Pertumbuhan Signifikan KSP CU Bahtera Sejahtera pada Tahun Buku 2025
Pertumbuhan yang signifikan tercatat oleh KSP Credit Union (CU) Bahtera Sejahtera pada Tahun Buku 2025. Dalam laporan yang disampaikan dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT) ke-XIX, berbagai indikator kinerja menunjukkan peningkatan yang mencolok, baik dari sisi anggota, aset, maupun pendapatan. Perkembangan ini menjadi bukti bahwa lembaga keuangan koperasi ini mampu bertahan dan berkembang di tengah tantangan ekonomi yang masih belum sepenuhnya pulih.
Jumlah Anggota yang Meningkat
Salah satu indikator utama pertumbuhan adalah jumlah anggota yang tercatat. Pada akhir Tahun Buku 2025, jumlah anggota KSP CU Bahtera Sejahtera mencapai 8.332 orang, meningkat sebanyak 1.284 orang dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini menunjukkan bahwa semakin banyak masyarakat yang mempercayai layanan dan program yang ditawarkan oleh koperasi ini.
Sebanyak 41,7 persen dari total anggota berada pada rentang usia produktif, yaitu antara 26 hingga 45 tahun. Struktur demografi ini dinilai sebagai modal penting untuk keberlanjutan koperasi, karena anggota yang produktif cenderung lebih aktif dalam pengelolaan keuangan dan partisipasi dalam kegiatan koperasi.
Pertumbuhan Aset dan Kredit
Dari sisi pembiayaan, kredit beredar mengalami pertumbuhan sebesar 23,14 persen, dari Rp 44,8 miliar pada 2024 menjadi Rp 55,2 miliar pada 2025. Selain itu, kredit cair juga meningkat lebih dari Rp 10 miliar. Rasio kredit lalai juga menurun dari 12,89 persen menjadi 9,77 persen, meskipun masih belum mencapai angka ideal 5 persen. Penurunan ini menunjukkan perbaikan kualitas portofolio pinjaman serta kedisiplinan anggota dalam membayar cicilan.
Aset KSP CU Bahtera Sejahtera juga mengalami peningkatan, dari Rp 69,1 miliar menjadi Rp 84,8 miliar. Sementara itu, Sisa Hasil Usaha (SHU) melonjak tiga kali lipat, dari sekitar Rp 500 juta menjadi Rp 1,5 miliar. Capaian ini menunjukkan bahwa koperasi mampu meningkatkan efisiensi operasional dan memberikan manfaat yang lebih besar kepada anggotanya.
Fokus pada Pendidikan dan Pemberdayaan Anggota
Meski angka-angka tersebut menunjukkan pertumbuhan yang positif, Ketua Pengurus KSP CU Bahtera Sejahtera, Gelfridus Gonde, menekankan bahwa kekuatan utama koperasi tidak hanya terletak pada angka-angka tersebut. Ia menyebut bahwa realisasi pendidikan dasar dan kecakapan finansial mencapai 95 persen dari target, sementara pendidikan kewirausahaan mencapai 96 persen.
“CU bukan sekadar tempat simpan pinjam uang. Ini ruang belajar untuk menata kehidupan,” ujar Gelfridus. Pendidikan dan pelatihan yang diberikan kepada anggota menjadi fondasi penguatan ekonomi dan kemandirian individu serta komunitas.
Tema RAT Ke-XIX: Pemberdayaan Komunitas dan Digitalisasi
Tema RAT ke-XIX, yaitu pemberdayaan komunitas dan digitalisasi, merefleksikan strategi jangka panjang koperasi. Komunitas diposisikan sebagai lokus pemberdayaan, sementara digitalisasi dianggap sebagai kebutuhan untuk meningkatkan efisiensi dan akses layanan. Dengan adanya digitalisasi, anggota dapat lebih mudah mengakses layanan keuangan tanpa harus datang langsung ke kantor.
Selain itu, RAT ke-XIX juga menjadi momentum konsolidasi internal agar pertumbuhan yang dicapai pada 2025 dapat dijaga dan ditingkatkan pada tahun buku berikutnya. Di tengah perubahan yang terjadi, koperasi ini tetap berpijak pada prinsip dasar yakni dari anggota, oleh anggota, dan untuk anggota.
Strategi untuk Masa Depan
KSP CU Bahtera Sejahtera terus berupaya memperkuat posisi mereka sebagai lembaga keuangan yang berorientasi pada pemberdayaan anggota. Dengan fokus pada pemberdayaan komunitas dan digitalisasi, koperasi ini berharap mampu memberikan layanan yang lebih efisien dan aksesibel bagi seluruh anggota.
Dalam beberapa tahun mendatang, KSP CU Bahtera Sejahtera akan terus berinovasi dan meningkatkan kualitas layanan guna memenuhi kebutuhan masyarakat yang semakin berkembang. Dengan dukungan kuat dari anggota dan kerja sama yang baik dengan pemerintah daerah, koperasi ini memiliki potensi besar untuk terus berkembang dan memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal.





