Rapat Gabungan Pemkab Banjar, Bupati Tekankan Literasi dan Pengelolaan Arsip Digital

78a79473 9669 45ee A321 F8486f396a05 1
78a79473 9669 45ee A321 F8486f396a05 1

Peningkatan Minat Baca dan Pengelolaan Arsip di Kabupaten Banjar

Peningkatan minat baca masyarakat serta pengelolaan arsip yang tertib menjadi fokus utama dalam apel gabungan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Banjar di halaman Kantor Bupati Martapura, Senin (2/3/2026) pagi. Apel ini dipimpin oleh Pelaksana Harian Sekretaris Daerah Banjar, Ikhwansyah, dengan petugas apel dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Banjar.

Dalam sambutannya, Ikhwansyah menyampaikan pesan Bupati Banjar terkait pentingnya memperkuat budaya literasi sekaligus meningkatkan tata kelola arsip di lingkungan pemerintahan daerah. Menurutnya, masih ada beberapa hal yang perlu mendapat perhatian bersama, termasuk tingkat kegemaran membaca masyarakat yang masih perlu didorong, pemerataan standar perpustakaan, serta penataan arsip agar semakin rapi dan terkelola dengan baik.

Data yang disampaikan menunjukkan bahwa dari total 758 perpustakaan di Kabupaten Banjar, sebanyak 665 di antaranya telah memiliki Nomor Pokok Perpustakaan (NPP). Sementara itu, 45 perpustakaan telah memenuhi Standar Perpustakaan Nasional (SNP).

“Ini menunjukkan adanya kemajuan, namun tentu masih perlu terus ditingkatkan agar lebih banyak perpustakaan yang memenuhi standar nasional,” ujarnya.

Di sektor kearsipan, Kabupaten Banjar juga mencatat capaian positif. Pada 2025, indeks kearsipan daerah mencapai skor 83,30 dengan kategori A atau memuaskan. Capaian tersebut diharapkan menjadi dorongan untuk terus memperbaiki sistem pengelolaan arsip agar lebih tertib, sistematis, serta berbasis digital.

Transformasi digital juga terus didorong melalui pemanfaatan aplikasi SRIKANDI yang kini telah digunakan oleh lebih dari seribu pengguna di berbagai instansi pemerintahan daerah, mulai dari SKPD, kecamatan, kelurahan hingga unit pelayanan kesehatan. Penggunaan aplikasi tersebut diharapkan semakin diperluas sehingga pengelolaan administrasi dan arsip pemerintahan dapat berjalan lebih efektif.

Selain itu, upaya peningkatan literasi dan tata kelola arsip juga memerlukan dukungan lintas sektor. Beberapa pihak yang terlibat antara lain Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar dalam mendorong budaya membaca di sekolah serta Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Banjar yang diharapkan membantu penguatan literasi dan kearsipan hingga ke tingkat desa.

Meski masih menghadapi keterbatasan sumber daya manusia dan sarana prasarana, pemerintah daerah optimistis peningkatan literasi masyarakat dan budaya tertib arsip di Kabupaten Banjar dapat terus berkembang melalui kerja sama berbagai pihak.

Upaya Kolaboratif dalam Meningkatkan Literasi dan Kearsipan

Untuk mencapai target peningkatan literasi dan tata kelola arsip, diperlukan kolaborasi yang kuat antara berbagai pihak. Berikut adalah beberapa langkah yang dilakukan:

  • Kolaborasi dengan Dinas Pendidikan

    Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar berperan aktif dalam mendorong budaya membaca di sekolah-sekolah. Hal ini dilakukan melalui program-program seperti lomba menulis, pameran buku, dan pembentukan klub baca di sekolah.

  • Peran Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa

    Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Banjar berupaya memperkuat literasi dan kearsipan hingga ke tingkat desa. Ini dilakukan melalui pelatihan-pelatihan bagi masyarakat dan penguatan infrastruktur perpustakaan desa.

  • Pemanfaatan Teknologi Digital

    Pemerintah Kabupaten Banjar terus mendorong transformasi digital dalam pengelolaan arsip dan administrasi. Salah satu contohnya adalah penggunaan aplikasi SRIKANDI yang telah digunakan oleh ribuan pengguna di berbagai instansi.

  • Peningkatan Sumber Daya Manusia

    Meskipun masih menghadapi keterbatasan sumber daya, pemerintah daerah berkomitmen untuk terus meningkatkan kapasitas aparatur melalui pelatihan dan pendidikan lanjutan.

Pos terkait