Kegiatan Tadarus di Lapas Perempuan Bandung Selama Ramadhan 2026
Di tengah suasana Ramadhan yang penuh makna, warga binaan di Lapas Perempuan Bandung menggelar kegiatan tadarus di Aula Kartini. Aula yang biasanya digunakan untuk berbagai kegiatan pembinaan kini menjadi ruang kontemplasi bagi para warga binaan dalam memperbaiki diri dan membangun kedisiplinan spiritual.
Setiap hari, satu juz Al-Qur’an ditargetkan untuk dibaca bersama-sama. Kegiatan ini bukan sekadar mengejar khatam, tetapi juga menjadi bentuk pembinaan kepribadian yang terstruktur. Petugas lapas memimpin bacaan, memastikan bahwa kegiatan berjalan dengan tertib dan teratur.
Kehadiran Warga Binaan di Aula Kartini
Langit pagi masih pucat ketika satu per satu warga binaan melangkah menuju Aula Kartini pada Kamis, 26 Februari 2026. Di tangan mereka, mushaf terbuka, siap memulai program one day one juz. Jam baru menunjukkan pukul delapan, ketika suara tilawah mulai bersahutan. Tidak ada pengeras suara berlebihan, lantunan ayat suci terdengar menggema dari para warga binaan perempuan yang membaca Al-Qur’an secara serempak.
Beberapa di antara mereka terbata di awal ayat, sementara yang lain lancar tanpa jeda. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang belajar membaca Al-Qur’an, tetapi juga menjadi cara untuk menjaga disiplin dan memperkuat iman.
Pengalaman Vera: Antusias Mengikuti Kegiatan
Salah satu warga binaan, Vera, mengaku selalu antusias mengikuti kegiatan one day one juz saat Ramadhan. Ia menyebutkan bahwa kegiatan ini memberinya rasa kenyamanan dan kebugaran fisik serta mental.
“Alhamdulillah selama Ramadhan di sini, pagi-pagi diisi dengan tadarus one day one juz dan dari hari pertama sampai sekarang saya terus mengikuti dan itu terasa kena badan, terasa lebih sehat apalagi ngaji satu juz lumayan panjang juga,” ujarnya.
Setelah mengikuti kegiatan one day one juz, Vera biasanya melanjutkan aktivitas membatik yang menjadi pos kerjanya di Lapas Perempuan Bandung. “Terus sudah selesai one day one juz, saya mengikuti kegiatan membatik, sampai sore,” katanya.
Vera yang tak lama lagi akan menghirup udara bebas ini pun berharap, Ramadhan kali ini dapat menjadi titik balik bagi kehidupan dan masa depannya. “Pengen bener-bener lebih baik dari tahun lalu, pokonya masa ini buat masa depan yang lebih cerah,” ucapnya.
Beragam Aktivitas Setelah Tadarus
Selain Vera, warga binaan lain pun memiliki berbagai aktivitas berbeda-beda selepas sesi membaca Al-Qur’an. Beberapa warga binaan mengikuti kelas bahasa Mandarin. Di papan tulis, huruf-huruf Hanzi tertulis tebal. Mereka melafalkan kosakata dasar dengan aksen yang masih kaku, tetapi penuh kesungguhan.
Di perpustakaan kecil lapas, suasana tak kalah hidup. Rak-rak buku menjadi tempat singgah bagi mereka yang ingin menambah wawasan. Ada yang tenggelam dalam novel, ada pula yang membaca buku motivasi dan keagamaan. Ramadhan menjadi momentum memperkaya diri, bukan hanya secara spiritual tetapi juga intelektual.
Anggita, warga binaan lain mengaku lebih senang membaca di Perpustakaan, setelah selesai mengikuti one day one juz. “Kegiatan kita di sini biasanya tadarus, one day one juz terus kita juga ada tausyiah, kemudian lanjut pos kerja, ada berkebun, menjahit dan segala macam, terus juga malamnya ada tarawih. Kalau aku lebih seneng baca buku aja,” ujarnya.
Kegiatan Keterampilan dan Perekonomian
Di ruang keterampilan, aroma kue panggang menyeruak dari kelas bakery. Adonan roti dibentuk dengan cekatan, oven menyala bergantian. Tangan-tangan yang dulu mungkin jarang menyentuh timbangan tepung kini terampil menakar bahan. Beberapa hasilnya dipasarkan melalui program pembinaan, menjadi bekal kemandirian saat bebas nanti.
Tak jauh dari sana, suara gunting dan pengering rambut terdengar dari ruang salon. Ada pula yang tekun membatik, mencanting kain dengan pola-pola tradisional yang perlahan membentuk motif indah. Lilin panas menetes hati-hati di atas kain, seperti simbol kesabaran yang ditempa waktu.
Di halaman dalam, sebagian warga binaan merawat kebun kecil. Cabai, kangkung, dan tanaman obat tumbuh rapi di bedeng sederhana.
Penjelasan Kalapas Perempuan Bandung
Kalapas Perempuan Bandung, Gayatri Rachmi Rilowati mengatakan, semua aktivitas yang diikuti warga binaan merupakan program mandiri yang rutin dikerjakan. Hanya saja, pada Ramadhan kali ini ada program pembinaan kepribadian melalui one day one juz.
“Kegiatan pembinaan kepribadian, yaitu one day one juz dipagi hari, kemudian malam harinya kita melaksanakan salat isya berjamaah yang dilanjutkan dengan salat tarawih yang diikuti oleh seluruh warga binaan yang beragama Islam,” ujar Gayatri.
Gayatri mengatakan setiap hasil karya para warga binaan biasanya digunakan untuk kebutuhan di Lapas atau dijual ke pihak ketiga. “Hasilnya sebagian dikonsumsi dan sebagian dipasarkan ke pihak ke tiga yang menangani bahan makanan di dalam lapas,” katanya.





