Tren Belanja Online dan Pengaruhnya terhadap Toko Konvensional
Di tengah maraknya tren belanja online, bisnis toko konvensional masih mampu bertahan dan bahkan menunjukkan peningkatan penjualan selama masa Ramadan. Hal ini terlihat dari pengalaman seorang karyawan toko baju di Salatiga, Vita, yang mengungkapkan bahwa aktivitas toko mulai ramai sejak memasuki bulan suci tersebut.
“Alhamdulillah ramai, apalagi Sabtu-Minggu ramai banget. Memang ada penurunan dibanding dulu karena tren online, tapi Ramadan ini mulai naik,” ujarnya saat berbicara kepada Tribun Jateng, Senin (2/3).
Vita menyebutkan bahwa peningkatan penjualan saat ini mencapai sekitar 70 persen dibandingkan dengan kondisi normal. Meskipun begitu, keramaian tahun ini disebut belum sebesar tahun-tahun sebelumnya sebelum pasar online semakin merajalela.
Dulu, kata Vita, toko sudah ramai sebelum Ramadan. Namun, sejak tren belanja online mulai berkembang, keramaian baru terasa saat memasuki bulan puasa.
Meski tidak melayani penjualan online secara resmi, toko tetap menerima pesanan melalui WhatsApp. “Biasanya ada yang pesan lewat WA. Nanti kami antarkan ke alamatnya,” jelasnya.
Pengaruh Media Sosial terhadap Pemilihan Model Pakaian
Vita juga menjelaskan bahwa saat ini tren model pakaian banyak dipengaruhi media sosial, terutama TikTok. Model yang sedang viral lebih cepat diburu pembeli. “Yang sesuai lagu-lagu TikTok itu biasanya ramai. Ada juga yang disebut gamis istri orang, itu banyak dicari,” tambahnya.
Tren ini membuat toko harus terus mengikuti perkembangan mode agar bisa tetap menarik perhatian konsumen.
Keunggulan Toko Fisik dalam Momen Ramadan
Doddy, pemilik ABoutique di Ruko Tlogosari Raya 1 No. 18, Semarang, menilai bahwa toko fisik memberi rasa aman dan kepastian bagi pembeli, terutama menjelang Lebaran.
“Pembeli bisa lihat langsung bahan, coba ukuran, dan lebih yakin dengan kualitasnya. Itu yang bikin mereka lebih tenang,” ujarnya.
ABoutique didominasi pakaian muslim, terutama gamis dengan desain kekinian. Harganya pun relatif terjangkau, mulai dari puluhan ribu hingga sekitar Rp200 ribu per potong.
Ia menyebut, Ramadan menjadi momen peningkatan penjualan. Doddy mengestimasi jumlah pengunjung saat ini mencapai ribuan orang yang datang silih berganti setiap hari.
Strategi Pemasaran yang Efektif
Selain itu, Doddy juga menyampaikan bahwa strategi pemasaran yang digunakan tokonya sangat efektif dalam menarik konsumen. Dengan menawarkan produk yang sesuai dengan tren dan harga yang kompetitif, toko ini berhasil mempertahankan minat para pembeli.
Toko juga aktif dalam memperkenalkan model-model baru melalui media sosial. Hal ini membantu meningkatkan visibilitas dan menarik perhatian calon pembeli.
Kesimpulan
Meskipun tren belanja online terus berkembang, toko konvensional masih memiliki peluang untuk tetap eksis dan bahkan meningkatkan penjualan, terutama pada momen-momen spesial seperti Ramadan. Dengan strategi yang tepat dan adaptasi terhadap perubahan pasar, toko-toko fisik dapat tetap menjadi pilihan utama bagi para konsumen yang menginginkan pengalaman belanja yang nyata dan aman.





