa langkah yang dapat diambil oleh masyarakat untuk meningkatkan hubungan keluarga:

  • Meningkatkan komunikasi: Komunikasi yang baik antara anggota keluarga dapat mencegah munculnya konflik.
  • Membangun kesadaran bersama: Kesadaran akan pentingnya perdamaian dan musyawarah dapat membantu menyelesaikan masalah tanpa konflik.
  • Mengikuti program pengembangan diri: Program seperti pelatihan kepemimpinan keluarga atau konseling bisa menjadi alternatif untuk memperkuat ikatan keluarga.
  • Menggunakan waktu liburan sebagai momen berkualitas: Liburan seperti Ramadan bisa dimanfaatkan untuk melakukan aktivitas bersama keluarga guna memperkuat ikatan emosional.

Dengan upaya-upaya tersebut, diharapkan angka sengketa keluarga di Sulawesi Tengah dapat berkurang, serta masyarakat dapat hidup dalam suasana harmonis dan damai.

Pos terkait