Momentum Ramadhan untuk Memperkuat Solidaritas Sosial
Ramadhan tidak hanya menjadi bulan ibadah, tetapi juga menjadi waktu yang tepat untuk merefleksikan pentingnya solidaritas sosial. Di tengah tantangan ekonomi yang semakin meningkat, akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera menjadi isu yang semakin mendesak. Bantuan terhadap yayasan pendidikan dan panti asuhan dinilai sangat krusial dalam memastikan bahwa setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk belajar.
Di tengah situasi ini, PT BRI Asuransi Indonesia atau BRI Insurance mengambil langkah nyata dengan menyalurkan bantuan peralatan sekolah serta dukungan biaya operasional kepada dua yayasan di Jakarta pada 26–27 Februari 2026. Dua lembaga yang menerima dukungan tersebut adalah Yayasan Ridho Berkah Sejahtera di Cipayung, Jakarta Timur; dan Yayasan Baitul Yatama Jakarta (Bayata) di Penjaringan, Jakarta Utara. Bantuan ini difokuskan pada kebutuhan dasar pendidikan seperti perlengkapan sekolah serta penunjang aktivitas harian yayasan.
Direktur Utama BRI Insurance Budi Legowo menyerahkan bantuan secara langsung di Cipayung. Ia menyampaikan bahwa akses terhadap perlengkapan belajar yang memadai masih menjadi tantangan bagi sebagian anak di wilayah perkotaan, termasuk Jakarta. “Harapannya, dukungan ini bisa membantu anak-anak lebih fokus belajar dan meringankan kebutuhan operasional yayasan,” ujar Budi Legowo di sela kegiatan.
Pihak yayasan menyambut positif bantuan tersebut. Perwakilan Yayasan Ridho Berkah Sejahtera menyebut, kebutuhan perlengkapan sekolah kerap menjadi beban tersendiri, terutama menjelang tahun ajaran baru maupun saat kegiatan belajar tambahan selama Ramadhan. Mereka berharap dukungan ini dapat memberikan dampak nyata bagi para anak didik.
Di lokasi berbeda, Komisaris Independen BRI Insurance Benny Imam Syafii menyerahkan bantuan kepada Yayasan Baitul Yatama Jakarta. Dia menekankan pentingnya kolaborasi antara sektor swasta dan lembaga sosial dalam memperkuat fondasi pendidikan anak-anak yang tinggal di panti asuhan maupun yayasan sosial. Menurut pengelola Yayasan Baitul Yatama Jakarta, dukungan terhadap biaya operasional akan membantu menjaga keberlangsungan program pembinaan, mulai dari pendidikan formal hingga kegiatan keagamaan selama bulan suci.
Data berbagai lembaga menunjukkan, biaya pendidikan, termasuk perlengkapan sekolah, masih menjadi salah satu komponen pengeluaran signifikan bagi keluarga berpenghasilan rendah. Di kawasan perkotaan dengan biaya hidup tinggi seperti Jakarta, tekanan tersebut kerap berdampak pada keberlanjutan pendidikan anak. Dalam situasi tersebut, keterlibatan dunia usaha tak lagi dipandang sebatas kegiatan filantropi musiman.
Sejumlah perusahaan mulai mengaitkan program sosialnya dengan pendekatan keberlanjutan, termasuk prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG). Sebagai perusahaan yang bergerak di sektor asuransi kerugian, BRI Insurance menilai stabilitas sosial dan akses pendidikan memiliki kaitan erat dengan ketahanan ekonomi jangka panjang. Pendidikan yang lebih baik diharapkan berkontribusi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia dan daya saing nasional.
Ramadhan pun menjadi momentum yang relevan untuk memperkuat pesan tersebut. Selain identik dengan ibadah dan pengendalian diri, bulan suci juga kerap dimaknai sebagai waktu untuk memperluas kepedulian sosial, khususnya kepada anak-anak yatim dan keluarga yang membutuhkan dukungan.
Kegiatan penyaluran bantuan ini menjadi bagian dari agenda keberlanjutan perusahaan yang dijalankan sepanjang tahun. Ke depan, perusahaan menyatakan akan terus memperluas jangkauan program sosial ke berbagai wilayah, dengan fokus pada dampak nyata bagi masyarakat.
Lebih dari sekadar seremoni, isu yang mengemuka adalah bagaimana kolaborasi antara sektor swasta dan lembaga sosial dapat menciptakan efek berkelanjutan. Tantangannya bukan hanya pada penyaluran bantuan, tetapi juga memastikan dukungan tersebut terintegrasi dengan kebutuhan riil anak-anak dan pengelola yayasan.
Di tengah dinamika ekonomi dan meningkatnya biaya hidup, dukungan terhadap akses pendidikan tetap menjadi salah satu investasi sosial paling strategis. Ramadhan menjadi pengingat bahwa solidaritas sosial dan pembangunan manusia berjalan beriringan, dan membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk dunia usaha.





