Sinetron Religi ‘Para Pencari Tuhan’ yang Bertahan Selama 19 Tahun
Sinetron religi “Para Pencari Tuhan (PPT)” karya Deddy Mizwar kini telah memasuki Jilid ke-19 dengan judul “Tobat, Woy!”. Sinetron ini telah menjadi bagian dari rutinitas masyarakat Indonesia terutama saat waktu sahur. Banyak sinetron atau serial religi lainnya yang tidak mampu bertahan hingga usia 20 tahun, namun PPT tetap eksis dan diminati.
Aktor senior sekaligus kreator PPT, Deddy Mizwar, secara terbuka membocorkan rahasia di balik kesuksesan dan ketahanan sinetron ini. Ia mengakui bahwa selama 19 tahun membuat PPT yang tayang di SCTV, rating dan popularitasnya pernah naik dan turun. Namun, ia tidak menyerah dan terus berupaya untuk merubah formula ceritanya agar tetap diminati.
“Kita berusaha agar kembali disukai. Maka itu, kita berubah tema supaya lebih longgar, tidak terikat dengan peristiwa-peristiwa masa lalu,” ujar Deddy Mizwar dalam wawancara virtual beberapa waktu lalu.
Ia juga menjelaskan bahwa setiap tahun, PPT mencoba mengangkat tema-tema yang berbeda serta pemain-pemain baru, meskipun beberapa aktor tetap berada di dalamnya. Menurut Deddy, kunci utama PPT bisa dicintai oleh masyarakat adalah karena selalu menyajikan cerita yang dekat dengan penonton.
Salah satu cara untuk mendekatkan diri dengan penonton adalah dengan menyisipkan fenomena dan isu sosial dalam setiap jilid PPT. Bahkan, sering kali cerita PPT menyindir isu sosial politik yang sedang ramai dibicarakan di Indonesia.
“Itu (sindiran) barangkali ungkapan-ungkapan yang tidak sempat diucapkan oleh para pemirsa. Ada sesuatu yang mungkin tidak pada tempatnya, tapi kita sampaikan dengan gaya yang ringan, rileks, tidak harus memaki,” kata Deddy Mizwar yang juga dikenal sebagai pemeran Bang Jack di PPT.
Penonton dapat menikmati PPT sambil tertawa dan merasa terwakili. “Pantaslah kita tertawa, menertawakan diri sendiri,” tambahnya.
Deddy Mizwar mengakui bahwa penonton tidak melihat artis siapa yang bermain dalam setiap jilidnya, tetapi mereka selalu menantikan kejutan dari cerita dalam setiap jilid.
“Jika penonton bisa empati pada tokoh yang dimainkan, maka cerita akan dinikmati. Makanya, bukan sekadar main, tapi ada tanggung jawab profesi yang harus dijaga oleh para aktor,” ujarnya.
Rahasia Sukses PPT: Cerita yang Selalu Relevan
Berikut beberapa faktor yang membuat PPT tetap diminati:
-
Cerita yang dekat dengan penonton
PPT selalu menghadirkan cerita-cerita yang relevan dengan kehidupan sehari-hari masyarakat. Hal ini membuat penonton merasa terwakili dan bisa merasakan emosi dari tokoh-tokoh dalam sinetron. -
Isu sosial yang disampaikan dengan santai
Dalam setiap jilid, PPT sering menyisipkan isu-isu sosial dan politik yang sedang hangat dibicarakan. Namun, penyampaiannya dilakukan dengan cara yang ringan dan tidak terlalu keras, sehingga tidak menimbulkan konflik. -
Perubahan tema dan pemain
Setiap tahun, PPT berusaha mengangkat tema-tema baru dan memperkenalkan pemain-pemain baru. Hal ini membantu menjaga daya tarik sinetron agar tidak terasa monoton. -
Empati terhadap tokoh
Penonton cenderung merasa empati terhadap tokoh-tokoh dalam PPT. Ini membuat cerita menjadi lebih menarik dan mudah diterima.
Kiprah Deddy Mizwar sebagai Kreator
Deddy Mizwar tidak hanya sebagai aktor, tetapi juga seorang kreator yang memiliki visi dan misi dalam menciptakan konten yang bermanfaat bagi masyarakat. Ia terus menjadi inspirasi bagi banyak orang yang ingin mengembangkan serial atau sinetron religi.
Dengan keberhasilannya dalam menjaga ketahanan PPT selama 19 tahun, Deddy Mizwar membuktikan bahwa sinetron religi bisa tetap relevan dan diminati jika disajikan dengan cara yang tepat dan menyentuh hati penonton.





