Pengalaman Ramadhan di Polandia: Kekayaan Budaya dan Keberagaman
Sebagai Duta Besar Republik Polandia untuk Republik Indonesia, saya merasa sangat bangga dapat mewakili negara saya selama hampir satu tahun terakhir. Selama masa ini, saya telah menjalani Ramadhan yang kedua di Indonesia, sebuah negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia. Sebagai seseorang yang berasal dari Polandia, sebuah negara dengan tradisi Katolik yang dominan, pengalaman saya menjalani Ramadhan di Indonesia memberikan wawasan mendalam tentang kekayaan budaya dan spiritualitas yang ada.
Selama karier diplomatik saya, saya telah bertugas di berbagai lingkungan budaya dan keagamaan, termasuk di negara-negara mayoritas Muslim. Namun, pengalaman Ramadhan di Indonesia memiliki energi spiritual, semangat kebersamaan, serta ritme kehidupan khas yang memungkinkan saya untuk merefleksikan bagaimana bulan suci ini dijalankan di Polandia.
Ramadhan di Polandia memiliki karakter yang unik dan inspiratif. Meskipun Islam adalah agama minoritas di negara ini, kehadirannya telah berlangsung selama lebih dari 600 tahun melalui komunitas Tatar Lipka. Perpaduan antara tradisi yang mengakar kuat dan keberagaman multikultural modern menciptakan suasana Ramadhan yang sangat khas — bahkan mungkin mengejutkan bagi banyak pembaca di Indonesia.

Warga Tatar berdoa di masjid di Bohoniki. – (ist)
Saat ini, diperkirakan terdapat sekitar 40 ribu hingga 50 ribu Muslim di Polandia, termasuk sekitar lima ribu hingga 10 ribu anggota komunitas Tatar Lipka. Selain itu, terdapat pula mahasiswa, profesional, pengusaha, serta keluarga dari berbagai negara mayoritas Muslim — termasuk semakin banyak warga Indonesia yang belajar maupun bekerja di Polandia.
Banyak di antara mereka membagikan pengalaman Ramadhan di Polandia melalui media sosial maupun wawancara dengan media Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa semangat Ramadhan melampaui batas geografis.
Iman, Puasa, dan Ikatan Kebersamaan
Sebagaimana di Indonesia, umat Muslim di Polandia menjalankan rukun utama Ramadhan, antara lain:
- sahur sebelum fajar,
- berpuasa dari makan, minum (termasuk air), merokok, dan berbagai kenikmatan lainnya,
- berbuka puasa saat matahari terbenam,
- serta melaksanakan salat tarawih pada malam hari.
Namun, konteks geografis Polandia memberikan dinamika tersendiri. Karena letaknya di Eropa Tengah, durasi puasa sangat dipengaruhi musim. Pada musim panas, waktu siang dapat berlangsung hingga 16–17 jam sehingga puasa menjadi lebih menantang. Sebaliknya, ketika Ramadhan jatuh pada musim dingin, seperti pada tahun 2026 yang dimulai pada 18 Februari, durasi puasa berlangsung sekitar 10 jam, relatif lebih ringan dibandingkan musim panas.
Di kota-kota besar seperti Warsawa, Kraków, Gdańsk, dan Poznań, komunitas Muslim rutin menyelenggarakan buka puasa bersama, baik setiap hari maupun pada akhir pekan. Kegiatan ini berlangsung di masjid, pusat kebudayaan Islam, maupun rumah-rumah pribadi, dan sering kali disponsori oleh individu atau institusi bagi masyarakat luas.

Masjid Tatar kayu di Kruszyniany di timur laut Polandia. – (ist)
Tidak jarang pula, tamu non-Muslim, pejabat lokal, maupun perwakilan agama lain turut diundang dalam buka puasa bersama. Hal ini mencerminkan tradisi panjang hidup berdampingan secara damai di Polandia.
Cita Rasa Warisan Tatar
Di wilayah timur laut Polandia, khususnya di desa bersejarah Kruszyniany dan Bohoniki, Ramadhan memiliki makna yang lebih mendalam. Di kawasan inilah berdiri masjid kayu abad ke-18 yang menjadi simbol keberadaan Islam di Polandia selama berabad-abad.
Salah satu kekhasan Ramadhan di Polandia adalah warisan kuliner Tatar. Saat berbuka maupun sahur, keluarga berkumpul menikmati hidangan tradisional yang memadukan pengaruh Timur dengan bahan lokal Polandia, antara lain:
- Pierekaczewnik, pastry berlapis berbentuk spiral dengan isian daging atau manis yang dapat mencapai berat hingga tiga kilogram;
- Kołduny Tatar, pangsit kecil berisi daging cincang mentah yang menghasilkan kuah gurih saat dimasak;
- Pai Tatar berlapis (pieróg), lembaran adonan tipis dengan mentega dan daging berbumbu yang dipanggang hingga renyah.

Cebulnik, sajian roti ragi Tatar yang diisi dengan bawang bombay dalam jumlah banyak – (ist)
Di kota-kota besar Polandia, produk halal dan restoran halal kini semakin mudah ditemukan, sehingga memudahkan umat Muslim — termasuk wisatawan Indonesia — dalam menjalankan kebutuhan konsumsi selama Ramadhan.
Komunitas Indonesia di Polandia juga semakin berperan dalam memperkaya lanskap kuliner setempat. Seperti disampaikan Pratiwi Widyawahyuni dalam wawancara dengan CNN Indonesia:
“Makanan Indonesia itu diminati disana. Kami pernah berada di Kota Poznan dan mengadakan buka puasa bersama untuk semua orang, tidak hanya untuk orang Indonesia. Dan mereka sangat suka makanan Indonesia, seperti kolak pisang, nasi goreng, rendang”
Fenomena ini menunjukkan bahwa Ramadhan di Polandia tidak hanya menjadi momentum spiritual, tetapi juga ruang pertukaran budaya kuliner lintas bangsa.

Kolduny, pangsit (dumplings) kecil tradisional dari masakan khas Tatar Polandia – (ist)
Sukacita Ramadhan Bajram
Bagi komunitas Tatar Polandia, malam ke-27 Ramadhan atau Lailatul Qadar memiliki makna istimewa sebagai malam turunnya wahyu pertama Alquran kepada Nabi Muhammad SAW. Pada malam tersebut, umat berkumpul untuk melaksanakan ibadah panjang, membaca Alquran, serta memanjatkan doa hingga larut malam, dengan keyakinan bahwa ibadah pada malam itu lebih baik daripada seribu bulan. Suasananya khusyuk dan reflektif, serupa dengan pengalaman umat Muslim di Indonesia.
Bulan suci kemudian ditutup dengan perayaan Idulfitri yang di Polandia dikenal sebagai Ramadhan Bajram. Berbeda dengan Indonesia, Idulfitri bukan merupakan hari libur nasional di Polandia. Oleh karena itu, umat Muslim biasanya mengambil cuti atau menyesuaikan jadwal kerja agar dapat mengikuti salat Id dan merayakannya bersama keluarga.
Namun, justru dalam konteks sebagai komunitas minoritas, ikatan kebersamaan menjadi semakin kuat. Ramadhan menjadi momentum penting bagi persatuan, identitas, dan rasa memiliki.

Tatar samsa, kue kering aromatik isi daging yang dipanggang dalam oven – (ist)
Perayaan Ramadhan Bajram diawali dengan salat berjamaah pada pagi hari, dilanjutkan dengan silaturahmi keluarga dan sahabat. Anak-anak menerima manisan, hadiah kecil, atau roti khas Tatar berisi kismis. Suasananya hangat, damai, dan penuh kebahagiaan keluarga.
Seiring berlangsungnya bulan suci ini, saya menyampaikan ucapan selamat menjalankan ibadah Ramadhan kepada seluruh umat Muslim di Indonesia, Polandia, dan di seluruh dunia. Semoga bulan yang penuh berkah ini menghadirkan kedamaian, refleksi diri, kekuatan, serta solidaritas, sekaligus memperdalam rasa empati dan saling pengertian antarbangsa dan antarumat.
Ramadhan Mubarak!





