Ramadan Light Festival 2026 Hiasi Purbalingga dengan Ratusan Lampion untuk Dorong Ekonomi

Aa1whojl
Aa1whojl

Perayaan Ramadan Light Festival 2026 di Purbalingga

Purbalingga, sebuah kota yang dikenal dengan julukan “Kota Perwira”, kini memperlihatkan wajah baru yang penuh warna dan estetika. Ratusan lampion tematik kini menghiasi pusat kota serta sejumlah ruas jalan protokol seperti Jalan Jenderal Soedirman, Jalan MT Haryono, dan Jalan Pierre Tendean. Penyambutan ini dilakukan dalam rangka merayakan Ramadan Light Festival 2026, sebuah acara yang diharapkan mampu memberikan dampak positif terhadap sektor ekonomi kreatif dan menarik minat wisatawan.

Peresmian festival ini dilakukan secara langsung oleh Bupati Purbalingga, Fahmi M. Hanif, bersama Wakil Bupati Dimas Prasetyahani dan jajaran Forkopimda Kabupaten Purbalingga. Acara ini menjadi edisi kedua dari kegiatan serupa yang digelar pada tahun sebelumnya, dengan harapan bahwa festival ini tidak hanya menjadi ajang estetika semata, tetapi juga sebagai alat penggerak ekonomi lokal.

Fahmi M. Hanif menyampaikan bahwa acara ini dirancang untuk menciptakan lonjakan pengunjung baik dari kalangan warga lokal maupun para pemudik yang melintasi wilayah Purbalingga. Ia berharap masyarakat dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan berbelanja dan mendukung usaha kecil di sekitar lokasi festival.

Kolaborasi Lintas Sektor dan Partisipasi Publik

Ramadan Light Festival 2026 akan berlangsung hingga 28 Maret 2026, yaitu H+7 Lebaran. Dalam penyelenggaraannya, acara ini melibatkan kolaborasi yang sangat luas antara pemerintah, dunia pendidikan, hingga sektor swasta. Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Dinporapar) Purbalingga, Sadono, menjelaskan bahwa peserta dibagi menjadi dua kategori, yaitu lomba dan partisipan.

Kategori lomba melibatkan kolaborasi antar-desa, dengan satu lampion per lima desa, serta institusi pendidikan dari tingkat SMP hingga SMA. Sementara itu, kategori partisipan mencakup jajaran Forkopimda, OPD, BUMD, hingga pihak swasta dan pertokoan di sepanjang jalan protokol seperti Jalan Jenderal Soedirman dan Jalan MT Haryono.

Daya Tarik Wisata dan Spot Foto Estetik

Antusiasme warga terlihat sejak malam pembukaan festival. Windi, seorang warga Babakan, mengaku sengaja datang ke Alun-alun Purbalingga untuk berburu foto bersama keluarga sebelum waktu berbuka puasa tiba. Menurutnya, suasana festival ini membuat tempat tersebut lebih asyik dan estetik untuk dijadikan spot foto sambil ngabuburit. Ia menilai acara ini menjadi hiburan baru yang segar bagi warga.

Dengan cakupan hiasan lampion yang meluas hingga ke jalan-jalan utama, Ramadan Light Festival 2026 Purbalingga diharapkan mampu memperkuat citra daerah sebagai kota yang ramah wisatawan. Selain itu, acara ini juga diharapkan bisa menyongsong bulan suci Ramadan 1447 H dengan semangat kebersamaan dan kekayaan budaya lokal.

Pos terkait